Minggu, 13 Mei 2012

Filosofi Sepeda, Sebuah Analogi Tugas dan Kewajiban

Apapun yang ada di dunia ini sebenarnya bisa di jadikan pelajaran bagi orang yang mau mengambilnya sebagai pelajaran. Seperti kata Pepatah orang Minang “Alam takambang jadi guru” yang kalau di Indonesiakan berarti “alam yang membentang luas jadi guru”.

Alkisah, seorang ustadz abal-abal (maksudnya ustadz tradisional, tanpa gelar akademis!), memberikan nasihat kepada seorang ustadz yang bergelar akademis di belakang maupun di depan namanya. Dengan sangat bijak ustadz abal-abal ini menasihati ustadz akademis dengan filosofi sepeda. Sebab dengan gelar akademis setinggi apapun yang dia miliki, tak akan memberi pengaruh  apapun kepada kepada para muridnya apabila dia tidak bisa menghormati dan menghargai perjuangan para murid yang selama ini telah berjuang bersama-sama dalam menegakkan dakwah di bumi Allah ini.

Kisahnya, pada suatu malam terjadi dialog diantara komponen-komponen sepeda; Entah bagaimana pada awalnya, mendadak semua komponen sepeda dengan perasaan marah dan jengkel mengungkapkan jasa mereka masing-masing sehingga bisa menjadi wujud sepeda.

Berkata frame : "Kalau tidak ada aku, apa kalian bisa jadi sepeda ? Coba pikir, dimana kalian akan dipasangkan kalau tidak ada frame seperti aku.”

Dengan lantang perkataan frame dibalas oleh stang, ”Memang benar saya numpang sama kamu, tapi kalo saya gak ada, memang kamu bisa jalan?"

Tidak mau kalah berkata ban, ”Saya donk yang paling berjasa, kalau gak ada ban mana bisa anda-anda semua disebut sepeda.”

Dengan perasaan sedikit tersinggung berkata rims, ” Memang betul kalau gak ada ban kita memang gak bisa jalan sich, tapi kamu kan numpang sama saya.”

Mendengar temannya semakin ribut rantai pun tak mau kalah, dia pun berkata, ”Memang anda semua gak sadar ya, kalau tidak ada saya, kalian mau mengayuh apa?”

Dengan bijaksanan akhirnya rem berkata, ”Kalian semua memang berjasa, tanpa ada kalian tentu kita tidak bisa disebut sepeda. Tapi coba saudara pikir seandainya tidak ada saya, pasti kalian akan mati semua di jalan raya atau masuk jurang.”

Lalu berturut-turut  komponen-komponen lain menyebutkan jasa-jasa mereka, sehingga masing-masing komponen tersebut jadi tahu bahwa tanpa teman-teman yang ada di sekelilingnya, mereka tidak akan sempurna dikatakan sebuah sepeda.

Setelah mendengarkan argumen komponen-komponen lain, barulah mereka tahu jasa masing-masing komponen tersebut, lalu merekapun mencari-cari siapa yang tidak berjasa kepada sepeda. Akhirnya mereka melihat pentil yang kecil yang tersembunyi di dalam ban sepeda. masing-masing mereka mempertanyakan peranan pentil dalam dunia persepedaan. Karena lama berada di tempat tersembunyi dan lingkungan tempat dia berada selalu gelap serta tidak ada kawan yang menemani, pentil pun gagap, dia tidak tahu apa kontribusi dia terhadap dunia persepedaan (biasa, hidup terasing membuat si pentil jadi minder dan kuper). Karena pentil tidak bisa menunjukkan jasa-jasanya, akhirnya komponen sepeda yang lain sepakat kalau pentil tidak memberikan kontribusi apa-apa dalam dunia persepedaan karena kecil dan tersembunyinya. Dengan kesimpulan demikian merekapun menyuruh pentil untuk pergi dari dunia persepedaan, sebab dia tidak berguna.

Dengan sedih, malam itu pentil pergi dari tempat selama ini dia bersemanyam. Hatinya gundah gulana, kemana akan pergi dan apa yang bisa ia lakukan ketika tidak lagi bersama sepeda. Pekerjaan yang dia tahu selama ini hanyalah menahan angin agar tidak keluar dari ban sepeda. Dan sekarang dia terusir dari pekerjaannya. Tapi kalau dia bertahan, harga dirinya telah terinjak-injak oleh teman2nya yang merasa paling berjasa. Daripada harga diri terinjak-injak, lebih baik pergi menjauh,  agar tidak selalu mendapat hinaan. Seperti pepatah para pejuang kita dulu, ”Lebih baik berputih tulang, daripada berputih mata”.

Besok paginya, Tuan mereka -sang pemilik sepeda-  tidak jadi pergi bekerja membawa sepeda sebagai kendaraannya. sebab ketika hendak berangkat Tuan menemukan bannya kempes. Hingga dia memutuskan untuk naik oplet saja. Dan saat itulah baru komponen-komponen sepeda yang lain itu sadar, bahwa tanpa pentil yang kecil dan seperti tidak berguna itu, ternyata mereka tidak akan berarti apa-apa, sama sekali tidak berguna!

Kesimpulannya: Hargailah perjuangan (tugas, kewajiban, manfaat dan kegunaan) orang-orang yang bersama dengan Anda, baik dia itu bawahan Anda, teman-teman Anda, ataupun dia itu adalah murid dalam pengajian Anda. Sebab meski sekecil apapun kontribusi yang selama ini ia kerjakan, misal cuma membawakan minuman dan membersihkan meja Anda, yakinlah dia juga sangat berjasa pada Anda. (see original post).

Barangkali Anda Juga Tertarik Untuk Baca:

Niadesain.com

19 Komentar:

Desa Cilembu mengatakan...

setuju kang, kadang karena kesombongan, suka lupa pada yang kecil dan remeh disekitar kita...padahal adanya merekapun atas kehendak-NYA pula.
nice share kang, salam sehat selalu.
sudah liat daftar "blog kembar" kang didesa?...:0)

Lina CahNdeso mengatakan...

@ Desa Cilembu: Betul sekali, Sahabatku. Kesombongan adalah inti dari kemunafikan! Salam sahabat, langsung mau lihat "blog kembar"..

Aflah mengatakan...

berkunjung di siang hari.
makasih gan udah mau shear...nice

Lina CahNdeso mengatakan...

@ sepri yanto: Okay, salam sahabat...

wongcrewchild mengatakan...

filosofi yg sngat mnarik
setiap kmponen mmliki kntribusi yg penting
sprti khidupan kita yg sllu mmbutuhkan org lain
thanks mas

Lina CahNdeso mengatakan...

@ wongcrewchild: Maturnuwun balik, Kangmas. Begitulah kehidupan, mari kita saling toleransi dan menghargai sesama.
Godbless you....

Samsul Bahri mengatakan...

Luar biasa sobat, menjadi suatu pembelajaran buat diri saya. Terima kasih.

Telaga Pandan mengatakan...

Artikel yg sangat menarik, I like it...

Memang semua hal yg ada didunia ini, bila kita jeli bisa menjadi pelajaran juga hikmah untuk kehidupan kita....

Untuk itu, belajar... belajar dan terus belajar..
Bacalah,,, bacalah,,, bacalah...

Ambil nilai positif setiap keadaan, smoga menjadikan kita lebih baik...

BlogS of Hariyanto mengatakan...

sepertinya itulah yang terjadi pada bangsa dan negeri ini, masing-masing mulai memperlihatkan jasa-jasanya..sehingga membuat mereka jadi angkuh dan lupa akan bangsa negara-nya sendiri

lina@happy family mengatakan...

Setuju sekali!

Setiap orang itu berjasa, sesuai dengan perannya dan porsinya masing2.

Anonim mengatakan...

setuju banget sama postingnya.. hargailah orang lain,karena kita tidak bisa hidup sendiri..

Obat Herbal Luka Operasi mengatakan...

setuju banget!

setiap orang harus saling menghargai.................

Lina CahNdeso mengatakan...

@ Samsul Bahri: Hm.. juga bagi saya, salam sahabat!

Lina CahNdeso mengatakan...

@ Telaga Pandan: Setuju, Sahabat, dan tiada waktu berhenti belajar, kecuali saat menjelang ke liang kubur?! xixixi...

Lina CahNdeso mengatakan...

@ BlogS of Hariyanto: Gejala tersebut memang jelas terlihat, Sahabatku! Semoga kita diberi Allah kekuatan untuk menjadi hamba-Nya yang istiqomah, tetap tawaddhu. Amin ya Mujibassailin.

Lina CahNdeso mengatakan...

@ lina@happy family: Betul banget, Beauty.. thanks sudah menyempatkan diri hadir di sini. Love and peace for you, Princess...!

Lina CahNdeso mengatakan...

@ Naturalzine: Saling menghargai dan saling menghormati; alrgiht, Bro... Thanks

Lina CahNdeso mengatakan...

@ Obat Herbal Luka Operasi: Alright, Sahabatku... keep in touch by blogging and of course with bussiness online!

Rani Maharani mengatakan...

Benar sekali. alam terkembang menjadi guru. Sebuah pepatah yang sangat saya ingat.

Posting Komentar

"Bila Anda berkenan, dengan segala kerendahan hati, saya mohon, sudilah menuliskan komentar di sini; Bagi Anda yang berniat Copas konten blog, saya persilahkan, dan tolong link balik diikutkan. Terima kasih, Love and Peace".

Please Read This For Peace
(Mohon Baca Ini, Demi Persahabatan)




Disclaimer

I don't and never claim ownership or rights over images published on my blog unless specified.
All images are copyright of their respected creators. If any images that appear on my blog are in violation of copyright law, please contact me on my Chat Box/Guest Book or via my e-mail (maksumhamid [at] trenggalekjelita [dot] web [dot] id) and I will remove the offending pics as soon as possible.

Thank You So Much All Guests and Blogger Friends

I greatly appreciate your kindness to visit my blog and,
in return, I promise I will pay my own visit to your blogs or your sites as soon as possible.; Insyaallah, through this sort of social amiability and solidarity, we could find out a great
deal of thing which will be useful for advancing our human values.
For the sake of friendship and togetherness, please leave a sign of your presence on myChat Box/Guest Book or on comment, so that I can know it precisely and instantly.


Yours sincerely and best regard.
[Lina CahNdeso]

Categories

Senandung Kawula Alit (280) PNS dan Birokrasi (255) Artikel (223) Info (212) Pendidikan (163) Lowongan Kerja (161) Sains-Teknologi Informasi (151) Sejarah Trenggalek (145) Pembangunan (90) Politik (86) Bagi Pahlawan Kemerdekaan (83) Islam (70) Pra-Anggapan (70) Agamaku (69) Kriminal (69) UU-Peraturan (63) Anti Korupsi (60) Catatan Budaya (58) Antik dan Klasik (57) Olahraga (56) Numpang Niwul (54) Cinta dan Kasih Sayang (42) BisnisOnline (37) Tanggung Jawab dan Profesionalisme (37) Software (36) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (35) Sains-Teknologi (32) Biografi Tokoh Peraih Nobel (31) PTC (31) Legeslatif (30) Mesum (27) Palestina (27) Kesehatan (25) Info Beasiswa (24) Thiwul-Manco-Rengginang (22) Zionist (22) Artikel-Copas (21) Flora/Fauna (21) Trik dan Tips Blogging (21) Bencana Alam (20) Langka (20) Selebritis/Tokoh (19) Pariwisata (18) Piala Dunia 2010 (18) Kasus Korupsi (16) Sejarah Dunia (16) English Version (13) Antik dan Klasik. Dongeng (11) Fakta Unik (11) Berita CPNS (9) Fauna (8) Idul Fitri (8) Bencana (6) Bonsai (6) Film (6) Office (6) Poetry (6) Eksekutif (5) My Award (5) Antivirus (4) Biografi Tokoh Lokal (4) Kabinet (4) Puisiku (4) Guest Book (3) Lomba (3) Musibah (3) Polisi (3) Affiliasi Bisnis (2) Bank (2) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (English) (2) Ekonomi/Keuangan (2) Iklan/Pariwara (2) KIB Jilid 2 (2) Mbah Surip (2) Merapi (2) Musik (2) Pelantikan Presiden (2) Taxi (2) lebaran (2) Adipura (1) Alexa (1) Banner Sahabat (1) Biografi Tokoh Seni/Sastra Lokal (1) Catur (1) Cerpen (1) Daftar Posts (1) Dewa Ruci (1) Forex-JSS-JBP (1) GTT (1) Game (1) Google Sandbox (1) Hari Jadi (1) Irshad Manji (1) Jamu Tradisional (1) Jelajah Sepeda-Kompas (1) Jimat Trenggalek (1) Judi/Togel (1) Kuliner (1) Malaysia (1) Maria Verchenova: Russian golferMaria Verchenova: Russian golfer (1) Moammar Khadafi (1) Parcel (1) Perempuan (1) Pers (1) Pramuka (1) Psikologi (1) Resensi Buku (1) Sepak Bola (1) Sumpah Pemuda (1) TNI (1) Tradisional (1)
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes

Back To Top