Sekelompok bocah menyapa tim Jelajah Sepeda Surabaya-Jakarta HUT ke-45 Kompas saat etape kedua melintasi Jalan Raya I, Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (24/6/2010). Tim jelajah menjalani etape kedua dari Malang menuju Trenggalek sejauh 139 kilometer.
Setelah melahap jalur sejauh kira-kira 139 kilometer dari Kota Malang, tim Jelajah Sepeda Surabaya-Jakarta HUT ke-45 Kompas, akhirnya tiba di kota kripik tempe, Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (24/6/2010) sore. Selama perjalanan, tim terlihat penuh semangat melibas track tanjakan terutama ketika memasuki Kota Wlingi, Kabupaten Blitar. Kekompakan tim lebih bagus dan iramanya lebih serasi dibanding etape sebelumnya yang cenderung terpencar.
Hal menggembirakan terasa ketika tim jelajah memasuki Tulungagung. Antusiasme warga terlihat di beberapa titik jalan menuju akhir etape kedua. Warga berbagai usia berkumpul di tepi jalan sambil bersorak. Pihak Polri yang turut menurunkan para pesepeda juga kian menambah semarak. Polri menurunkan anggotanya untuk menginjak pedal secara estafet di tiap polsek dan polres yang dilewati.
Malam ini anggota tim beristirahat di Trenggalek dan besok pagi pukul 07.30 melanjutkan perjalanan etape ketiga menuju Pacitan. Tim rencananya dilepas langsung oleh Bupati Trenggalek, H Soeharto.
Tim Jelajah Sepeda Surabaya-Jakarta HUT ke-45 Kompas memasuki Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (23/6/2010). Tim menyelesaikan etape pertama dengan rute Sidoarjo, Porong, Gempol, Purwosari, Purwodadi, Lawang, dan Malang, dengan jarak tempuh 75 kilometer.
Tim Jelajah Sepeda Surabaya-Jakarta memulai keberangkatan etape 2 menuju Trenggalek, Kamis (24/6/2010) pagi. Mereka resmi dilepas oleh Wali Kota Malang, Peni Suparto dan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Edward Aritonang, serta Kepala Biro Kompas Jawa Timur, Nasru Alam Azis.
"Sesuai dengan tekad kita anti-global warming, membangun kesehatan, memupuk kekompakan dan solidaritas, semoga tim selamat sampai tujuan," ujar Peni Suparto. Sebelum pelepasan dilakukan penyerahan bantuan buku dari Bakrieland dan Kompas kepada perpustakaan warga.
Saat ini, tim baru saja meluncur diantar 30 orang pesepeda dari Paguyuban Onthel Malang yang mengantar hingga batas kota. Selanjutnya tim langsung menuju Trenggalek melintasi daerah Kepanjen, Sumberpucung, Wlingi, Blitar, dengan jarak tempuh 139 kilometer.
Ujian
Etape kedua ini merupakan ujian bagi para pesepeda yang berjumlah 30 orang karena kontur jalan yang akan dilalui tidak hanya menanjak, tetapi lebar jalan relatif sempit sehingga harus berbagi dengan kendaraan lain. Pada saat rombongan berangkat dari Surabaya, Rabu kemarin, sambutan dari masyarakat, khususnya komunitas sepeda, sangat besar.
Selama perjalanan dari Surabaya-Malang, rombongan pesepeda, antara lain, melintasi jalan raya Porong dan kawasan yang terkena luapan lumpur Lapindo di Sidoarjo. Di ruas jalan ini, jalan sangat berdebu sehingga para pesepeda terpaksa melaju dengan hati-hati sambil menutup hidung dari polusi dan bau lumpur panas yang menyengat.
Memasuki kawasan Gempol, Lawang, dan Pasuruan, para pesepeda yang berjumlah 30 orang ditambah 10 orang dari pihak kepolisian mulai dihadang dengan tanjakan sehingga laju sepeda mulai pelan dengan kecepatan antara 12-15 kilometer per jam. Di jalan tanjakan tersebut sejumlah pesepeda terpaksa harus didorong oleh pesepeda lainnya agar mereka tetap berada dalam satu rombongan.Secara keseluruhan, etape Surabaya-Malang ditempuh dalam waktu sekitar 6,5 jam dengan jarak tempuh 90 kilometer. Rombongan sempat istirahat untuk makan siang dengan menu nasi rawon di kawasan Purwadadi, Kabupaten Pasuruan.





23.30
Lina CahNdeso


Posted in: 






![Validate my RSS feed [Valid RSS]](valid-rss-rogers.png)





0 Komentar:
Posting Komentar
"Bila Anda berkenan, dengan segala kerendahan hati, saya mohon, sudilah menuliskan komentar di sini; Bagi Anda yang berniat Copas konten blog, saya persilahkan, dan tolong link balik diikutkan. Terima kasih, Love and Peace".