Selasa, 16 November 2010

Imam Ghazali, 40 Jilid Kitabnya Musnah Dibakar
(Bagian Kedua-Habis)

Di kalangan para sufi, Imam Ghazali adalah ikon tersendiri. Ia sangat produktif, sementara karya-karyanya sungguh luar biasa. Dalam beberapa tulisannya, tasawuf disuguhkan dalam penalaran dan argumentasi yang sungguh mencengangkan. Hampir semua karyanya menjadi rujukan dan bahan penelitian hingga kini.
Bagi Ghazali, tasawuf merupakan himpunan antara akidah, syariat dan akhlak. Baginya perjalanan spritual seseorang mampu menjernihkan hati secara berkesinambungan sehingga mencapai tingkat Musyahadah (kesaksian).
Menurut Ghazali, kehidupan seorang muslim tidak dapat dicapai dengan sempurna kecuali dengan mengikuti jalan Allah yang di lalui secara bertahap. Tahapan itu antara lain tobat, sabar, kefakiran, zuhud, tawakal, cinta dan makrifat. Setelah ketujuh tahapan itu, manusia memperoleh Ridla. Oleh karena itu seseorang yang mempelajari taawuf wajib mendidik jiwanya. Lebih dari itu juga harus mendidik akhlaknya. Menurut dia, hati adalah cermin yang sanggup manangkap makrifat. Kesanggupan itu terletak pada hati yang jernih dan suci.

Setiap karya Ghazali mempunyai keunikan tersendiri dengan gagasan-gagasan yang orsinil. Tidak kurang dari 228 kitab ditulisnya, meliputi berbagai disiplin ilmu, anatara lain, tasawuf, Fikih, Teologi, Logika, dan Filsafat. Karya-karyanya antara lain adalah “Ihya Ulumuddin, Bidayat al-Hidayah, Misykat al-Anwar, Minhaj al-Abidin ila Jannati Rabbil Alamin, al-Munqidz min al-Dhalal, al-Arbain fi Ushuluddin, dan lain-lain. Yang paling berbobot ialah Ihya Ulumuddin, yang terdiri dari empat jilid, kitab ini memuat segudang teori dan jalan yang harus ditempuh oleh mereka yang mendalami tasawuf. Hingga kini kitab yang sangat monumental ini menjadi bacaan wajib di beberapa pesantren salaf.
Jangan lupa, Ghazali bukan hanya pakar tasawuf, ia juga kampiun dalam ilmu filsafat. Dua karyanya di bidang Filsafat yang sangat mengagumkan ialah Tahafutu al-Falasifah dan Maqasishid al-Falasifah. Di zamannya belum ada seorang pun yang mampu dan berani mengkritik pemikiran para fisul dengan senjata logika. Maka layaklah jika mendapat julukan Hujjatul Islam atau tempat kaum muslimin merujuk ilmu agama.
Sayang, sebagian besar karya besar Imam Ghazali yang sudah menjadi harta budaya dan khasanah intelektual itu musnah dibakar oleh tentara mongol yang menyerbu Baghdad abad XIII, sehingga yang tersisa tinggal 54 kitab. Kitab tafsirnya yang 40 jilid ikut musnah. Bayangkan, betapa kaya khasanah intelektual kita andai semua karya Hujjatul Islam masih utuh….!
Pujian dan Teguran Sang Adik
Banyak cerita menarik seputar Imam Ghazali, yang paling terkenal ialah cerita tentang Ahmad, adiknya, melalui jalan saudaranya inilah jalan tasawuf menjadi pilihan Ghazali. Saking berterima kasihnya Ghazali mendedikasikan sebuah kitabnya, Madhunun bih Ala Ghairi Ahlih, untuk sang adik. Cerita tentang adik kakak ini sering diperdengarkan di pesantren-pesantren.

Alkisah, suatu hari Ghazali menjadi Imam shalat di masjid, sementara adiknya menajdi makmum. Ketika itu adiknya melihat tubuh sang kakak berdarah, maka ia pun membatalkan makmum kepada kakaknya, dan meneruskan shalat sendiri. Usai shalat, Ghazali bertanya, “Mengapa kamu membatalkan makmum kepadaku?” jawab Ahmad, adiknya, “Aku melihat kanda penuh darah.

Sejenak Ghazali termenung. “Memang dalam shalat saya sedang berpikir tentang persoalan haid.” Adik kandung Imam Ghazali memang dikenal sebagai ahli Kasyf, mampu melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh orang awam. Seketika itu Ghazali sadar tentang pentingnya dunia sufi. Dan kejadian inilah yang mendorongnya mendalami tasawuf.

Maka ia memutuskan untuk menjadikan tasawuf sebagai jalan mengenal Allah – yang tujuan akhirnya disebut makrifat. Menurut Ghazali, makrifat tidak hanya berarti mengenal Allah, tetapi juga mengenal alam semesta. Makrifat bukan hanya pengenalan biasa, meliankan juga ilmu yang tak diragukan kebenaranya, yang disebut Ainu al-Yaqin – tersingkapnya sesuatu secara jelas, tidak ada keraguan, tidak mungkin salah dan keliru.

Makrifat sebenarnya diperoleh melalui llham. Allah memancarkan Nur ke dalam kalbu seseorang agar ia mengenali hakikat Allah dan segala ciptaannya. Hanya kalbu yang bersihlah yang bisa menerima Nur Ilahi. Apa syaratnya? Harus menyucikan diri dari dosa dan tingkah laku tercela, membersihkan diri dari keyakinan selain keyakinan kepada Allah. Kalbu harus total berdzikir kepada Allah sehingga dapat mencapai fana (kesirnaan) secara total. Jika sudah mampu mencapai tahapan ini (maqamat), ia bisa mendapatkan mukasyafah (mampu menjawab persoalan) dan musyahadah (mampu melihat Allah dalam hati).

Banyak pujian dialamatkan kepadanya, orientalis beken seperti H.A.R. Gibb menyejajarkan Imam Ghazali dengan filsuf Nasrani ST Agustinus atau pembaharu Kristen Martin Luther. Gibb menulis dalam sebuah bukunya, nama yang terkait dengan pembaharuan pemahaman agama adalah Al-Ghazali, pembaharu agama yang sederajat dengan St. Agustinus dan Martin Luther dalam pendangan keagamaan dan kemampuan intelektual. Cerita tentang perjalanan spritualnya sungguh menawan hati dan sangat bernilai. Bagaimana ia menemukan dirinya sendiri dalam pemberontakannya melawan keruwetan para teolog yang berusaha mencari realitas tertinggi lewat seluruh sistem keagamaan dan filsafat muslim pada masanya.

Sementara menurut Samuel M. Zwemer, ilmuwan asal Jerman dan peneliti dunia sufi, ada empat tokoh yang paling besar jasanya terhadap Islam, yaitu Nabi Muhammad SAW, Imam Bukhari RA yang berjasa dalam pengumpulan Hadits, Imam Asy’ari sebagai teolog terbesar dan penentang rasionalisme, dan Imam Al-Ghazali sebagai sufi dan pembaharu. Al-Ghazali telah meninggalkan pengaruh paling luas atas sejarah Islam dibanding siapapun setelah Nabi Muhammad SAW. (See original Post : sufiz.com)

Jangan lupa, baca juga :
Niadesain.com

2 Komentar:

bianglala79 mengatakan...

ilmu dan Tassawuf dan Imam Ghazali satu kesatuan tak tepisah...
namun untuk membaca buku2 beliau di perlukan pemahaman yang dalam....
thx dah berbagi Cah Ndeso..

Lina CahNdeso mengatakan...

@bianglala79 : Tepat sekali, Sahabatku! Dasar-dasar ilmu logika dan agama, harus terlebih dahulu kita miliki sebelum menjelahi karya-karya Al-Ghazali. Thanks, God bless you..

Posting Komentar

"Bila Anda berkenan, dengan segala kerendahan hati, saya mohon, sudilah menuliskan komentar di sini; Bagi Anda yang berniat Copas konten blog, saya persilahkan, dan tolong link balik diikutkan. Terima kasih, Love and Peace".

Please Read This For Peace
(Mohon Baca Ini, Demi Persahabatan)




Disclaimer

I don't and never claim ownership or rights over images published on my blog unless specified.
All images are copyright of their respected creators. If any images that appear on my blog are in violation of copyright law, please contact me on my Chat Box/Guest Book or via my e-mail (maksumhamid [at] trenggalekjelita [dot] web [dot] id) and I will remove the offending pics as soon as possible.

Thank You So Much All Guests and Blogger Friends

I greatly appreciate your kindness to visit my blog and,
in return, I promise I will pay my own visit to your blogs or your sites as soon as possible.; Insyaallah, through this sort of social amiability and solidarity, we could find out a great
deal of thing which will be useful for advancing our human values.
For the sake of friendship and togetherness, please leave a sign of your presence on myChat Box/Guest Book or on comment, so that I can know it precisely and instantly.


Yours sincerely and best regard.
[Lina CahNdeso]

Categories

Senandung Kawula Alit (280) PNS dan Birokrasi (255) Artikel (223) Info (212) Pendidikan (163) Lowongan Kerja (161) Sains-Teknologi Informasi (151) Sejarah Trenggalek (145) Pembangunan (90) Politik (86) Bagi Pahlawan Kemerdekaan (83) Islam (70) Pra-Anggapan (70) Agamaku (69) Kriminal (69) UU-Peraturan (63) Anti Korupsi (60) Catatan Budaya (58) Antik dan Klasik (57) Olahraga (56) Numpang Niwul (54) Cinta dan Kasih Sayang (42) BisnisOnline (37) Tanggung Jawab dan Profesionalisme (37) Software (36) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (35) Sains-Teknologi (32) Biografi Tokoh Peraih Nobel (31) PTC (31) Legeslatif (30) Mesum (27) Palestina (27) Kesehatan (25) Info Beasiswa (24) Thiwul-Manco-Rengginang (22) Zionist (22) Artikel-Copas (21) Flora/Fauna (21) Trik dan Tips Blogging (21) Bencana Alam (20) Langka (20) Selebritis/Tokoh (19) Pariwisata (18) Piala Dunia 2010 (18) Kasus Korupsi (16) Sejarah Dunia (16) English Version (13) Antik dan Klasik. Dongeng (11) Fakta Unik (11) Berita CPNS (9) Fauna (8) Idul Fitri (8) Bencana (6) Bonsai (6) Film (6) Office (6) Poetry (6) Eksekutif (5) My Award (5) Antivirus (4) Biografi Tokoh Lokal (4) Kabinet (4) Puisiku (4) Guest Book (3) Lomba (3) Musibah (3) Polisi (3) Affiliasi Bisnis (2) Bank (2) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (English) (2) Ekonomi/Keuangan (2) Iklan/Pariwara (2) KIB Jilid 2 (2) Mbah Surip (2) Merapi (2) Musik (2) Pelantikan Presiden (2) Taxi (2) lebaran (2) Adipura (1) Alexa (1) Banner Sahabat (1) Biografi Tokoh Seni/Sastra Lokal (1) Catur (1) Cerpen (1) Daftar Posts (1) Dewa Ruci (1) Forex-JSS-JBP (1) GTT (1) Game (1) Google Sandbox (1) Hari Jadi (1) Irshad Manji (1) Jamu Tradisional (1) Jelajah Sepeda-Kompas (1) Jimat Trenggalek (1) Judi/Togel (1) Kuliner (1) Malaysia (1) Maria Verchenova: Russian golferMaria Verchenova: Russian golfer (1) Moammar Khadafi (1) Parcel (1) Perempuan (1) Pers (1) Pramuka (1) Psikologi (1) Resensi Buku (1) Sepak Bola (1) Sumpah Pemuda (1) TNI (1) Tradisional (1)
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes

Back To Top