Dalam seminggu terakhir, gerakan masyarakat serta operasi anti pornografi dan pornoaksi oleh pemerintah sangat marak dan penuh antusiaisme dilakukan di seluruh pelosok Nusantara. Jajaran Kepolisian dan instansi yang terkait seperti dinas pendidikan, dan atau dinas kominfo mengerahkan segenap kemampuan mereka untuk mencegah beredarnya video mesum Ariel, Luna Maya dan Cut Tari. Sementara masyarakat yang masih menjunjung moralitas dan nilai-nilai luhur Bangsa, dengan serentak menggelar aksi menentang keras terhadap peredaran video mesum itu.
Masyarakat yang sadar akan eksistensi kesusilaan dan dogma-dogma religi memang mengutuk segala perbuatan yang berbau porno dan sex bebas. Bahkan sudah ada beberapa daerah yang bersiap mencekal Ariel, Luna Maya dan Cut Tari apabila perbuatan ketiganya sudah dibuktikan oleh yang berwajib. Masyarakat Jawa Timur adalah yang paling awal dan terdepan menegaskan sikap untuk menolak kehadiran artis porno, tidak perduli siapa pun orangnya. Di beberapa daerah, luapan kejengkelan dan ketidak-sukaan mereka terhadap pelaku video mesum diungkapkan dalam bentuk aksi pembakaran poster, gambar dan bahkan vcd asli artis yang bersangkutan. Para pelajar dan santri yang didukung para guru dan ustadz/ustadzah juga aktif berpartisipasi dalam gerakan ini.
Dalam pada itu, jajaran kepolisian juga melakukan penyisiran di semua warnet yang ada di daerah-daerah. Bekerja sama dengan instansi terkait, operasi anti pornografi dan pornoaksi digelar di lembaga pendidikan, utamanya di sekolah-sekolah lanjutan atas. Sungguh sebuah komitmen yang sangat kompak, pemerintah bersama masyarakat bisa bersatu menentang perilaku mesum dan bejat!
Hikmah Video Mesum Artis
Ternyata, ulah artis papan atas kita yang telah merekam tingkah laku sexual mereka dalam bentuk video dan kemudian tersiar di alam maya, telah memberikan berkah yang positif bagi keberadaan sikap masyarakat yang anti pornografi dan pornoaksi di masa kini maupun akan datang. Video mesum artis kita, dapat menjadi titik tolak bagi menyatukan inspirasi dan idealisme kita tentang batasan pornografi maupun pornoaksi. Penolakan masyarakat dan sikap tegas pemerintah atas kehadiran rekaman mesum itu adalah bukti bahwa Bangsa Indonesia tetap kukuh pada nilai-nilai moral ketimuran, nilai-nilai luhur budaya Bangsa, terutama dogma-dogma yang mereka yakini. Kita bukan sekedar ingin memblokir video mesum artis Indonesia, namun masyarakat dan pemerintah secara kompak ingin membrantas segala bentuk perbuatan mesum, pornografi, pornoaksi, apalagi kehidupan sex bebas.
Apapun dalih pembuatan sebuah video mesum, apabila sudah beredar di masyarakat, maka si-pembuat dan para pelakunya juga harus ikut bertanggungjawab. Bukan hanya para pengedarnya yang dikenai sanksi, karena kesengajaan untuk merekam sebuah perbuatan jinah dan perilaku porno (mesum) tentu akan berdampak terhadap kelestarian nilai-nilai luhur yang selama ini kita teguhi. Efek negatif setiap perilaku, perbuatan yang berbau porno dan mesum pasti akan mengemuka tatkala keharmonisan dari para pelaku mulai terancam retak. Keharmonisan manusia hanya bisa terjaga apabila itikad jalinan kebersamaan dicurahkan dengan pola-pola yang manusiawi dan jauh dari syahwat kebinatangan. Pola-pola hubungan yang manusiawi dan terlindungi dari hawa nafsu syaitan hanya akan diimplementasikan oleh manusia-manusia yang memelihara serta menjunjung tinggi moralitas, nilai-nilai kultur dan dogma-dogma dalam jiwanya.
Perdebatan tentang batasan pornografi dan pornoaksi hendaknya tidak difokuskan hanya pada norma-norma religi, sekalipun nilai-nilai religius itu lebih banyak dianut oleh masyarakat Indonesia. Karena, bumi dengan segala isinya bukan diciptakan hanya untuk satu ras, atau bagi segolongan manusia. Melainkan secara universal dianugerahkan bagi seluruh ummat manusia, dengan segala bentuk peradabannya yang luhur. Sementara kita sebagai manusia beradab dengan sendirinya telah memiliki pegangan hidup berupa norma-norma keyakinan dan nilai-nilai kultur yang luhur.
Semua Orang Ingin Masuk Surga
Sejak jaman Nabi Adam dan Siti Hawa hingga sekarang, secara naluriah setiap manusia ingin hidup dalam kenikmatan yang nyata, dan kemudian meninggal dunia dengan tenang, yang pada akhirnya berharap rohnya kelak bisa bersemayam di sorga loga. Itulah sebabnya, dalam perkembangan norma-norma kultur dan keyakinan mereka digariskan bahwa bila ingin hidup berlimpah kesejahteraan dan kelak dapat menjadi penghuni sorga, maka seorang manusia diwajibkan berperilaku baik, bahkan berpikir pun harus senantiasa memenuhi kriteria yang diyakini dapat membawa roh mereka abadi di sisi Yang Maha Esa. Kesejahteran di sini bersifat relatif ukuran dan jenisnya, tergantung bagaimana cara kita mengadaptasikan keyakinan.
Setiap agama dan keyakinan yang dianut oleh manusia pasti bertujuan agar para pemeluknya dapat menempatkan diri sebagai makhluk yang arif dan bijak serta peduli pada sesama maupun lingkungan hidupnya, dengan harapan besar: generasi manusia akan datang bisa semakin terjauh dari sifat-sifat kebinatangan. Nilai-nilai luhur budaya yang hidup di Nusantara adalah fakta yang tidak dapat dikesamping. Dogma-dogma agama adalah aturan yang tidak terbantahkan. Keduanya menggiring manusia untuk memberikan yang terbaik bagi eksistensi komunitas dan lingkungannya. Bagi mereka yang melanggar atau menghindar dari ajaran-ajaran tersebut, dipastikan merupakan musuh masyarakat dan dianggap kaum kriminal yang harus diasingkan dalam sebuah komunitas untuk dibina dengan cara-cara yang lebih tegas, tapi bukan untuk dibinasakan. Bagi yang sudah melampaui batas, akan dikenai hukuman yang setara yang diyakini dapat mencurahkan pengampunan dari Tuhan Sang Maha Pencipta.
Apabila batasan pornografi maupun pornoaksi masih berkutat pada nilai-nilai religi, tentu akan sangat menyakitkan bagi yang terpojok. Begitupun sebaliknya, kalau batasannya didasarkan pada kultur suatu komunitas. Tuhan Yang Maha Esa dengan tegas mewajibkan manusia untuk mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, agar manusia itu dapat hidup tenang sejahtera di dunia fana.dan kelak bisa jadi penghuni sorga. Kemudian, adakah Tuhan memaksakan semua manusia untuk mematuhi-Nya? Tidak!
Jikalau ada yang bilang semua manusia harus memeluk Nasrani, atau memeluk Islam agar masuk sorga. Maka pernyataan ini akan dipertentangkan oleh masing-masing kubu. Kita tidak dapat mengklaim secara "terbuka" si-A yang kafir pasti abadi di neraka, atau si-B yang seagama/sekyakinan dengan kita akan menghuni sorga selamanya. Walaupun dogma-dogma yang kita miliki menegaskan demikian.
Semua Agama di Indonesia Anti Pornografi dan Porno Aksi
Mahatma Gandhi dan Margaret Thatcher terlahir dari lingkungan etnis dan religi masing-masing, namun mereka adalah pemeluk agama yang patuh dan taat akan dogma-dogma yang mereka yakini. Mereka sendiri, tidak pernah sekalipun meminta pada Sang Maha Pencipta untuk dilahirkan dari sebuah lingkungan tertentu. Sementara perilaku, perangai dan amal perbuatan kedua tokoh tersebut jelas patut diteladani. Adakah mereka kelak akan menghuni neraka sebagaimana ditegaskan oleh agama yang tidak mereka yakini? Adakah kita akan menjadi seorang Muslim atau Nasrani bila Kita terlahir di tengah hutan belantara dalam komunitas Dayak Kaharingan? Adakah kita akan semudah itu meninggalkan dogma-dogma yang sudah tertanam, mendarah-daging dalam diri kita, kemudian menukarnya dengan keyakinan lain?
Walaupun demikian, adalah suatu hal yang bijak, apabila kita tetap mempertahankan keyakinan agama/kepercayaan kita masing-masing; Menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan pertentangan dengan segolongan lain yang berseberangan dengan kita. Kemudian dengan arif memberikan suri tauladan, menunjukkan betapa norma-norma religi kita memang pantas diikuti. Selanjutnya berharap, agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan petunjuk pada kita (terutama mereka yang berseberangan dengan kita) semua untuk bersatu dalam komunitas kultur dan nilai-nilai kehidupan demi mencapai kesejahteraan yang abadi. Anti pornografi dan pornoaksi (yang diantaranya berbentuk perilaku mesum dan sex bebas) adalah salah satu wujud bahwa kita memiliki persamaan dalam ajaran moralitas.
Sekarang, mari kita manfaatkan momentum video mesum artis-artis kita sebagai pijakan untuk mempersatukan batasan pornografi dan pornoaksi, sembari tetap mengedepankan moralitas ketimuran dan logika bahwa seseorang tidak boleh dipaksa beralih keyakinan dan mengikuti nilai-nilai agama yang tidak mereka yakini. Karena Allah SWT akan dengan mudah membuat seluruh manusia menjadi kafir atau sebaliknya Kehendak-Nya pasti akan terjadi! (Trenggalek, 15 Juni 2010)





00.28
Lina CahNdeso

Posted in: 






![Validate my RSS feed [Valid RSS]](valid-rss-rogers.png)





0 Komentar:
Posting Komentar
"Bila Anda berkenan, dengan segala kerendahan hati, saya mohon, sudilah menuliskan komentar di sini; Bagi Anda yang berniat Copas konten blog, saya persilahkan, dan tolong link balik diikutkan. Terima kasih, Love and Peace".