Setiap tindakan yang dilakukan oleh teroris, di mana pun, hampir selalu dikaitkan dengan Islam garis keras, atau Islam dengan label tambahan. Kenapa? Sebagai orang Islam, aku merasa risih dan tidak rela. Namun kenyataan bicara, para pelaku (teroris) yang selama ini berhasil diringkus di Tanah Air ini terbukti beragama Islam!
Dalam Islam, yang aku yakini dan seperti dicontohkan oleh Rasulullah SAW, tiada aksi kekerasan di negeri yang aman dan damai seperti Indonesia. Jihad adalah kewajiban setiap ummat Islam. Aku juga merasa punya kewajiban untuk berjihad. Namun, tindakan keji seperti teror tidak pernah dianjurkan dalam Islam. Atau aku yang kurang memahami makna Jihad? Ilmuku tentang Islam masih dangkal? Bisa jadi, dan aku mengakuinya!
Di luar konteks Islam, kucoba merenungi mengapa aksi teror terjadi? Bukan hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri yang mayoritas warganya bukan Muslim. Lalu, ada saja pihak (negara dan pemerintah) yang mengklaim itu aksi teror dilakukan oleh gerakan yang anti pemerintah namun....ujung-ujungnya dikatakan - aksi didalangi oleh Islam Radikal, Islam Garis Keras, Islam Fundamental atau Islam ....(entah apa lagi istilahnya!)
Sesungguhnya, jika aku mau berpikir logis dengan jiwa nasionalis dan patriotis, aku akan melihat perilaku teroris di negeriku memang ada keterkaitan dengan peristiwa di luar negeri. Skenario, taktik dan strategi yang dirancang sedemikian terpeta jelas bertujuan untuk memporak-porandakan sebuah negeri yang aman, damai, sejahtera, kaya raya, berpotensi - seperti Indonesia, dan negeri-negeri dengan warga mayoritas Muslim! Kaum Orientalis yang anti Islam, kaum Borjuis, kaum Zionist, bangsa Kolinialis - aku yakin berada di balik tabir teroisme.
Mereka (kaum/bangsa yang tidak suka negara lain besar dan aman sejahtera!), berupaya menciptakan situasi dan kondisi dalam negaraku (Indonesia) menjadi semrawut, tidak kondusif, tidak aman, melalui berbagai strategi; lalu dengan demikian mereka akan berbaik hati menawarkan bantuan kemanusiaan, bantuan dukungan spionase, keamanan yang legal formal. Namun, pada akhirnya tentulah timbal baliknya, mereka secara halus telah mengintervensi negaraku bahkan bisa-bisa negeriku yang perkasa ini akan dijadikan mirip "negara boneka" mereka!
Aku yakin, itu. Sayangnya, aku hanya kawula alit yang di lahirkan di desa, besar dan hidup di desa, serta kelak Insyaallah dikuburkan di desa pula. Aku tidak punya apa-apa, kecuali negeri tercinta Indonesia Raya. Sementara negara dan pemerintahku mungkin tidak berani UNJUK TARING di hadapan kaum neokolonialisme, kaum Zionist! Padahal, saat ini dan masa akan datang, kami rakyat Indonesia sangat membutuhkan Pemerintah yang berani dan tegas anti Zionist dan Neokolonialist. Aku percara, aku yakin haq, Presidenku, Ketua MPR-ku, Kedua DPR-ku beserta seluruh jajaran lembaga itu, tahu dan mengerti bila kaum Zionist, Orientalist, Neokolonialis, memang punya pokal petakhilan mendalangi kerusuhan di negeriku. Wallahuallam….
(Aku Tulis Buat : Keluargaku Tercinta. Tiada harta yang bisa kuwariskan, maafkan Abah)





16.59
Lina CahNdeso
Posted in: 






![Validate my RSS feed [Valid RSS]](valid-rss-rogers.png)





0 Komentar:
Posting Komentar
"Bila Anda berkenan, dengan segala kerendahan hati, saya mohon, sudilah menuliskan komentar di sini; Bagi Anda yang berniat Copas konten blog, saya persilahkan, dan tolong link balik diikutkan. Terima kasih, Love and Peace".