Rabu, 11 November 2009

Jembatan Terpanjang Di Asia Tenggara


JEMBATAN SURAMADU , TERPANJANG DI ASIA TENGGARA, TAHAN GEMPA, KUAT UNTUK 100 TAHUN, DAN KARYA KONSTRUKSI BANGSA INDONESIA.

Berdiri Jembatan Suramadu merupakan tonggak sejarah baru dalam pembangunan konstruksi prasarana perhubungan di Indonesia. Jembatan antar pulau sepanjang 5.438 meter yang akan diresmikan Rabu (10/6) besok itu bukan hanya yang terpanjang di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara.

Sebagai jembatan yang menghubungankan dua pulau, sesungguhnya Suramadu (Surabaya-Madura) merupakan yang kedua setelah rangkaian jembatan Berelang (Batam Rempang Galang) yang selesai dibangun tahun 1997. Enam jembatan dengan berbagai tipe yang menghubungkan tujuh pulau kecil di Propinsi Kepulauan Riau ini, merupakan landmark keberhasilan dan kemandirian anak bangsa dalam membangun jembatan antar pulau.

Sebelum Suramadu dibangun, sempat timbul keragu-raguan, apakah mungkin membangun jemnabatan di daerah patahan dan gempa? Bagaimana dengan tiupan angin di laut Selat Madura yang terkenal kencang, apakah tidak akan mempengaruhi konstruksi jembatan?

Penelitian pun akhirnya dilakukan secara mendalam selama taun 2003-2004. Penelitian yang lebih bersifat technical study dilakukan terhadap 12 item yang kebanyakan berupa para meter tanah.

Dari Sisi seismic hazard analysis, misalnya, diperoleh kesimpulan, di sekitar lokasi jembatan tidak ditemukan suatu patahan aktif. Berdasarkan catalog gempa juga tifak ditemukan gempa dengan magnitude di atas 4 skala Richter sehingga kondisi di sekitar jembatan cukup stabil.

Kajian mendalam juga dilakukan terhadap kontur dasar laut, arus air, serta pengaruh pasang terhadap jembatan. Ternyata semuanya sangat memungkinkan untuk dibangun jembatan yang menghubungkan dua pulau. Adapun untuk angin,berdasarkan kajian ternyata angin yang melintang kecepatannya sampai maksimal 65 kilo meter per jam.

TAHAN GEMPA

Jembatan Suramadu yang pemancangan tiang pertamanya dilakukan pada 20 Agustus 2003 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri saat ini bisa tahan terhadap guncangan genpa sampai 7 skala Richter. Jembatan ini pun dirancang dengan sistem antikorosi pada fondasi tiang baja.

Karena menghubungkan dua pulau, teknologi pembangunan Jembatan Suramadu didesain agar memungkinkan kapal-kapal dapat melintas di bawah jembatan bentang tengah Suramadu disediakan ruang selebar 400 meter secara horizontal dengan tinggi sekitar 35 meter.

“Jika kecepatan angin sudah mencapai sekitar 40 kilometer per jam, jembatan harus ditutup untuk sepeda motor” Djoko Kirmanto

Untuk menciptakan ruang gerak yang lebih leluasa bagi kapal-kapal, di bagian bentang tengah Suramadu dibangun dua tower (pylon) setinggi masing-masing 140 meter dari atas air. Kedua tower ini ditopang sebanyak 144 buah kabel penopang (stayed cable) serta ditanam dengan fondasi sedalam 100 meter hingga 105 meter.

“Total panjang tower sekitar 240 meter. Ini sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” kata Direktur Jendral Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak.

KUAT 100 TAHUN

Secara keseluruhan, pembangunan Suramadu menghabiskan sekitar 650.000 ton beton dan lebih kurang 50.000 ton besi baja. Tak heran, dinas pekerjaan umum mengklaim Suramadu sebagai megaproyek yang menghabiskan dana total mencapai Rp. 4,5 triliun. Jembatan ini dirancang kuat bertahan hingga 100 tahun atau hampir menyamai standar Inggris yang mencapai 120 tahun.

Karena berada di tengah lautan, Suramadu berpotensi terkendala faktor angin besar yang potensial terjadi di tengah lautan. Untuk memastikan keamanan kendaraan yang melintas di atas Suramadu, Departemen Pekerjaan Umum akan membangun pusat monitoirig kondisi cuaca, khususnya angin.

‘’Jika kecepatan angin sudah mencapai 11 meter per detik atau sekitar 40 kilometer per jam, jembatan harus ditutup untuk kendaraan roda dua demi keselamatan pengendara, ‘’ ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.

Jika kecepatan angin bertambah hingga 18 meter per detik atau sekitar 65 kilometer per jam, ajlur untuk kendaraan roda empat akan ditutup. Langkah ini semata-mata untuk keselamatan dan kenyamanan pengerndara. Adapun konstruksi jembatan akan tetap aman karena jembatan Suramadu dirancang tetap kokoh meski ditempa angin berkecepatan lebih dari 200 kilo meter per jam.

Bukan Cuma kuat dari terpaan angin, Jembatan Suramadu juga didesain mampu menopang kendaraan sesuai standar as atau axle di daratan. Dengan demikian, Suramadu diperkirakan mampu menahan beban dengan berat satu as kendaraan sekitar 10 ton.

CUKUP LIMA MENIT

Setelah diresmikan besok, diperkirakan Suramadu akan dilintasi 8.000 - 9.000 sepeda motor per hari serta sekitar 4.000 kendaraan roda empat per hari.

Jumlah ini berdasarkan perhitungan sebelumnya, kendaraan yang melintasi Ujung – Kamal dengan menggunakan kapal feri sekitar 2,4 juta sepeda motor per tahun (62 persen) serta 1,5 juta kendaraan roda empat per tahun (38 persen).

Selain bakal padat, jembatan ini pun pasti akan sangat membantu masyarakat karena waktu tempuh Surabaya-Madura bisa dipersingkat. Jika sebelumnya menggunakan feri dibutuhkan waktu sekitar 30 menit, sekarang dengan menggunakan Suramadu cukup ditempuh lima menit.

SEMPAT TERSENDAT

Pembangunandalam perjalanannya sempat menemui kendala dana. Terhambatnya pencairan dana menyebabkan pembangunan approach bridge atau jembatan pendekat sisi Surabaya sepanjang 672 meter tersendat September 2008.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya menalangi dana pembangunan melalui bank Jatim sebesar rp. 50 miliar sebelum dana pinjaman dari Bank Exim of China sebesar Rp. 68,9 juta dollar AS cair.

Studi pembangunan yang kurang sempurna menyebabkan perkiraan biaya pembangunan juga melesat , seperti tiang pancang jembatan yang awalnya hanya didesain setinggi 45 meter akhirnya bertambah menjadi sekitar 90 meter. Karena itu, dari estimasi awal nilai kontrak sebesar Rp 4,2 triliun, biaya pembangunan akhirnya membengkak hingga Rp 4,5 triliun.

Pembiayaan pembanguna Suramadu 55 persen ditanggung pemerintah, sedangkan 45 persen sisanya pinjaman dari China. Dari total biaya pembangunan Suramadu sebesar rp 4,5 triliun, sekitar Rp 2,1 triliun di antaranya harus berutang kepada China.

Mahalnya pemikiran dan biaya pembangunan Suramadu diharapkan mampu menumbuhkan geliat ekonomi Tanah Air, terutama Jawa Timur.

(By : Yuni Ikawati - Kompas 9 juni 2009)

Putera Trenggalek Hari Ini Dilantik Jadi Wakil Menteri PU




Selasa, 10 November 2009

Profil Wakil Menteri PU : DR. Ir. Achmad Hermanto Dardak, MSc.



Nama Lengkap : DR. Ir. Achmad Hermanto Dardak, MSc.
N.I.P / KARPEG : 110025773 / D.119437
Agama : Islam
Tempat/Tanggal Lahir : Trenggalek, 09-01-1957
Pangkat Terakhir : Pembina Utama (IV/E) TMT : 01-04-2006
Jabatan : Direktur Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum
Status Perkawinan : Kawin
Nama Istri : Ir. Sri Widayati, MT
Jumlah Anak : 4 (empat) orang

RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL

  1. Sekolah Dasar Trenggalek 01-01-1968
  2. S.L.T.P. SMPN I, Trenggalek 01-01-1971
  3. S.L.T.A. PASPAL SMAN I, Trenggalek 01-01-1974
  4. Sarjana S1 Teknik Sipil ITB, Bandung 25-10-1980
  5. Pasca Sarjana Teknik SIpil Univ. of NSW Sydney 14-10-1985
  6. Purna Sarjana/S3 Doktor Bid.Transportasi Ekonomi Univ.of NSW, Sydney 15-05-1990

RIWAYAT PENDIDIKAN INFORMAL / DIKLAT

  1. Network Planning Jakarta 25-04-1981
  2. Computer S/W for Transport & Highway London 400 04-09-1982
  3. Orientasi Beton Aspal dan Semen Jakarta 200 04-03-1986
  4. Integrated Transport Planning Jakarta 200 22-08-1989
  5. SEPADYA Jakarta 950 30-11-1991
  6. Total Quality Management Jakarta - 24-06-1993
  7. TARPADNAS Jakarta - 10-01-1995
  8. SPAMEN LAN Jakarta 1600 11-08-1995
  9. P4 ESELON II DAN BUPATI/WALI KOTA MADYA Pelabuhan Ratu - 14-12-1995
  10. DELEGASI INFRASTUCTURE FORUM II INDIA - 01-10-1996
  11. DECONCENTRATION AND GOOD GOV. Jerman - 22-08-1997
  12. ASEAN FORUM Vietnam - 15-05-1999
  13. LEMHANAS KRA - XXXIII Jakarta - 12-12-2000
  14. WORKSHOP INTEGRATED TRANSPORT SYSTEM Jepang - 10-11-2001
  15. PARTNERSHIP BUILDING WITH ASEAN Korea - 11-11-2002
  16. ENHANCING STRATEGIC CHANGE & TEAM LEADERSHIP Jakarta - 15-03-2003
  17. ESCAP FORUM SHANGHAI - 2004
  18. BEST PRACTICE SPATIAL PLANNING BRAZIL 2005

RIWAYAT PEKERJAAN (Masa Kerja)

  1. Tanggal bekerja di Instansi Pemerintah 01-02-1982
  2. Tanggal bekerja di Departemen Pekerjaan Umum 01-10-1980
  3. Tanggal diangkat menjadi CPNS 01-02-1982
  4. Jumlah Masa Kerja pada tanggal 25-07-2006 5. Pangkat Golongan IV/E

RIWAYAT KEPANGKATAN

  1. Calon PNS - KEP.2966/A/1979/82.A 01-02-1982 s/d 01-03-1983
  2. Penata Muda III/A KEP. 5826/C/0230/83.A 01-09-1983 s/d 01-04-1986
  3. Penata Muda Tingkat I III/B KEP. 0155/B/BM/86.A 01-04-1986 s/d 01-04-1990
  4. Penata III/C KEP.119/B/BM/90.A 01-04-1990 s/d 01-04-1992
  5. Penata Tingkat I III/D KEP.080/B/BL/92.A 01-04-1992 s/d 01-04-1994
  6. Pembina IV/A KEP. 366/B/BM/90.J 01-04-1994 s/d 01-04-1998
  7. Pembina Tingkat I IV/B 9/K/TAHUN 1998 01-04-1998 s/d 01-04-2000
  8. Pembina Utama Muda IV/C 9/K TAHUN 2000 01-04-2000 s/d 01-04-2002
  9. Pembina Utama Madya IV/D 14/K/TAHUN 2002 01-04-2002 s/d 01-04-2006
  10. Pembina Utama IV/E 40/K TAHUN 2006 01-04-2006 s/d sekarang

RIWAYAT JABATAN

  1. Staf Dit. Bipran Ditjen. Bina Marga 01-02-1982 s/d 21-07-1990
  2. Pjs. Kepala Bid. Teknik Jalan Puslitb.Jalan 354/KPTS/1990 21-07-1990 s/d 24-09-1993
  3. Kepala Bagian Perencanaan Lintas Sektoral Biro Perencanaan Setjen. 426/KPTS/1993 24-09-1993 s/d 14-08-1994
  4. Kepala Bagian Perencanaan Umum Biro Perencanaan 256/KPTS/1994 15-08-1994 s/d 03-10-1995
  5. Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri 375/KPTS/1995 04-10-1995 s/d 22-04-1998
  6. Kepala Biro Perencanaan 181/KPTS/1998 23-04-1998 s/d 09-03-1999
  7. Sekretaris Ditjen. Bina Marga 40/KPTS/1999 10-03-1999 s/d 24-12-1999
  8. Pjs. Ka.Kanwil PU. Kalsel 24/SRIN/M/1999 24-06-1999 s/d 12-06-2000
  9. Asisten Deputi Asisten Urusan Sistem Prasarana dan Sarana, Deputi Bid. PSW. 03/KPTS/1999 24-12-1999 s/d 11-01-2001
  10. Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Setjen. 03/KPTS/2001 11-01-2001 s/d 13-06-2002
  11. Kepala Pusat Kajian Kebijakan, Setjen. KEP.249/KPTS/M/2002 13-06-2002 s/d 06-11-2003
  12. Staf Ahli Menteri Bidang Otonomi & Keterpaduan Pembangunan Daerah, dep.Kimpraswil 195/M Tahun 2003 06-11-2003 s/d 03-04-2005
  13. Direktur Jenderal Penataan Ruang, Dep.PU 51/M/Tahun2005 4-4-2005 s/d 11-07-2007
  14. Direktur Jenderal Bina Marga, Dep.PU No.64/M Tahun 2007 11-07-2007 s/d sekarang

TANDA PENGHARGAAN

  1. Piagam Karya Satya X Tahun 01 - 01 - 1988
  2. Satyalancana Wira Karya 31 - 07 - 1998
  3. Satyalancana Pembangunan 13 - 07 - 1999
  4. Satyalancana Karya Satya XX Tahun 08 - 08 - 2001

PENUGASAN PENTING (a.l. Seminar, Simposium)

  1. World CODATU Conference Jakarta 1999
  2. KUJUNGAN KERJA FEDERAL HIGHWAY AUTHORITY USA 1990
  3. WORLD ROAD CONGRESS - PIARC Maroko 1991
  4. ASEAN - JAPAN WORKSHOP Jakarta 1992
  5. WORLD ROAD CONGRESS - IRF Spanyol 1993
  6. INTERNATIONAL SYMPOSIUM ON HIGHWAY CAPACITY Sydney 1994
  7. IRF. ASIA PACIFIC REG. SEMINAR Taipei 1996
  8. Studi Banding Ketahanan Nasional RRC 2000
  9. Delegasi RI Expert Meeting Infrastructure ASPAC Malaysia 2004
  10. Menghadiri The 2nd Korea/Indonesia Road Conference Korea Selatan 2004
  11. Kunjungan kerja ke Malaysia Highway Authority Kuala Lumpur 200
  12. Delegasi RI Ministrial Forum on Infrastructure ke 5, ASPAC Malaysia 2005
  13. Delegasi RI pada Sidang UN-ESCAP ke 62 Jakarta 2006
  14. Delegasi pada Korea-Indonesia Road Conference Korea Selatan 2008

KETERANGAN/CATATAN LAIN

  1. Peserta Terbaik Peringkat 1 Sepadya 1991
  2. Peserta Terbaik Peringkat 1 Sepamen IA 1995
  3. Peserta Andalan dan Ketua Senat Lemhannas XXXIII 2000
  4. Ketua 1, Masyarakat Transportasi Indonesia 1996 s/d 2003
  5. Ketua Umum, Ikatan Alumni Australia (IKAMA) 2002 - sekarang
  6. Ketua Badan Kejuruan Sipil, Persatuan Insinyur Indonesia 2005 - sekarang
  7. Anggota Dewan Riset Nasional 2006 - sekarang
  8. Ketua Umum, Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) 2007 - sekarang
  9. Penghargaan " Distinguished Australia Alumni Award " 2008
  10. Penghargaan " Honorary Fellow " dari Persatuan Insinyur Asean

DR. Ir. Achmad Hermanto Dardak, MSc. : Salah Satu Putera Terbaik Trenggalek

  • Menjadi Wakil Menteri PU, Dilantik Besok Rabu (11/11)


  • Nama Lengkap : DR. Ir. Achmad Hermanto Dardak, MSc.
  • N.I.P / KARPEG : 110025773 / D.119437
  • Agama : Islam
  • Tempat/Tanggal Lahir : Trenggalek, 09-01-1957
  • Pangkat Terakhir : Pembina Utama (IV/E) TMT : 01-04-2006
  • Jabatan : Direktur Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum
  • Status Perkawinan : Kawin
  • Nama Istri : Ir. Sri Widayati, MT
  • Jumlah Anak : 4 (empat) orang

Seorang muda yang dikenal cakap dengan kumis tebal, berpenampilan lembut dan sederhana, saat itu dia baru saja lulus dari ITB dan masuk ke lingkungan Bina Marga; menjadi staf di Subdit Pembinaan Jalan Kota. Pilihan ini ternyata sangat tepat didasarkan atas kemampuannya di bidang jalan dan ketekunan dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Dengan kaca mata tebal, ciri seorang yang haus membaca mudah dapat dikenali, dan memang terbukti dalam perjalanan karirnya menjadi bagian yang memberinya bekal yang sangat baik. Karir diawali pada tahun 1980-an, pengetahuannya terus meningkat dengan antara lain mengikuti pelatihan di Inggris tentang software manajemen jalan dan lalulintas perkotaan. Selama masa studi 1983/1984 pemuda brilian ini mampu menyelesaikan masternya di Universitas New South Wales dalam waktu satu tahun. Melihat prestasi dalam program master dan potensi yang dimilikinya tersebut, maka Universitas memberikan rekomendasi untuk meneruskan program Doktor yang didukung pula oleh Dirjen Bina Marga Suryatin dengan biaya dari pemerintah Australia.

Pemegang banyak jabatan struktural dan berbagai fungsinya, Hermanto menapaki jenjang karir dengan mulus. Setelah meraih gelar Doktor, berbagai jabatan telah dipegangnya, diawali dengan menjadi Kepala Bidang Teknik Jalan Pusjal Dep PU pada tahun 1990 setelah sebelumnya dalam masa singkat ditugaskan di Direktorat Bina Jalan Kota. Proses pembelajaran dan pematangan terus berlanjut sejalan dengan berbagai tugas yang diembannya.


Berbekal pengalaman dan keingin tahuan, Hermanto pada jabatan ini terus mendalami masalah mulai dari karakteristik campuran perkerasan setelah sebelumnya di lingkungan Binkot telah menggeluti masalah transportasi. Pengetahuan tentang jalan antara lain bertambah dengan mengenalkan berbagai resep konstruksi perkerasan jalan baik beton semen maupun beton aspal, termasuk penggunaan alat deteksi jalan tanpa merusak seperti Falling Weight Deflectometer dan pendataan otomatis pola kerusakan permukaan jalan. Perubahan konsep perencanaan jalan juga dipelajarinya baik yang empiris maupun analitis.

Pada tahun 1993 dipindahkan lagi dan bertugas sebagai Kabag Perencanaan Umum di Biro Perencanaan yang orientasi kerjanya lebih terfokus kepada infrastruktur ke-PU-an. Keterkaitan antara tataguna lahan dan transportasi menjadi bagian tugasnya, yang harus memikirkan keseimbangan antara pembangunan jalan dengan tata guna lahan dan berfikir multi sektor. Garis tangannya sebagai pemegang jabatan terus berlanjut karena pada tahun 1995, dipromosikan menjadi Eselon II sebagai Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri pada usia yang relative muda pada usia 38 tahun. Pada saat itu berbagai tugas yang diembannya antara lain menyiapkan dan memantau pinjaman luar negeri, maupun melaksanakan tugas kerjasama dengan berbagai Negara, antara lain menjadi Ketua maupun anggota pada berbagai pertemuan Internasional seperti ESCAP, ASEAN, maupun pertemuan bilateral. Pada tahun 1998 tugas baru diembannya, yaitu sebagai Kepala Biro Perencanaan sehingga banyak menggeluti masalah keterpaduan, rencana, maupun sinkronisasi program infrastruktur ke-PU-an, dan pada tahun 1999 Hermanto menjabat Sekditjen Bina Marga. Selanjutnya Departemen PU dipecah menjadi Departemen Kimbangwil dan Meneg PU, Hermanto pada masa ini menjadi Asisten Deputy dalam bidang infrastruktur jalan. Perjalanan karirnya berlanjut pada saat penggabungan menjadi Dep Kimpraswil sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri. Tahun 2002, Hermanto menjadi Kepala PUSKABIJAK, selanjutnya menjadi staf akhli Menteri bidang Otonomi Pembangunan Regional.

Dari jejak rekam profesionalnya tersebut yang telah menyandang berbagai fungsi strategis akhirnya pada tahun 2005 - 2007, Hermanto mendapat tugas dengan beban lebih berat yaitu menjadi Direktur Jenderal Penataan Ruang. Pada masa tugasnya telah diselesaikan antara lain diundangkannya UU Penataan Ruang yang baru, ditetapkan jabatan fungsional Penataan Ruang, maupun diperolehnya keandalan mutu ISO dikelembagaan Hukum Penataan Ruang. Kembali garis tangan aslinya sebagai akhli jalan, sejak Juli 2007 Hermanto ditugaskan menjadi Direktur Jenderal Bina Marga. Terakhir ini sangat mungkin merupakan jabatan yang paling tepat sesuai dengan latar belakang pendidikan dan awal karirnya di jajaran Bina Marga. Terbukti dengan beberapa konsep yang kemudian ditawarkan untuk peningkatan program pengembangan jalan di Indonesia.

Berikut ini adalah pikiran dan program ringkasnya yang dijalankan selama menjabat sebagai Dirjen Bina Marga, sekaligus didaulat sebagai Ketua Umum HPJI.

Zero potholes Idaman Hermanto dimasa mendatang, jalan harus memiliki kinerja sangat baik dengan antara lain meminimalkan lubang atau kerusakan jalan. Konsep Zero Potholes diharapkan dapat dilaksanakan sehingga pada tahun 2009 tidak ada lagi jalan dengan kerusakan lubang, karena akan diatasi dengan segera, khususnya untuk jaringan jalan nasional. Untuk menerapkan program ini, telah dilakukan berbagai penyesuaian, manajemen pemeliharaan, preservasi, agar semakin pro-aktif dengan membentuk berbagai gugus tugas maupun penyiapan pedoman manual yang disamping untuk jalan nasional juga dapat digunakan di tingkat jalan provinsi dan kabupaten. Program ini diharapkan akan sangat membantu dalam menjaga asset jalan agar tetap berfungsi secara optimal dan sekaligus meningkatkan kapasitas dan layanan bagi para pengguna jalan agar mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Preservasi Jaringan Jalan Target Hermanto dalam kontek ini adalah jalan yang yang semakin kuat dan semakin luas. Pada tahun 2007 telah terbangun 78.000 lajur km dan ditambah dengan 4.000 lajur km sehingga pada akhir tahun 2008 menjadi 28.000 lajur KM. Penambahan dapat berupa jalan by pass, flyover, atau bentuk pelebaran jalan sebagaimana dilaksanakan di jalur Pantura. Pada jalur tersebut ditambahkan dari dua lajur menjadi empat lajur. Konsep ini didasarkan atas peningkatan daya tampung berbasis keseimbangan secara makro. Pendekatan ini juga diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi jalan, dengan catatan akan dilakukan pendekatan khsusus untuk daerah perkotaan dan lebih khusus lagi di wilayah metropolitan.

Sistem Jaringan Jalan Menerus Di Perkotaan Guna meningkatkan layanan bagi pengguna jalan, perlu diterapkan konsep jalan tidak terputus. Konsep ini menurut Hermanto didasarkan atas pemikiran kelancaran arus dan melayani lebih luas dengan pengurangan gangguan yang tidak perlu. Konsep pembuatan jalan lingkar dan radial adalah salah satu model yang diterapkan di kota besar dan metropolitan. Pengembangan kota yang menjadikan tumbuhnya kota satelit diantara kota inti menghasilkan pola perjalanan regional dalam satu kota besar metropolitan. Sebagai ilustrasi di DKI Jakarta konsep ini diterapkan dengan telah dibangunnya lingkar pertama Cawang-Pluit-Tanjung Priok, selanjutnya sedang dibulatkan penyelesaian lingkar Ulujami-Cikunir-Tanjung Priuk (JORR) dan lingkar ketiga Bandara-Kunciran-Serpong-Cimanggis. Dengan pembangunan tiga lingkar tersebut menjadikan struktur jalan lingkar di DKI Jakarta menjadi 3 lingkar yang didukung oleh 8 jalan redial, antara lain jalan tol Jakarta-Tangerang, jalan Daan Mogot, jalan tol Jagorawi, maupun jalan tol dan non tol Jakarta-Cikampek. Perlu pertimbangan yang lebih komprehensif agar terjadi keseimbangan antar moda, antara lain dengan penyediaan moda angkutan massal-mass rapid transit, sehingga peran jalan jangan terlalu dominan. Hal ini mengingat keterbatasan lahan di perkotaan sehingga angkutan massal dapat melayani secara efisien. Mempertimbangkan tahapan pembangunan, angkutan massal yang memerlukan waktu cukup panjang, maka sedang dikembangkan pula pembangunan jalan lingkar terdalam yang menghubungkan Kampung Melayu-Tomang-Kemayoran dan kembali ke Kampung Melayu berupa jalan langsung yang akan disinerjikan dengan angkutan massal di jalan tersebut.

Pendanaan Jalan Terkait dengan pendanaan penyelenggaraan jalan Hermanto menyatakan harus ada konsep berbasis ada dana minimum untuk infrastruktur jalan guna menjamin berfungsinya jalan yang ada. Infrastruktur jalan diyakininya sebagai urat nadi ekonomi dan jalan merupakan modal sosial masyarakat. Harus disiapkan dana minimal untuk infrastruktur melalui antara lain penyiapan dan penerapan dana multi tahun sehingga ada keterjaminan pelaksanaannya dimasa mendatang. Konsep ini antara lain telah diterapkan pada jalan Pantura, Lintas Timur Sumatera. Pendanaan juga diharapkan dari pihak swasta untuk membangun jalan tol. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah pembangunan jalan tol disamping pada ruas yang sepenuhnya layak secara financial yang dapat diberikan dukungan pemerintah pada jalan yang tidak sepenuhnya layak financial. Jalan yang dipandang secara ekonomi layak, yaitu seperti pada ruas jalan tol Kertosono - Solo, dengan pendanaan yang dilakukan secara patungan antara pengembang dan pemerintah. Model pendanaan lain adalah pembangunan fisik oleh pemerintah dan setelah selesai baru ditawarkan melalui tender Investasi kepada Investor. Program dimasa mendatang agar penyelenggaraan jalan berkelanjutan perlu diterapkan konsep Road Fund melalui pendekatan "fee for service". Disamping itu, penyelenggaraan manajemen jalan yang sudah mulai diterapkan, seperti kontrak multi years, masa pemeliharaan kontrak yang lebih panjang (Extended Warranty Period), kontrak berbasis kinerja, maupun konsep manajemen jaringan jalan yang perlu terus di intensifkan penerapannya. Demikian pula penerapan berbagai alternative teknik yang sudah dimulai penerapannya seperti recycling, penerapan beton semen precast, semi ekstraksi asbuton, maupun struktur pile-slab untuk jalan di tanah lunak serta teknologi jembatan panjang perlu pula secara lebih intensive diterapkan.
SDM Jalan Hermanto menjadikan pembinaan SDM bidang jalan sebagai prioritas karena tantangan dimasa mendatang sangat berat. Perlu dikembangkan sistem pembinaan dengan menerapkan sistem berbasis kinerja (marit), artinya dengan memberikan penghargaan bagi yang berprestasi. Dalam kaitan ini diharapkan HPJI dapat turut berperan antara lain dengan melaksanakan kegiatan pelatihan maupun sertifikasi, agar baik kuantitas maupun kualitas SDM Bina Marga maupun Mitra Kerja menjadi lebih baik.

HPJI dan harapan ke depan HPJI adalah organisasi profesi yang besar di Indonesia perlu menjadi kebanggaan bagi semua pemangku kepentingan, baik anggota maupun sebagai pengurus di tingkat pusat maupun daerah, yang keanggotaan sudah melebihi 17.000. Menurut Hermanto perlu dikembangkan suatu bentuk manajemen unik di HPJI agar lebih memberikan manfaat bagi anggotanya yang tersebar di berbagai DPD HPJI dan bermanfaat pula bagi masyarakat. Berbagai program telah dilakukan HPJI perlu terus dikembangkan sehingga memfasilitasi adanya wahana pertukaran pengalaman di antara anggota HPJI maupun profesional yang lain. Sertifikasi internasional bagi anggota HPJI juga menjadi perhatiannya. Dimasa depan diharapkan anggota dapat lebih aktif dalam berbagai kegiatan khususnya jaringan internasional, dan aktifitas tersebut perlu didorong oleh HPJI. Dengan demikian akan nampak kontribusi lebih nyata dan tingkat kemampuan dari anggotanya dalam kancah profesionalisme pengembangan jalan. Hal ini juga diperkaya dengan variasi keahlian dan bidang keilmuan dari anggota HPJI.

Keluarga Hermanto seorang abdi Negara baik di pemerintahan maupun di berbagai organisasi yang dikenal oleh masyarakat jalan sebagai pekerja keras yang tidak pernah mengungkapkan kata lelah, dibalik kehidupan karirnya, ternyata Hermanto juga berhasil membina keluarganya dengan baik. Hermanto adalah suami dari Ir. Sri Widayatie, MT, yang dengan bekal Iptek yang dimilikinya, selain sebagai ibu rumah tangga, ny. Hermanto juga menerapkan ilmunya sebagai Dosen di Universitas Jayabaya. Dari ke-empat orang putra putrinya, DR. Emil Elestianto D, MSc (24 tahun) adalah putera sulung, dan atas karunia Yang Maha Kuasa dalam usia 22 tahun Emil telah sukses menyandang gelar S-3 nya. Emil sang Junior, terlahir pula sebagai putera brilian yang telah dibuktikannya diawali dengan perolehan penghargaan sebagai Siswa Teladan peringkat Pertama SMP di tingkat DKI Jakarta. Demikian pula ketika di bangku SMA; Emil memperoleh beasiswa Institution di Singapore. Pada jenjang pendidikan tinggi, beasiswa S-3 diperolehnya pula dari Universitas Ritzumikan Asia-Pacific di Jepang. Emil bagaikan sang ayah, senantiasa aktif di dunia organisasi, antara lain sebagai ketua executive forum komunikasi alumni luar negeri maupun pengurus Ikatan Ahli Perencana Nasional (IAP). Emil sudah ngentas dan meniti karirnya di perusahaan Ekonomi dan Investasi yang merupakan salah satu clien dari World Bank dan juga sebagai Dosen di program International Universitas Indonusa. Amila Alistiawati 20 tahun adalah puteri kedua yang akan di wisuda pada bulan Desember 2008 di Universitas Tasmania Australia (bidang Corporate Governance & Design). Putera ketiga Eril Arioristanto 11 tahun serta Eron Ariodito 8 tahun, keduanya masih berada di Sekolah Dasar Cipinang Melayu 03 pagi. Nampaknya generasi Hermanto akan termotivasi di dalam keilmuan dan berbagai karya sebagaimana perwujudan dari kedua orang tuanya yang memiliki dedikasi yang tinggi, amin.
Selamat berkarya HERMANTO DARDAK, sebagai putera yang terlahir di HPJI, semoga semangat dan keberhasilan yang diraih dapat menjadikan HPJI sebagai organisasi profesi yang bermanfaat bagi anggota dan masyarakat, Insya Allah..............(Sumber : Majalah JALAN Edisi 112)


KRT Kawal Seleksi CPNS di Trenggalek


[Doding dan Puryono ketika ikut demo dukung KPK di Jakarta]


Trenggalek, prigibeach.com

Masyarakat yang tergabung dalam Konsorsium Rakyat Trenggalek (KTR) Peduli Seleksi CPNS Bersih, menghimbau kepada seluruh calon peserta seleksi CPNS Tahun 2009 di Kabupaten Trenggalek agar bersikap jujur, transparan dan mematuhi prosedur hukum.

Untuk itu, KRT kemarin menggelar aksi damai dengan membagi-bagikan selebaran kepada setiap calon peserta seleksi yang datang di Kantor Pos Trenggalek. Dalam selebaran itu, KRT menekankan pentingnya optimisme dan ke-PD-an dari semua calon peserta. Seleksi CPNS tahun 2009 harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk mencari pekerjaan namun tetap memegang teguh prinsip-prinsip kompetisi yang jujur dan profesional, fair dan bersih.

"Seluruh masyarakat Trenggalek berharap, seleksi ini menjadi ajang kompetisi untuk mencetak
birokrat yang benar-benar profesional dan bermoral terpuji,serta bebas dari KKN," ujar Puryono salah seorang anggota KRT.

"Dalam tes CPNS ini tentu banyak pendaftar yang mempersiapkan diri serius. Mulai dari belajar
mengerjakan soal-soal tahun lalu serta terus memaksimalkan belajar. Mereka inilah yang diharapkan bisa lolos dalam seleksi CPNS nanti. Bukan calon peserta yang hanya bermodalkan uang saja," tambah Puryono.

Karena itu, demi mengawal pengadaan CPNS yang benar, jujur dan tanpa uang, KRT akan menggalang pini dan membuka posko pengaduan CPNS. "Harapannya agar semakin banyak orang yang peduli, agar rekrutmen CPNS diselenggarakan secara bersih," kata Doding, anggota KRT lainnya. Selanjutnya Doding berharap agar Panitia dan Pemkab Trenggalek bersikap bijak, transparan dan akuntabel sehingga publik bisa menerima dengan jiwa besar hasil dari seleksi itu nantinya.

"Saya jadi makin percaya diri dan optimis, Mas. Mudah-mudahan mereka bersungguh-sungguh mengawal pelaksanaan tes ini," ujar Puji Handayani dari Karangan. Ucapan senada juga disampaikan oleh beberapa pendaftar setelah tahu maksud dari aktivitas KRT dengan membagi-bagikan selebaran tersebut.

Walaupun demikian ada juga calon pendaftar dan pengunjung Kantor Pos yang pesimis akan efektivitas gerakan KRT Peduli Seleksi CPNS Bersih ini. Mereka menganggap, para aktivis tak akan mampu membendung jalinan system kolusi dan nepotisme yang selama ini marak terdengar di masyarakat.(hab).

Razia Handphone Siswa SMK dan SMA di Trenggalek


Drs. Suwatmo, Kabid SMP/SM Diknas Trenggalek

Trenggalek, prigibeach.com

Kemarin satuan polres Trenggalek melakukan razia handphone dadakan ke sekolah-sekolah. SMKN 1 Trenggalek dan SMAN 2 Trenggalek menjadi sasaran target razia.

"Kami sengaja tidak memberitahukan lebih dahulu, agar operasi ini bisa maksimal" ujar KBO Satreskrim Polres Trenggalek, Iptu M. Choiril. Karenanya para guru dan siswa nampak kelabakan dengan adanya operasi terhadap hand phone (HP) me­reka.

Operasi dibagi menjadi dua tim. Sasarannya, siswa SMKN 1 Trenggalek dan SMAN 2 Trenggalek. Mulai pukul 07.00 polisi mendatangi dua sekolah tersebut kemudian meminta kepada siswa untuk menyerahkan HP mereka guna diperiksa. Pemeriksaan berjalan lancar, walaupun ada satu dua fitur handphone yang perlu dipandu oleh siswa pemiliknya.

Hasil operasi nihil, tidak satu pun handphone milik siswa yang menyimpan video/gambar pornografi.

Kepala SMAN 2 Trenggalek Sunu Widodo merasa bersyukur karena tidak ada siswanya yang kedapatan menyimpan gambar atau video porno. "Tadi tidak ada pemberitahuan, saya sediri juga kaget. Ternyata anak-anak tidak ada yang nakal, syukurlah," ujar Sunu.

Terpisah, Drs. Suwatno, Kepala Bidang SMP/SM Diknas Trenggalek, mengaku sangat berterima kasih kepada pihak Polres Trenggalek. "Dengan razia ini, kami merasa terbantu untuk mengawasi dan melakukan tindak preventif. Kami berharap tidak terjadi kasus-kasus pornografi di lingkungan dinas pendidikan kita", ujar Suwatno.(hab)

Senin, 09 November 2009

Makna Pahlawan Di Tengah Perseteruan Para Penegak Hukum

Besok kita memperingati Hari Pahlawan yang ke-64, 10 November 1945 - 10 November 2009. Enam puluh empat tahun lalu para pahlawan telah mengorbankan harta dan nyawanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Kita memilih 10 November sebagai Hari Pahlawan karena pada tanggal tersebut 64 tahun silam para pejuang kita yang diwakili oleh arek-arek Soerobojo bertempur mati-matian melawan tentara Inggris di Surabaya.

Saat itu kita hanya mempunyai beberapa pucuk senjata api, selebihnya para pejuang menggunakan bambu runcing. Namun para pejuang kita tak pernah gentar untuk melawan penjajah. Kita masih ingat salah satu tokoh yang terkenal pada saat perjuangan itu yakni Bung Tomo yang mampu menyalakan semangat perjuangan rakyat lewat siaran-siarannya radionya.

Setiap tahun kita mengenang jasa para pahlawan. Namun terasa, mutu peringatan itu menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah makin tidak menghayati makna hari pahlawan. Peringatan yang kita lakukan sekarang cenderung bersifat seremonial. Memang kita tidak ikut mengorbankan nyawa seperti para pejuang di Surabaya pada waktu itu.

Momentum hari Pahlawan 2009 terasa akan lebih bermakna, andai kita semua mau membenahi diri baik sebagai individu maupun kelompok dan institusi. Ingatlah, betapa tetesan darah para pahlawan kita untuk menegakkan Merah Putih di Bumi Pertiwi masa itu tanpa ada pamrih sama sekali. Kecuali niat yang tulus ikhlas : mewariskan sebuah negeri yang merdeka kepada generasi bangsa ini!

Tugas kita sekarang adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman. Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya. Kita wajib menundukkan kepala untuk mengenang jasa-jasa mereka. Karena itulah kita merayakan Hari Pahlawan setiap 10 November.

Kita semua harus mampu mereduksi dan mengimplementasikan makna kepahlawanan yang mereka contohkan. Bukan sebaliknya mengkhianati cita-cita mereka dengan membuka peluang-peluang baru bagi masuknya penjajah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Para koruptor dan para pejabat yang bermental biadab, adalah contoh konkrit dari para pengkhianat bangsa. Perseteruan antara para penegak hukum yang saat ini melanda institusi hukum, merupakan fakta yang tak terbantahkan, gambaran sebuah drama politik dan kriminal yang tragis dan menyedihkan. Merupakan fenomena yang merambah bukan saja di pusat pemerintahan bahkan sampai ke pelosok-pelosok daerah kabupaten/kotamadya.

Rakyat sudah mahfum itu, sudah mengetahui semuanya semenjak lebih dari 30 tahun ini. Namun ketidak-berdayaan memaksa rakyat harus merunduk-runduk, dan bersimpuh dengan kedua belah tangan terserimpung intimidasi dan kebohongan hukum. Selain terpaksa membiarkan hak-hak kesejahteraan mereka dirampas oleh para koruptor, rasa keadilan rakyat pun dijajah oleh keperkasaan mafia peradilan!

Sesunggunhya, kepahlawanan tidak hanya berhenti saat kita sudah merdeka. Dalam mengisi kemerdekaan pun kita dituntut untuk menjadi pahlawan. Bukankah arti pahlawan itu adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran? Bukankah makna pahlawan itu adalah pejuang gagah berani? Bukankah makna kepahlawanan tak lain adalah perihal sifat pahlawan seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan?

Menghadapi situasi seperti sekarang kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan. Dalam konteks ini kita dapat mengisi makna Hari Pahlawan yang kita peringati setiap tahun pada 10 November, termasuk pada hari ini. Bangsa ini sedang membutuhkan banyak pahlawan, pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai, Indonesia yang adil dan demokratis, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Indonesia yang bebas dari teroris biadab berwajah koruptor. Ibu Peritiwi yang merdeka dari mafiyoso peradilan!

Bila para penegak hukum sudah tidak lagi mengemban amanah, kemana lagi rakyat ini harus mengadu? Barangkali, hanya dengan ziarah ke makam para Pahlawan rasa bathin yang teraniaya ini bisa terobati. Sebab, mengadu pada institusi penegak hukum bagi mereka justru membuat kemiskinannya bertambah

Rata Penuh