Kekayaan 4.500 Pegawai Pajak Diperiksa

Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendalami dan memeriksa kekayaan 4.500 orang pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan.
"Kita sedang mendalami laporan kekayaan sekitar 4.500 pegawai di Ditjen Pajak," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di Jakarta, Selasa.
Johan menjelaskan, ribuan pegawai wajib lapor kekayaan itu terdiri dari penyidik pajak dan pejabat struktural. Proses pemeriksaan kekayaan itu adalah prosedur standar dan biasa dilakukan oleh KPK terhadap setiap laporan kekayaan penyelenggara negara.
Rencananya, KPK juga akan bekerjasama dengan Kementerian Keuangan untuk memeriksa kekayaan para pegawai pajak yang sebelumnya tidak masuk dalam kategori wajib lapor. Johan menjelaskan, perluasan kategori wajib lapor di Ditjen Pajak itu berdasar keputusan menteri keuangan. Dengan perluasan itu, KPK memperkirakan akan menangani laporan kekayaan sekira 10 ribu pegawai pajak.
"Tapi yang penambahan itu belum kita tangani. Untuk sementara kita tangani yang 4.500 orang dulu," kata Johan.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, M. Jasin mengatakan, jumlah wajib lapor Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Direktorat Jenderal Pajak adalah 4.670 orang.
Dari jumlah itu, sebanyak 4.465 orang sudah melapor. Hal itu berarti sebanyak 205 orang di instansi itu belum memenuhi kewajiban mereka sebagai penyelenggara negara untuk melaporkan harta kekayaan.
Bambang Soesatyo: Ada Bintang Tiga Terlibat

Anggota DPR-RI, Bambang Soesatyo. (ANTARA)
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) Bambang Soesatyo, mengutip informasi yang disebutnya diperoleh dari laporan masyarakat, menyatakan kuat dugaan seorang jenderal bintang tiga di Kepolisian terlibat dalam kasus Gayus P Tambunan.
"Komisi III mengendus adanya keterlibatan seorang jenderal bintang tiga di Kepolisian dalam kasus Gayus ini," kata Bambang kepada wartawan di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Selasa.
Meski yakin ada indikasi itu, Bambang menyatakan menghormati proses penyelidikan yang dilakukan Polri. "Soal siapa bintang tiga tersebut, mohon maaf Komisi III tak mau menyebutkannya," katanya.
Namun Bambang menyebut seseorang bernama Syahrial Johan ikut terlibat dalam kasus penggelapan pajak yang melibatkan Gayus Tambunan.
Menurut Bambang, Kapolri telah berjanji akan menuntaskan masalah penggelapan pajak ini dan Polri masih terus menyelidiki siapa saja yang terlibat.
Bambang mengungkapkan, dari Rp24 milliar yang digelapkan Gayus, Rp11 milliar mengalir ke pejabat kepolisian, Rp5 milliar mengalir pejabat kejaksaan dan Rp4 milliar mengalir di lingkungan kehakiman, sedangkan sisanya mengalir ke para pengacara.
"Ini semua harus diusut tuntas dan Kapolri sudah janjikan akan usut tuntas," kata Bambang.
Bambang menegaskan FPG memiliki perhatian penuh atas kasus Gayus ini, namun FPG ingin ini tidak menimbulkan pertikaian antar bintang di tubuh Polri karena akan menghancurkan institusi Polri.
"Kapolri harus bertindak tegas terhadap siapa saja yang terlibat di kepolisian agar tidak merusak institusi Polri," tegas Bambang.
Polri sendiri telah mencopot Brigjen Edmon Ilyas dari jabatan Kapolda Lampung.
Catatan CahNdeso: (Sumber : antara)
Kasus korupsi dan markus tidak hanya terjadi di pusat pemerintahan. Di daerah provinsi, kabupaten/kotamadya justru sangat-sangat banyak. Sampai saat ini, tidak pernah disentuh oleh hukum. CahNdeso tidak pernah mendengar, melihat atau membaca berita tentang hakim yang di tindak karena menyalahgunakan wewenang sehubungan dengan maskus....!
Apabila "penggerebegan markus yang dibesar-besarkan hanya di pusat, atau hanya kasus per-kasus yang diungkap, CahNdeso sungguh yakin, para penjahat berpantalon necis (pakai sepatu dan dasi) di daerah-daerah makin menyengsarakan masyarakat. Utamanya masyarakat sekelas CahNdeso, yang buta hukum tapi sangat haus keadilan...!!!
Woooo alaaaaah..... nasib-nasib-nasib.... mbiyen kok ra lahir dari rahim yang berdarah biruuuu....
Ning... CahNdeso ra getun, loh.... penak dadi bocah ndeso...ayem...yen nyawang pari wis kemuning... walah, mesthi meh panen.....





15.50
Lina CahNdeso
Posted in: 






![Validate my RSS feed [Valid RSS]](valid-rss-rogers.png)





2 Komentar:
coa deh mas baca novel catatan harian seorang mafia pajak...
pasti bakal taubagaimana sikap korupsi isa terbentuk dan bagaimana skemanya...
:P
liat ni link coba http://zonesa.blogspot.com/2011/09/catatan-harian-seorang-mafia-pajak-part.html
@ zone : Oklik, saya sudah baca barusan. Juga langsung kasih komentar, sayang selalu harus nunggu Anda setujui. Salam sahabat, Guys
Posting Komentar
"Bila Anda berkenan, dengan segala kerendahan hati, saya mohon, sudilah menuliskan komentar di sini; Bagi Anda yang berniat Copas konten blog, saya persilahkan, dan tolong link balik diikutkan. Terima kasih, Love and Peace".