Tampilkan postingan dengan label Biografi Tokoh Peraih Nobel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi Tokoh Peraih Nobel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juni 2012

Emil Adolf von Behring, Peraih Noble Kedokteran Tahun 1901

EMIL ADOLF  von   BEHRING, atau terlahir Adolf Emil Behring (lahir 15 Maret 1854 – meninggal 31 Maret 1917 pada umur 63 tahun) adalah seorang dokter dan ahli fisiologi Jerman. Ia dikenal luas sebagai pelopor yang hebat dalam pengembangan terapi serum, khususnya terapi serum untuk mengobati penyakit radang selaput lendir (diphteria). Berkat terapi yang ditemukannya, dunia kedokteran mempunyai salah satu senjata ampuh untuk melawan penyakit dan kematian yang ditimbulkannya. Prestasi ilmiah yang mendasar ini mengantarkannya sebagai peraih Hadiah Nobel Kedokteran di tahun 1901. 

Emil Adolf Behring lahir di kota Hansdorf, Deutsch-Eylau, Jerman. Ia anak tertua dari 13 bersaudara, hasil pernikahan kedua dari seorang guru. Ayahnya yang beranak banyak tak sanggup menyekolahkannya ke perguruan tinggi kendati prestasi akademik Behring luar biasa. Pada tahun 1874, akibat kebuntuhan finansial itu, Behring memilih kuliah di Sekolah Tinggi Kedokteran Tentara yang berlokasi di Berlin. Selama mengenyam pendidikan di sini, ia tak ditarik biaya tetapi wajib militer selama banyak tahun harus ia jalani.

Pada tahun 1878, ia berhasil menyabet gelar dokter dan dua tahun kemudian ujian negara ia selesaikan dengan sangat berhasil. Selanjutnya ia ditempatkan di Wohlau dan Posen di Polandia. Selama berada di Posen, persisnya di Pusat Percobaan Kimia Posen, Behring tak hanya membuka praktek tetapi juga mempelajari hal-hal yang bertalian dengan penyakit akibat bakteri. Dalam kurun 1881-1883, ia menggulir riset penting mengenai iodoform dan di sini ia menarik kesimpulan bahwa iodoform tidak cuma membunuh kuman tetapi juga berfungsi sebagai antitoksin yang sanggup menetralisasi racun akibat basil atau bakteri berbentuk batang. Pendapat ini ia publikasikan di tahun 1882 dan badan pemerintah Jerman segera tertarik dengan kemampuannya sebagai ilmuwan dan peneliti yang hebat. Oleh pemerintah, Behring lantas dikirim kepada C. Binz, seorang ahli medis di Bonn, untuk mengasah kecakapannya meneliti.

Pada tahun 1888 ia diminta kembali ke Berlin dan bekerja sebagai asisten Robert Koch di Institut Ilmu Kesehatan. Ia bergiat di sini selama beberapa tahun dan berikutnya mengikuti Koch pindah ke Institut Penyakit Menular. Di tempat ini Behring tak hanya berkolaborasi dengan Koch tetapi juga dengan P. Ehrlich. Pada tahun 1894, prestasi akademik Behring diakui secara luas dan ia diangkat menjadi profesor bidang ilmu kesehatan di Universitas Halle. Satu tahun kemudian ia menduduki jabatan yang sama di Universitas Marburg.

Sejumlah riset terpenting yang dijalankan Behring membuka jalan bagi riset-riset lebih lanjut oleh Koch, Ehrlich, Loffer, Raux, Yersin dan lain-lainnya dan secara keseluruhan semua riset ini membangun fondasi pengetahuan modern mengenai kekebalan terhadap penyakit akibat bakteri. Secara khusus Behring dikenang oleh dunia sains berkat penelitiannya yang brilian tentang penyakit radang selaput lendir dan TBC. Ia bergerak di bidang ini menyusul kerja E. Raux dan A. Yersin di Institut Pasteur selama 1888-1890. Kala itu kedua ilmuwan Perancis ini menemukan bahwa cairan bebas basil yang mereka saring dari biakan bakteri penyebab diphteri ternyata mengandung zat toksin yang akan menyulut gejala-gejala diphteri jika disuntikkan ke dalam tubuh hewan.

Berikutnya di tahun 1890, I. Brieger dan C. Fraenkel menemukan zat toksin yang mereka sebut toxalbumin. Bahan ini mereka peroleh dari biakan basil penyebab diphteri. Apabila toxalbumin disuntikkan dengan dosis yang tepat pada binatang percobaan, hewan ini akan terlindungi dari serangan diphteri. Menindaklanjuti dua percobaan itu, Behring berusaha meneliti apakah kuman-kuman dalam tubuh dapat dibasmi  oleh campuran iodoform dan berbagai obat pembasmi basil lainnya. Kuman-kuman yang ia coba adalah basil penyebab diphteri dan tetanus. Langkah-langkah Behring di sini kemudian berkembang menjadi terapi baru bagi kedua penyakit itu.

Di tahun 1891, bersama S. Kitasato, ia mengumumkan temuan bahwa biakan kaldu steril dari basil diphteri atau tetanus dalam dosis tertentu dapat membuat tubuh binatang memproduksi zat-zat dalam darah -yakni sejenis antitoksin- yang sanggup menetralkan toksin hasil kerja kuman-kuman itu. Mereka juga mengatakan antitoksin yang dihasilkan seekor binatang dapat menciptakan kekebalan pada binatang lainnya. Selain itu zat yang sama juga bisa mengobati binatang yang menunjukkan gejala-gejala terserang diphteri. Penemuan besar ini menggoncang dunia medis dan aplikasinya yang luas dan efektif segera dilakukan oleh banyak ilmuwan lain di luar Jerman. Di lini lain dari penyelidikannya, Behring, pada tahun 1898, menemukan bahwa kekebalan terhadap diphteri bisa diperoleh melalui suntikan toksin diphteri yang telah dinetralkan oleh antitoksinnya. Pada tahun 1907, Theobald Smith menegaskan bahwa kombinasi toksin-antitoksin seperti ini bisa digunakan untuk menciptakan kekebalan yang sama pada manusia.

Pada tahun-tahun berikutnya menjadi jelas bagi dunia ilmu kedokteran modern bahwa campuran toksin-antitoksin yang ditemukan Behring merupakan metode yang sangat tepercaya untuk membentuk kekebalan dalam tubuh manusia. Sejak 1913 dan seterusnya, berkat aplikasi yang luas atas temuan itu, diphteri terhapus dari daftar penyakit yang menghantui kehidupan manusia. Reputasi Behring berkibaran secara global seiring dengan perkembangan ini.

Pada tahun 1901, ia mulai sakit-sakitan dan berhenti mengajar namun tetap menggulir penelitian. Risetnya terfokus pada penyakit TBC. Sebuah perusahaan komersial mendirikan laboratorium yang lengkap untuk menyokong kerjanya di Marburg. Pada tahun 1914, di kota yang sama, Behring mendirikan Behringwerke sebagai tempat untuk membuat serum dan vaksin dan menggulir ujicoba ilmiah. Bisnis serum dan vaksin ini membuat hidupnya sangat berkecukupan. Ia punya tanah yang luas di Marburg, lengkap dengan rupa-rupa ternak yang bisa ia manfaatkan untuk bereksperimen.

Kumpulan pemikiran Behring yang sangat berharga diterbitkan tahap demi tahap dari tahun 1893 hingga 1915. Atas serangkaian prestasi ilmiahnya yang hebat, ia meraih banyak sekali tanda jasa. Sebagai contoh, setelah bergelar profesor di tahun 1893, Behring dianugerahi predikat “Geheimer Medizinalrat” dan menjadi pejabat dalam barisan orang-orang terhormat Perancis. Tak lama kemudian ia diberi gelar kehormatan oleh masyarakat Italia, Turki, Perancis menyusul pengumumannya sebagai peraih Hadiah Nobel Kedokteran di tahun 1901. Medali sains ia koleksi dari antara lain Jerman, Turki dan Rumania. Di Marburg sendiri ia diangkat ke posisi “Ehrenburger”. Behring menikah dengan Else Spinola di tahun 1896 dan memiliki tujuh anak dari perkawinan ini. Tanggal 31 Maret 1917 ia meninggal dunia di Marburg.

Dari berbagai sumber: id.wikipedia.org, nobelprize, Foto

Artikel Terkait :

Minggu, 27 Mei 2012

Myron S. Scholes, Peraih Nobel Ekonomi 1997 Bersama Robert Merton

MYRON S. SCHOLES,   ahli ekonomi Amerika Serikat kelahiran Kanada yang dikenal luas atas kontribusinya yang luar biasa dalam pengembangan metode baru untuk menentukan nilai derivatif. Prestasi ilmiah yang fundamental ini mengantarnya sebagai peraih Hadiah Nobel Ekonomi pada tahun 1997 bersama rekan ekonomnya, Robert Merton, yang memberikan kontribusi serupa di bidang yang sama.   

Myron S. Scholes lahir pada 1 Juli 1941 di kota Timmins, Ontario, Kanada, berasal dari keluarga menengah yang berkecukupan. Selama masa Depresi, ayahnya pindah ke Timmins, sebuah wilayah pertambangan emas yang relatif makmur-untuk membuka praktek kedokteran gigi. Sementara ibunya mendirikan jaringan pasar swalayan kecil. Saat berumur 10, Scholes dibawa pindah oleh keluarganya sejauh 500 mil ke kota Hamilton, Ontario. Ketika bersekolah di Timmins, Scholes selalu menjadi murid yang terbaik dan menikmati hidup yang nyaman. Tetapi beberapa tahun setelah tiba di Hamilton, perjalanan hidupnya berubah drastis.

Di ulang tahun ke-16, Scholes menyaksikan ibunya meninggal dunia akibat terserang kanker. Ia sendiri terkena radang pada kedua kornea matanya sehingga tak betah membaca lama-lama. Di bawah kondisi ini, Scholes dipaksa berpikir secara abstrak dan bekerja pada tataran konsep untuk memecahkan banyak masalah. Ia membiasakan diri untuk menjadi pendengar yang baik -sebuah kualitas yang nantinya sangat dihargai oleh banyak rekan dan sobat intelektualnya di kemudian hari.

Pada umur 26, sebuah kornea  berhasil dicangkokkan ke sebelah mata Scholes dan sejak itu penglihatannya bisa bekerja dengan lebih baik. Berkat pengaruh keluarga dan kerabat, ia meminati bidang ekonomi sejak kecil, terutama bidang finansial. Ibunya memang pecinta wirausaha dan selalu menginginkan Scholes untuk secepatnya bekerja bersama saudara laki-lakinya di penerbitan buku dan bisnis promosi. Selama masa remaja, Scholes selalu menjadi bendahara berbagai perhimpunan, berbisnis dengan teman-teman, berjudi untuk menghayati peluang dan risiko, dan bekerja dengan pamannya untuk memahami aktivitas bisnis. Ia sudah berinvestasi di pasar bursa sejak masih duduk di sekolah menengah dan universitas melalui rekening yang pertama kali diisi oleh ibunya dan kemudian oleh ayahnya. Sukses berinvestasi menjadi obsesinya dan untuk itu ia rajin sekali melahap berita dan buku-buku.

Setelah kematian ibunya, Scholes memutuskan untuk menempuh studi pra-sarjananya di Universitas McMaster, Hamilton. Panitia penerimaan mengira ia akan berkonsentrasi pada kuliah fisika atau teknik karena nilai matematika dan ilmu alamnya semasa SMU sangat istimewa tetapi mereka keliru. Bidang ekonomilah yang ternyata diambil Scholes. Di McMaster, Profesor Mclver, sarjana ekonomi lulusan Universitas Chicago, mengagumi bakat Scholes dan menyuruhnya membaca dan memahami karya-karya George Stigler dan Milton Friedman, dua ekonom yang kemudian menjadi pemenang Hadiah Nobel Ekonomi.

Scholes tertarik sekali. Setelah diwisuda pada tahun 1962, ia menjalin kesepakatan dengan pamannya dari pihak ibu. Ia berjanji akan bergabung dengan usaha penerbitan sang paman asal ia terlebih dulu diperbolehkan menyelesaikan studi di Universitas Chicago. Dalam meneken persetujuan ini, Scholes sebetulnya bergerak berdasarkan dorongan instinktif yang membisikkan ke dalam hatinya bahwa ia harus berkembang sesuai cita-cita, berkuliah di jurusan yang paling ia senangi dan bekerja dengan orang-orang yang terbaik.

Selama tahun pertama di Chicago, ia bertemu dengan sejumlah teman satu kelas yang kemudian menjadi teman-teman seumur hidup, dan dengan mereka ia berbagi gagasan dan pemikiran selama bertahun-tahun. Sobat-sobat itu adalah Richard Roll dan Michael Jensen, Ph.D bidang finansial yang akhirnya menjadi cendekiawan kelas dunia, serta Jack Gould, doktor ekonomi yang sangat piawai di bidang teori.

Pada musim panas setelah tahun pertama, perubahan dramatis berlangsung dalam kehidupan Scholes. Pada waktu itu, ia sudah mengantongi titel master dan ia berniat balik ke Kanada untuk bekerja bersama pamannya sesuai kesepakatan. Namun sebelum ia merealisasi rencana ini, beberapa profesornya di Chicago memintanya ikut membuat program komputer untuk menyokong proyek riset mereka. Ia menolak karena pengalamannya minim sekali di bidang ini (hanya beberapa hari membuat program sederhana untuk dekan Robert Graves), sementara pemrogram senior banyak berkeliaran di Chicago. Para profesor memahami alasannya tetapi mereka meminta Scholes menanti selama tiga hari. Pada hari ketiga tak satu pemrogram senior pun nongol dan Scholes kehilangan argumentasi untuk tidak membantu mereka. Oleh Robert Graves, ia diantar menuju fasilitas komputer sejauh enam blok dari kampus dan Scholes segera bekerja keras di tempat itu.

Selama empat setengah bulan ia bergelut dengan komputer sendirian. Para profesor hanya datang untuk memberitahu arah dan format riset mereka. Siang dan malam Scholes berjuang dan di akhir musim panas ia ke luar dari sarang kerjanya sebagai jago komputer yang paling hebat di Universitas Chicago, satu keahlian yang terus ia kembangkan pada waktu-waktu selanjutnya. Seandainya Chicago kala itu memiliki jurusan komputer atau jika ilmu komputer dikembangkan di tempat itu, Scholes niscaya akan melanjutkan studinya di bidang itu. Berhubung kenyataannya tak ada, ia memendam kecintaannya pada ekonomi dan komputer untuk sementara waktu dan siap-siap pulang ke Kanada. Tetapi salah satu profesornya, Merton Miller, mendatanginya untuk menawarkan program Ph.D. Undangan tak terduga ini mungkin terjadi karena Miller mengagumi bakat besar Scholes atau karena sekadar tak ingin kehilangan pemrogram komputer yang andal bagi jajaran para guru besar.

Apa pun motifnya, Scholes setuju dan jadilah ia mahasiswa doktoral di Universitas Chicago dengan ekonomi sebagai bidang studi utamanya. Dari Miller, ia kemudian belajar banyak mengenai ekonomi finansial, dari Stigler, ekonomi informasi dan dari Friedman, ekonomi makro. Scholes sendiri membangun minat yang kuat pada masalah harga aset relatif dan arbitrase agen-agen ekonomi di pasar sekuritas. Untuk penulisan disertasi, ia berusaha menentukan bentuk kurva permintaan dalam perdagangan sekuritas. Karena mengandung sifat risiko dan tingkat keuntungan yang sangat bervariasi, pasar sekuritas cenderung berkembang lebih cepat dan lebih luas dari pasar saham individual. Dengan disertasinya, Scholes ingin memasokkan informasi baru yang bisa mengubah harga sekuritas.

Di samping riset doktoralnya, pada waktu yang hampir bersamaan, ia juga meneliti ukuran-ukuran risiko dan efek risiko differensial terhadap nilai sekuritas. Masalah ini ia garap bersama Merton Miller. Sementara dengan William Beaver dan Paul Kettler, ia mempelajari hubungan antara akunting dan ukuran risiko pasar. Pada musim gugur 1968, Scholes berhasil mempertahankan disertasinya dengan cemerlang dan diwisuda sebagai doktor ekonomi finansial. Ia kemudian meninggalkan Chicago menuju Sekolah Manajemen Sloan di Institut Teknologi Massachussets.

Di tempat barunya ia diangkat sebagai asisten profesor dengan kolega-kolega hebat seperti Paul Cootner, Franco Modigliani dan Stewart Myers. Di tahun pertamanya di Sloan, ia bertemu dengan Fischer Black dan langsung cocok satu sama lain. Keduanya menggulir kerjasama yang erat di banyak proyek riset. Di tahun 1969, Paul Cootner yang pergi digantikan oleh Robert Merton yang masih muda. Scholes, Merton dan kolega mereka yang baru berstatus staf pengajar yunior pada akhirnya mengendalikan dan mengelola pengembangan program ekonomi finansial di Sloan sebab para senior seperti Modigliani lebih banyak menjalankan proyek-proyek riset di luar. Dalam konteks ini, Scholes berbagi minat yang kuat dengan Robert Merton dan Fischer Black dalam permodelan penetapan  harga aset dan penentuan harga derivatif. Melalui banyak interaksi dan diskusi, mereka kemudian memperluas riset ke arah penetapan harga pertanggungan. Itulah hal-hal signifikan yang dilakukan Scholes sewaktu berada di Sloan selama beberapa tahun.

Di tahun akademik 1973-1974, ia menjadi pengajar tamu di Sekolah Bisnis Lanjutan Universitas Chicago berkat undangan Fischer Black yang telah menjadi profesor di tempat itu pada tahun 1972. Kunjungan sebagai tamu ini ternyata membangkitkan kerinduan Scholes dengan suasana ilmiah menarik yang pernah dikenyamnya di Chicago. Muncul pula keinginan kuat untuk berkolaborasi kembali dengan Fischer Black, Gene Pama dan Merton Miller. Akhirnya, Scholes pergi dari Sloan dan menetap di Universitas Chicago. Saat ia masuk, jurusan bisnis lanjutan itu tengah naik daun karena disesaki banyak ekonom kelas satu dan proyek-proyek riset yang sangat menarik. Scholes langsung lebur ke dalam dinamikanya. Ia segera meneliti efek perpajakan terhadap harga aset dan nilai insentif. Salah satu kasus detil yang ia kerjakan adalah studi efek pajak dividen terhadap harga-harga sekuritas. Tiga makalah ia terbitkan dari jalur riset ini: satu ia hasilkan bersama Fischer Black dan dua lainnya ia tulis bersama Merton Miller. Dengan Miller, ia juga melakukan studi interaktif mengenai insentif dan pajak di lingkungan para pengambil keputusan. Sementara bersama Robert Hamda, Scholes memusatkan perhatian pada masalah struktur modal berpajak, dan bersama George Constantinides, ia menyigi efek pajak terhadap likuidasi aset optimal.

Antara tahun 1973 hingga 1980, Scholes terlibat secara intensif dalam kegiatan-kegiatan di Pusat Riset Harga Sekuritas, Universitas Chicago. Lalu-lintas data yang tinggi dan sibuk di lembaga ini mengarahkannya untuk mengembangkan file data riset skala besar mengenai harga-harga sekuritas harian. Seiring dengan perkembangan ini, bersama Joe William, Scholes  menerbitkan makalah mengenai estimasi parameter risiko dari penggunaan data non-sinkron.

Pada tahun 1981, ia bertandang ke Universitas Stanford dan dua tahun kemudian ia menjadi anggota staf pengajar tetap di Jurusan Bisnis dan Hukum Stanford. Periode Stanford merupakan periode belajar yang sangat monumental dalam perjalanan karir Scholes. Kolega dekatnya di sini mencakup antara lain William Sharpe, James van Horne, Ronald Gilson, Kenneth Scott dan  sejumlah profesor muda yang datang dan pergi seperti Jeremy Bulow, Anat Admati, Paul Pfleiderer dan Michael Gibbons.  Banyak kerjasama riset yang ia gulir di tempat ini. Dengan Jeremy Bulow, ia menerbitkan beberapa makalah tentang perencanaan pensiun. Dengan teman terbaiknya, Mark Wolfson, ia mengerjakan riset-risetnya yang paling penting dalam periode ini.

Kolaborasi mereka menghasilkan banyak  artikel mengenai investasi perbankan dan insentif. Mereka mengembangkan teori baru di bidang perencanaan pajak di bawah keadaan tak pasti dan asimetri informasi. Tulisan-tulisan mereka di jalur riset ini memperoleh sambutan yang amat besar dan diterbitkan berkali-kali sebelum akhirnya dirangkum dalam buku berjudul Taxes and Business Strategy: A Planning Approach yang dipublikasikan pada tahun 1992. Mulai tahun 1990, minat Scholes bergeser kembali ke masalah peran derivatif dalam intermediasi finansial. Seirama dengan kecenderungan ini, seraya tetap bertahan di Stanford,  ia menjadi konsultan khusus bagi Salomon Brothers Inc dan berikutnya bagi kelompok perdagangan dan penjualan derivatif.

Pada tahun 1994, Scholes bergabung dengan banyak koleganya, beberapa di antaranya dari Salomon Brothers, untuk mendirikan badan usaha yang bernama Manajemen Modal Jangka Panjang (LTCM). Pengoperasian lembaga ini sangat menuntut penerapan teknologi informasi yang canggih ke dalam praktek-praktek finansial dan dengan lebur ke dalam perkembangan yang sangat nyata ini Scholes berhasil mencapai pemahaman yang lebih baik mengenai evolusi pasar dan evolusi institusi finansial, berikut proses-proses yang bekerja secara global di balik evolusi tersebut. Dalam periode LTCM ini, Scholes menerbitkan banyak makalah yang semuanya terfokus pada masalah interaksi dan evolusi di ranah pasar dan institusi finansial. Atas prestasi ilmiahnya yang sangat penting, Scholes mendapat gelar doktor kehormatan dari tiga perguruan tinggi: Universitas Paris-Dauphine, Universitas McMaster dan Universitas Katolik Louvain.

Istri pertamanya yang kemudian ia cerai tidak mendatangkan banyak kebahagiaan tetapi dua putrinya dari perkawinan ini, Ann dan Sara, memberinya kegembiraan yang luar biasa. Pada tahun 1998, Scholes menikah lagi dengan Jan dan perkembangan ini membuat lengkap keceriaan dalam hidupnya. Dengan Jan, ia tak hanya memperoleh kehangatan seorang istri tetapi juga tukar-pandangan yang hebat antar-sahabat. Di waktu-waktu santai, Scholes dan Jan suka main ski dan golf, dua jenis olah raga yang memungkinkan Scholes berada di tanah terbuka baik di musim dingin maupun di musim panas.

Dari berbagai sumber : Nobel Prizes wikipedia  Foto : http://almaz.com/nobel/economics/1997b.html

Minggu, 20 Mei 2012

Robert C. Merton Peraih Nobel Ekonomi 1997 Bersama Myron Socholes

ROBERT C. MERTON,    ahli ekonomi Amerika Serikat. Ia membangun reputasi yang hebat sebagai pelopor dalam pengembangan metode baru untuk menentukan nilai derivatif. Kontribusi yang fundamental ini mengantarnya sebagai peraih Hadiah Nobel Ekonomi pada tahun 1997 bersama Myron Scholes yang dianggap punya kontribusi ilmiah serupa.   

Robert C. Merton lahir pada 31 Juli tahun 1944 di kota New York, Amerika Serikat. Anak kedua dari tiga bersaudara. Ia tumbuh di tengah keluarga yang sangat terdidik. Ayahnya seorang profesor sosiologi  Universitas Columbia yang berhasil meraih Medali Sains Nasional atas kontribusinya dalam memperkenalkan pemikiran-pemikiran baru di bidang sosiologi seperti fokus kelompok dan peramalan self-fulfilling. Ibunya bukanlah wanita karir tetapi berasal dari keluarga kaya yang sangat melek sains.

Merton dibesarkan di kota kecil Hastings-on-Hudson, New York. Kota yang tak luas ini merupakan campuran masyarakat kelas menengah dan kelas bawah yang terkenal maju dalam pendidikan. Sejumlah pemenang Nobel berasal dari sana (James Rainwater, Jack Steinberger, Max Theiler dan  William Vickrey). Sekolah-sekolah negeri dengan standar bagus banyak berdiri di kota ini. Iklim intelektual yang sedemikian menguntungkan bagi Merton diperkuat oleh situasi yang ada di rumahnya sendiri di mana sang ayah menyediakan rupa-rupa buku yang sangat bermutu untuk dibaca. Ayahnya tidak menjadi teladan lewat kata-kata tetapi lebih melalui aksi nyata dan aksi-aksi lain yang bersifat tidak langsung.

Masa-masa yang dilaluinya di jenjang pendidikan dasar dan menengah indah dan mengesankan. Matematika, fisika dan kimia muncul sebagai studi favoritnya. Ia sudah jago kalkulus saat memasuki SMU. Secara keseluruhan prestasi akademiknya amat baik meskipun bukan yang terbaik dan Merton melengkapi hidupnya di masa ini dengan aktif berolah raga. Di umur 17,  ia diterima di Universitas Columbia dan masuk Jurusan Teknik. Matematika adalah bidang studi utamanya baik pada level pra-sarjana maupun sarjana. Di bawah iklim intelektual yang menantang dan di bawah bimbingan guru-guru yang sangat pintar, ia mengeksplorasi seluruh aspek teoritis dan terapan matematika. Fokusnya kemudian adalah ekuasi differensial parsial pada analisis nyata dan kalkulus yang melibatkan fungsi-fungsi variabel kompleks.

Di luar matematika dan ilmu alam, Merton juga mengambil mata kuliah pengantar ekonomi, sosiologi matematika, akunting, investasi pasar bursa, peradaban kontemporer dan humanitas. Saat lulus dari Universitas Columbia, nilai rata-ratanya memang kurang menonjol tetapi nilai untuk mata kuliah-mata kuliah utamanya terhitung sempurna. Dari Columbia, Merton menempuh program doktoral dalam bidang matematika terapan di Institut Teknologi California (Caltech) pada tahun 1966. Namun baru satu tahun di sini, ia meninggalkan matematika dan Caltech untuk membidik bidang ekonomi. Setelah melamar ke banyak tempat, hanya Institut Teknologi Massachussets (MIT) yang bersedia memberinya beasiswa penuh.

Ekonomi menjadi obsesinya lantaran Merton larut dalam keyakinan populer era 1960-an bahwa ekonomi makro telah menciptakan jalan yang fundamental dalam mengendalikan lingkaran bisnis, menghentikan pengangguran dan memerangi inflasi. Ia ingin berperan secara signifikan dalam pengembangan bidang ilmu yang bertalian langsung dengan nasib jutaan orang itu. Merton yakin penguasaannya yang mendalam akan matematika dan teknik bakal memperlancar ikhtiarnya membedah situasi-situasi sekompleks persoalan ekonomi.

Saat tiba di MIT pada musim gugur 1967, Merton disarankan oleh Harold Freeman, ahli statistik yang menjadi dekan Departemen Ekonomi, untuk belajar ekonomi matematika kepada Paul Samuelson. Ia setuju. Ia menemui Samuelson dan langsung cocok satu sama lain. Interaksinya dengan salah satu ekonom terbaik dunia itu sangat intens, demikian pula dengan dua mahasiswa tahun kedua, Stanley Fischer dan Michael Rothschild. Makalah pertama yang muncul dari pertemuannya dengan Samuelson adalah makalah yang terbit di tahun 1969  mengenai model pertumbuhan optimal dengan perubahan populasi endogen. Di tahun 1967 itu juga ia dipekerjakan Samuelson sebagai asisten risetnya.  Dalam relasi profesional ini, keduanya menggarap persoalan-persoalan di sekitar pasar saham, surat jaminan dan surat-surat berharga lainnya. Pada tahun 1969, mereka menerbitkan makalah bersama tentang penentuan harga surat jaminan.

Sebelumnya, di bulan Oktober 1965, Mertonlah, si mahasiswa tahun kedua,  bukan Samuelson, sang profesor institut,  yang tampil sebagai pembicara dalam seminar mengenai topik itu di depan sebarisan penuh staf pengajar MIT:  Kenneth Arrow, Wassily Leontif dan Hendrik Houthakker dll. Buat Merton, ini acara “pembabtisan” yang berat dan tak terlupakan. Berbagai riset yang dijalankan bersama Samuelson memberi banyak inspirasi kepada Merton untuk melakukan riset-riset lanjutan yang dilakukannya sendiri. Disertasinya tentang maksim utilitas ideal dan aplikasi statisnya pada pemilihan portofolio optimal lahir dari proses seperti ini. Dalam menggarap topik itu, ia berusaha menggabungkan teori statis portofolio dengan optimalisasi intertemporal konsumsi seumur hidup di bawah keadaan tak pasti. Hasilnya adalah teori portofolio dinamis dalam kerangka waktu berturutan, sebuah konsep baru yang perumusannya menuntut kepiawaian dalam menggunakan pemrograman dinamis stokastik dan kalkulus Ito.

Begitu penting temuan Merton dalam riset ini sehingga tiga dari lima bab disertasinya diterbitkan sebelum seluruh tulisannya diserahkan kepada para penguji. Bab Keempat, "Optimum Consumption and Portfolio Rules in a Continuous Time Model", ia presentasikan di depan Kongres Dunia II Masyarakat Ekonometri di bulan Agustus 1970 dan kemudian diterbitkan pada tahun 1971. Gelar Ph.D diraihnya pada tahun 1969. Predikat Merton tidaklah summa cum laude karena nilai rata-rata mata kuliahnya biasa-biasa saja. Selama berada di MIT itu, sebagian besar waktunya tercurah untuk penelitian dan sedikit tersisa untuk belajar. Dengan nilai total yang hanya berstatus “lumayan”, Merton tidak langsung ditawari mengajar di MIT. Samuelson sekadar merekomendasikannya untuk mengajar di Harvard tetapi Harvard pun menolak. Terpaksalah pekerjaan itu dicarinya sendiri.

Musim gugur dan musim dingin 1969 merupakan masa yang suram dalam sejarah pribadinya. Ia mondar-mandir untuk menyerahkan surat lamaran dan tak satu pun universitas yang dikontaknya memberi respon sepatutnya. Untunglah, dalam kemacetan itu, Franco Modigliani-pengajar senior di Jurusan Manajemen Sloan, MIT -tampil sebagai dewa penolong. Merton pernah menjadi mahasiswa Modigliani dalam satu mata perkuliahan dan diam-diam Modigliani amat menghargainya karena, dalam status mahasiswa itu, Merton melakukan riset tentang konsumsi seumur hidup optimal yang hasilnya memperteguh hipotesis Modigliani mengenai siklus hidup. Begitu tahu Merton menganggur, Modigliani mengundangnya bergabung di Sloan sebagai staf pengajar finansial. Ia pun ke sana untuk memperkuat kelompok finansial MIT.

Organisasi Sloan ramping sekali. Saat Merton masuk, di sana hanya ada dua profesor senior-Daniel Holland dan Franco Modigliani-plus tiga asisten mereka: Myron Scholes, Stewart Myers dan Gerry Pogue. Dua senior itu amat sibuk dengan berbagai kegiatan di luar sehingga urusan mengajar dan riset  di dalam, praktis diserahkan kepada Scholes dan dua rekannya. Merton bergabung dengan kelompok muda yang mengurus segalanya ini. Delapan belas tahun ia akhirnya berada di Sloan dan dalam tempo yang panjang  itu, ia mengajar dan meriset. Pada dua-duanya ia membangun reputasi yang luar biasa. Dalam mengajar, Merton tak pernah menuliskan apa pun di papan sehingga para mahasiswanya tidak perlu menyalin. Sebagai gantinya, mereka ia beri catatan kuliah yang terperinci jauh-jauh hari  sebelumnya sehingga begitu datang, ia dan mereka tinggal berdiskusi.

Catatan kuliah Merton” menjadi sesuatu yang sangat populer di Sloan, lalu di MIT dan kemudian di dunia akademik negara-negara maju. Sementara kerja riset Merton di Sloan terpilah ke dalam dua periode: 1968-1977 dan 1977-1987. Periode pertama merupakan penelitian dasar dan ini merupakan masa ilmiahnya yang paling produktif, baik ditilik dari jumlah makalah yang dihasilkan maupun dari orisinalitas dan signifikansi makalah-makalah itu. Tema sentralnya adalah penyusunan permodelan berdasarkan kesinambungan waktu proses stokastik dengan pengambilan keputusan berkesinambungan oleh para agen. Di sini model-model yang berhasil ia rumuskan dengan cemerlang mencakup antara lain model dinamis konsumsi seumur hidup optimal, modal seleksi portofolio, model penentuan harga aset ekuilibrium dan model penetapan harga kesatuan klaim.

Pada periode kedua, riset Merton terpusat pada sisi-sisi aplikatif permodelan. Bidang-bidang aplikatif itu amat bervariasi: dari masalah jaminan sosial, keuntungan, kontribusi terbatas, rencana pensiun sektor swasta, asuransi deposito, informasi pasar tepat waktu hingga masalah investasi perusahaan dan kontrak kerja implisit. Di sepanjang dua periode yang produktif itu, Merton sempat pula berkolaborasi dengan sejumlah rekannya. Dengan Stanley Fischer, misalnya, ia menulis makalah-makalah umum mengenai ekonomi makro dan ekonomi finansial. Mitra-mitra penulis Merton lainnya adalah Zvi Bodie, Mathew Gladstein, Roy Henrikson, Alan Marcus, Terry Marsh, Scott Mason dan Myron Scholes.

Pada tahun 1987, ia mengambil cuti satu tahun untuk menulis buku yang ia harapkan bakal merangkum seluruh hasil risetnya di bidang finansial. Hasilnya adalah buku legendaris, "Continuous Time Finance", yang terdiri dari empat belas bab.  Inilah karya sintesis puncak Merton yang  melambungkannya sebagai pakar ekonomi finansial yang langka dan sulit ditandingi.

Pada tahun 1988, Merton pindah dari MIT ke Sekolah Bisnis Harvard (HBS). Di tempat barunya, ia memperoleh penghargaan yang sangat istimewa. Begitu ia masuk, dekan HBS, John McArthur, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Profesor George Fischer Baker dan memberikan jabatan itu kepada Merton. Ini penghormatan yang bukan main mengingat ia baru saja datang dan belum pernah mengajar satu pun mahasiswa HBS. Selama hampir satu dekade Merton berkiprah di tempat ini dan dalam jangka itu riset-risetnya diilhami oleh Bab 14 buku "Continuous Time Finance" yang membahas soal intermediasi dan institusi. Merton berusaha memahami sistem finansial berdasarkan dinamika perubahan institusional. Secara lebih khusus, ia ingin mempelajari efek teknologi finansial dan inovasi terhadap pergeseran-pergeseran yang berlangsung di ranah lembaga finansial, desain pasar, manajemen perusahaan jasa keuangan dan sistem akunting berikut pola regulasinya.

Pada tahapan tersebut, ia banyak berkolaborasi dengan Zvi Bodie, profesor finansial di Universitas Boston yang pernah menjadi mahasiswanya di MIT. Secara bersama-sama, mereka mengembangkan gagasan mengaplikasikan perspektif fungsional untuk menganalisis dan memprediksi perubahan institusi finansial dan mengumpulkan pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan antar institusi-institusi kontemporer. Hasil kolaborasi ini berbentuk sejumlah artikel, makalah kerja dan beberapa bab buku. Di tahun 1992, Zvi, kolega Merton di HBS dan Carlies Baldwin menggulir proyek Sistem Finansial Global di HBS untuk mempertajam arah riset mengenai institusi-institusi keuangan.

Dalam karir intelektualnya yang amat panjang, Merton tidak hanya bergumul dengan tantangan mengajar dan meriset tetapi juga dengan tantangan terjun ke dunia praktek baik sebagai konsultan atau pelaku. Jika dihitung mulai tahun 1969 hingga tahun 1990-an, amat banyak lembaga keuangan kelas kakap yang menggunakan jasa konsultasinya. Di jalur ini ia sering bekerjasama dengan Myron Scholes. Inovasi mereka luar biasa dan banyak sekali produk gagasan mereka yang kemudian menjadi bagian penting dari dunia pasar finansial yang riil dan berskala global, misalnya berbagai entitas finansial baru seperti mutual fund dan rupa-rupa instrumen derivatif.

Di tahun-tahun mutakhir dari karir intelektualnya, Merton bahkan akhirnya meninggalkan kampus dan terjun langsung ke dalam perusahaan-perusahaan keuangan yang ia dirikan bersama rekan-rekannya. Puncak dari manuver ini adalah pendirian Manajemen Modal Jangka-Panjang (LTCM). Ia di sini bersama John Meriwether, Victor Haghani, Gregory Hawkins, Myron Scholes, William Krasker, Richard Leahy, David Mullins. Bersama mereka semua, Merton tercatat sebagai pendiri LTCM. Kelompok kecil para pendiri ini, dengan bantuan sekelompok pegawai awal, melakukan serangkaian pengujian di sektor finansial, telekomunikasi dan teknologi komputer, mempekerjakan orang-orang yang ahli di bidang strategi dan operasi, merancang struktur organisasi bisnis, meneken kesepakatan kontrak yang kompleks dengan investor dan mitra bisnis, membangun kantor pusat di Amerika dan Inggris serta menggalang dana lebih dari 1 milyar dolar dari para investor. Hanya dalam waktu beberapa tahun, LTCM berhasil tumbuh menjadi perusahaan finansial berskala raksasa. Bagi Merton, kehadirannya di lembaga ini merupakan medium yang sangat signifikan untuk menggabungkan teori dan praktik finansial. 

Di akhir tahun 1990-an, majalah investasi terkemuka, Institutional Investor, menyebut Merton dan sekumpulan rekannya yang hebat di LTCM sebagai “para pengajar finansial terbaik di muka bumi”. Merton menikah dengan June Rose, seorang aktris opera sabun dan model asal New York, pada tahun 1966. Dari perkawinan ini ia memperoleh satu putri dan dua putra.

Dari berbagai sumber:  nobelprize.org, en.wikipedia.org/
Foto : Wikimedia Commons

Minggu, 23 Januari 2011

Daftar Artikel Biografi Peraih Nobel (2)

Sudah sejak bulan Nopember yang lalu, saya tidak memposting artikel biografi tokoh seni/sastra Indonesia dan biografi tokoh peraih Nobel. Hal ini disebabkan hard disk Laptop terpaksa saya format, akibat kesalahan dalam menginstall Windows SP3 bajakan. Karena emosi, saya lupa bila folder naskah biografi tersebut ada di drive E, harddisk yang saya format habis-habisan. Mudah-mudahan minggu depan saya bisa mulai mempostingnya. Sementara daftar artikel biografi peraih Nobel yang sudah saya posting adalah sebagai berikut :
  1. Clifford G. Shull, Fisikawan Amerika 
  2. Bertram Neville Brockhouse, Fisikawan Kanada 
  3. Jack Kilby, Pria Sederhana, Penemu Integrated Circuit (IC) 
  4. Joseph H. Taylor Jr, Penemu Pulsar Jenis Baru Membuka Peluang Studi Gravitasi 
  5. Russel Alan Hulse, Pakar Astrofisika dan Sistem Model Komputer 
  6. Georges Charpak, Peraih Nobel Fisika 1992 
  7. Pierre-Gilles de Gennes, Peraih Nobel Fisika 1991 
  8. Richard E Taylor, Gemar Fisika Karena Ledakan Bom Atom PD II 
  9. Henry W. Kendall, Fisikawan Amerika 
  10. Daftar Artikel Biografi Peraih Nobel (1)

Minggu, 05 Desember 2010

Clifford G. Shull, Fisikawan Amerika

CLIFFORD G. SHULL, Ahli fisika Amerika, dikenal sebagai periset partikel dasar yang sangat handal di dunia. Reputasi ilmiahnya tegak dengan kukuh setelah ia berhasil mengembangkan teknik difraksi neutron. Atas capaian ilmiah yang memukau dan berdampak besar bagi kemajuan fisika partikel ini, ia dianugerahi Hadiah Nobel Fisika di tahun 1994 bersama fisikawan Kanada, Bertram N. Brockhouse, yang berhasil menciptakan stretoskop neutron.

Clifford G. Shull lahir pada 23 September 1915 di Glenwood, Pittsburg, Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia anak ketiga pasangan David H. Shull dan istrinya, Daisy. Orang tuanya berasal dari daerah pedesaan di Pennsylvania tengah, tepatnya di wilayah pertanian Perry County. Sesudah pindah ke kota Pittsburgh yang besar, sang ayah melansir usaha skala kecil di bidang piranti keras dan jasa pelayanan perbaikan rumah. Secara perlahan-lahan masa kanak Shull berlangsung normal dan bahagia.

Shull punya banyak rekan dan sobat yang ia kenal lewat lapangan bola atau arena sepatu roda. Sekolah dasar yang ia masuki berjarak hanya beberapa blok dari rumah. SMP-nya berlokasi di Hazelwood dan ia pergi belajar dengan jalan kaki. SMU-nya berada di Schenley yang jauhnya sekitar 45 menit dari rumah dan Shull muda biasa naik kendaraan umum untuk mencapainya. Fisika baru menarik hatinya saat sekolah SMU-nya memasuki tahun terakhir. Ini lantaran pesona yang ditebar Paul Dysart, doktor fisika yang lebih tua dari rata-rata gurunya di SMA. Dysart selalu mengajar dengan cara yang memikat, acap mendemonstrasikan hal-hal yang memukau di laboratorium dan tak pernah lupa menjelaskan dengan jernih prinsip-prinsip fisis yang berada di balik demonstrasi itu.

Dengan keuangan keluarga yang terbatas, Shull memilih kuliah di tempat yang tak jauh dari rumahnya, yakni Institut Teknologi Carnegie (sekarang Universitas Carnegie Mellon). Institut ini ada di Schenley Park, sebuah distrik di Pittsburgh, dan punya kurikulum yang bagus serta jurusan-jurusan teknik dan fisika yang baik reputasinya. Di musim gugur 1933, Shull ditawari masuk ke sana dengan beasiswa separuh dari uang kuliahnya berdasarkan rapor SMA-nya yang kemilau. Sejak itu ia pulang-pergi ke kampus dari kediaman orang tuanya.

Di Carnegie, minatnya pada fisika sebagai mata kuliah utama terbentuk pada tahun pertama berkat Harry Hower, ketua Jurusan Fisika yang terjun langsung sebagai pengajar. Hower terkenal sebagai insinyur sinar dan optika yang hebat sebelum berada di Pittsburgh. Ia banyak terlibat dalam pembangunan lensa penerangan di pantai dan dalam proyek-proyek komersial lainnya. Kuliah-kuliahnya sangat mengagumkan, inspiratif dan tak pernah dilewatkan oleh para mahasiswanya, termasuk Shull. Tak lama setelah masuk Carnegie, ia terkena musibah ketika sang ayah meninggal secara mendadak pada tahun 1934. Namun peristiwa ini tidak berdampak buruk terhadap kelanjutan pendidikannya. Sebab, usaha sang ayah segera dioper oleh kakak lelakinya sehingga ekonomi keluarganya pulih ke tataran normal dengan cepat.

Di tahun 1937, ia lulus dengan nilai akademis yang sangat baik. Empat tahun di Carnegie merupakan masa yang menyenangkan bagi Shull. Dalam kurun itu, ia bisa menjalin kontak yang erat dengan para dosen dan rekan-rekan mahasiswanya. Ia juga diperbolehkan pihak kampus untuk bekerja mencari tambahan pendapatan baik di dalam maupun di luar kompleks Carnegie. Emerson Pugh adalah dosen sekaligus sobatnya yang paling hebat. Atas dorongan Pugh, Shull kemudian melanjutkan kuliah ke Universitas New York pada musim gugur 1937. Universitas ini berukuran jumbo, kampus-kampusnya banyak dan tersebar dan masing-masing punya otonomi yang kuat. Ia masuk Jurusan Fisika di wilayah Bronx, New York City. Untuk menunjang biaya hidup sehari-hari, ia menjadi asisten dosen. Tugasnya adalah membantu mahasiswa di laboratorium dan dalam pembuatan makalah. Selain itu, para mahasiswa pascasarjana seperti dirinya didorong untuk membantu proyek-proyek penelitian di Jurusan Fisika. Ia lalu berhubungan dengan kelompok fisika nuklir pimpinan Frank Myers dan Robert Huntoon yang tengah membangun generator penyeimbang deutron-deutron, Cockroft-Walton 200 keV. Dengan peralatan ini, Shull sendiri melakukan penelitian mengenai reaksi nuklir D-D. Selama tahun ketiga kuliah pascasarjananya, ia membantu konstruksi generator penyeimbang elektron-elektron, Van de Graaf 400 keV. Pimpinan proyek ini adalah Frank Myers dan ia bertindak sebagai asistennya. Dengan peralatan baru ini ia melakukan eksperimen hempasan elektron ganda (EDS) untuk merampungkan tesisnya.

Saat itu banyak eksperimen sejenis gagal merengguk hasil dan semuanya berakhir dengan kesimpulan yang tidak jelas. EDS dengan demikian memang layak diulangi di laboratorium universitasnya. Frank Myers bertindak sebagai pembimbingnya tetapi posisinya segera digantikan Richard Cox karena Myers menikmati cuti panjang ke Institut Teknologi Massachusetts. Setelah empat bulan mengumpulkan data dan menganalisisnya, Shull berhasil merampungkan tesisnya dan ia memperoleh gelar doktor di tahun 1941.

Pada tahun pertamanya di New York City, lewat rekannya Craig Crenshaw, ia berkenalan dengan Martha Nuel Summer. Perempuan muda ini baru datang dari Carolina Selatan dan berada di Universitas Columbia, New York, untuk mempelajari sejarah Amerika kuno. Persahabatan keduanya berkembang terus dan kemudian mereka menikah tahun 1941 setelah Shull berhasil menjadi doktor dan memiliki pekerjaan. Martha bagi Shull adalah mitra tercintanya dan ia memperoleh tiga anak laki-laki dari perempuan ini. Segera setelah tamat dari Universitas New York, Shull memperoleh pekerjaan di Laboratorium Texas Company di Beacon, New York.

Di Beacon, New York terdapat sekelompok kecil fisikawan yang bertugas terutama untuk mengkaji masalah-masalah yang bertautan dengan produksi dan pemakaian bahan bakar minyak dan pelumas. Selain ikut dalam riset ini, Shull juga diberi kesempatan mempelajari struktur mikro katalis-katalis melalui absorpsi gas dan difraksi sinar-X. Katalis-katalis ini merupakan komponen penting dalam bahan bakar pesawat terbang berkualitas tinggi dan riset mengenai mereka menjadi sangat penting setelah Amerika terlibat dalam Perang Dunia II di bulan Desember 1941. Shull sempat hendak ditarik ke dalam proyek pembuatan bom nuklir di Manhattan tetapi kesepakatan antara Texas Company dan pemerintah Amerika mengurungkan kepindahannya ke lokasi proyek tersebut di Los Alamos. Dengan demikian, ia tetap tinggal di Beacon selama perang.

Pekerjaannya di Texas Company sangat menarik dan menantang. Di sini kesempatan luas tersedia baginya untuk menyigi proses difraksi, kristalografi dan sebuah bidang kajian baru yang disebut fisika benda padat. Melalui forum pertemuan di Dewan Amerika Bidang Sinar-X dan Difraksi Elektron, Shull menjalin kontak yang erat dengan fisikawan-fisikawan kelas dunia seperti Warren, Buerger, Fankuchen, Zachariasen dan Ewald.

Setelah perang berakhir, minatnya untuk kembali menekuni riset-riset di bidang fisika nuklir tumbuh dengan kuat. Sebuah kunjungan ke Laboratorium Clinton (kini Laboratorium Nasional Oak Ridge) di Tennessee ia lakukan. Kegiatan-kegiatan yang ia saksikan di tempat ini memikat hatinya. Shull membujuk istrinya untuk berpindah tempat ke sana dan bujukannya berhasil.

Pada bulan Juni 1946, ia beserta istri dan putra mereka yang baru berumur 1,5 tahun boyongan menuju Tennessee. Di tempat barunya, Shull menjalin kerja bareng dengan Ernest Wollan, fisikawan yang telah berada di Oak Ridge selama perang. Wollan berhasil merakit spektrometer 2 sumbu yang belum sempurna untuk memperoleh pola-pola difraksi neutron dari bahan kristal dan bahan-bahan lainnya. Saat menyaksikan cara kerja alat itu untuk pertama kalinya, Shull langsung mengacungkan jempol. Ia senang sekali bergiat dengan fisikawan sekaliber Wollan. Sebagai tambahan pada pola-pola difraksi neutron sebagai sarana mempelajari berbagai macam bahan, ia menggunakan sinar-X dan tumbukan elektron-elektron untuk maksud yang sama. Kerjasamanya dengan Wollan bergulir hingga hampir 10 tahun dan baru berakhir di tahun 1955 ketika ia melanjutkan karir akademisnya ke Institut Teknologi Massachussets (MIT). Wollan meninggal dunia pada tahun 1984 dan kejadian ini sangat disesali Shull karena jika masih hidup, Wollan ia pandang pantas mendampinginya sebagai penerima Hadiah Nobel di tahun 1994.

Selama berada di MIT, Shull bergerak bersama para mahasiswa fisikanya yang sangat berbakat untuk meneliti dengan reaktor MITR. Bidang-bidang risetnya mencakup antara lain magnetisasi internal pada kristal-kristal, pengembangan teknologi sinar, hempasan dinamis pada kristal-kristal sempurna, interferometri serta pengembangan perangkat penghasil neutron. Ia pensiun dari MIT pada tahun 1986 dan selalu mengenang kerjanya di tempat ini sebagai salah satu momen terbaiknya sebagai profesor fisika sekaligus sebagai peneliti fisika benda padat.

(Dari berbagai sumber. Foto : Noble Prize)

Artikel terkait, barangkali Anda butuh membacanya: 


Niadesain.com

Minggu, 21 November 2010

Bertram Neville Brockhouse, Fisikawan Kanada

Bertram Neville Brockhouse (15 Juli 1918 – 13 Oktober 2003),  ahli fisika Kanada. Tersohor sebagai periset yang sangat handal di bidang fisika partikel. Temuan terbesarnya adalah teknik penyebaran neutron untuk mempelajari materi yang dimampatkan serta stretoskop neutron. Atas capaian ilmiah yang luar biasa ini ia dianugerahi Hadiah Nobel Fisika di tahun 1994 bersama fisikawan Amerika, Clifford G. Shull, yang berhasil mengembangkan teknik difraksi neutron.

Bertram Neville Brockhouse, CC, Ph.D, D.Sc, FRSC  lahir 15 Juli 1918 di kota Lethbridge, Alberta, Kanada. Semasa kecil, ia tinggal di sebuah areal peternakan dekat Milk River bersama kedua orang tua dan saudara perempuannya, Alice Evelyn, serta hewan ternak berbagai jenis. Sang ayah, Israel Bertram Brockhouse, tiba di Amerika Serikat di umur dua tahun dari daerah asalnya, Yorkshire, Inggris. Sedangkan ibunya, Mable Emily Neville, yang besar di Illinois, Amerika Serikat, merupakan generasi kedua dari sebuah keluarga imigran asal Inggris pula. Berturut-turut di areal peternakan itu lahir dua adik laki-lakinya: Robert Paul yang meninggal selagi bayi dan Gordon Edgar yang kelak menjadi insinyur sipil bidang rel kereta api.

Di musim dingin 1926-1927, seluruh anggota keluarganya pindah ke Vancouver, British Columbia, tempat ia dan saudara-saudaranya dibesarkan pada tahap berikutnya. Saudarinya, Alice, memasuki sistem sekolah dengan cara yang biasa, tetapi Bertram kecil terpaksa menjadi siswa sekolah dasar yang hanya terdiri dari satu kelas dan berjarak beberapa mil dari tempat tinggalnya. Ia tertinggal dari teman-teman sekolahnya di berbagai bidang pelajaran. Namun berikutnya ia belajar di Vancouver, di SD Central, SD Lord Roberts, SD Lanjutan King George dan Sekolah Minggu Persatuan Gereja St. John, yang maju dan berkemampuan mengkoreksi rapor akademisnya. Di tempat-tempat ini Bertram membuktikan diri sebagai penyerap ilmu yang sangat tangkas kendati umurnya lebih muda dari rata-rata teman satu kelasnya.

Pada masa itu, terdapat tiga orang yang memberikan pengaruh besar terhadap niat belajarnya, yakni kedua bibinya, Edith Murphy di Chicago dan Maude Smith di Kanada barat, serta saudara sepupunya yang lebih tua, Wilbert Smith, yang memperkenalkannya pada teknologi radio. Situasi finansial keluarganya cukup susah sehingga, di masa remaja, Bertram dipaksa mencari  pendapatan sendiri dengan berjualan surat kabar. Krisis ekonomi yang hebat kemudian membawa kesulitan itu ke tingkat yang ekstrim dan keluarganya kemudian naik kereta api ke Chicago di tahun 1935 untuk mengejar kehidupan yang lebih baik. Pendidikan tingkat SMU diselesaikannya pada tahun itu dan Bertram kemudian mengikuti kursus-kursus sore hari di Akademi Sentral YMCA (sekarang Universitas Roosevelt). Ia terpikat pada segala hal yang terkait dengan teknik radio dan kemudian belajar mereparasi, merancang dan merakit alat elektronik itu. Kegemaran di bidang inilah, plus hobinya bermatematika, yang melahirkan kecintaannya pada fisika. Ia bekerja paroh waktu di Chicago sebagai asisten di laboratorium sebuah perusahaan elektronik kecil, Aubert Control Corporation. Perusahaan ini bangkrut di tahun 1937 dan satu tahun kemudian, di tengah resesi yang masih melanda Amerika, keluarganya kembali ke Vancouver dengan naik mobil. Bertram yang sudah membuka usaha radio kecil-kecilan di Chicago melanjutkan bisnisnya di Vancouver. Orang tuanya sendiri membuka toko kelontong mungil tetapi tak kunjung sukses.

Di masa-masa susah itu, Bertram tertarik masuk politik dan yang  kemudian ia masuki adalah partai berhaluan kiri, CCF.  Kesetiaannya kepada CCF berlangsung beberapa tahun sampai ia menjadi pegawai Pemerintah Dominion dan bekerja di Laboratorium Chalk River. Ia mengerti, sebagai pegawai pemerintah, ia harus netral secara politik karena ia hidup dalam masyarakat Kanada yang terhormat dan demokratis. Ia kemudian menjadi sosok yang anti-totalitarianisme dan anti-komunisme. Ketika Perang Dunia II meletup, ia termotivasi untuk bergabung dengan dinas ketentaraan. Di tahun 1939 ia mendaftar ke Angkatan Laut Kanada dengan harapan, begitu diterima, ia akan menangani radio telegraf. Beberapa bulan dilaluinya di laut sebagai operator ASDIC, namun sebagian besar dari enam tahun masa dinasnya ia jalani sebagai operator peralatan ASDIC di markas lepas pantai.

Pada tahun 1944, Bertram mengikuti kursus enam bulan di bidang teknik elektron di Akademi Teknik Nova Scotia. Berikutnya, sebagai letnan dua bidang elektro, ia diberi tugas menguji fasilitas yang terdapat di Badan Riset Nasional di Ottawa. Di sanalah ia berkenalan dengan Doris Miller, yang kemudian disuntingnya sebagai istri. Setelah perang usai di akhir Agustus 1945, Bertram dikirim balik ke Vancouver dan diberhentikan dari Angkatan Laut berdasarkan kaidah “Pertama masuk-pertama keluar”. Departemen Urusan Veteran Kanada siap memberinya bantuan finansial untuk membeli tanah, menjalani pelatihan maupun melanjutkan pendidikan. Ia lalu memilih kuliah di Universitas British Columbia. Bidang studi yang diambilnya adalah fisika dan matematika. Bertram melalui tahun pertamanya dengan sangat baik sehingga ia memperoleh beasiswa. Saat itu, rata-rata mahasiswa, termasuk dirinya,  berumur lebih tua dari semestinya. Tetapi itu bukan masalah karena perang memang menggeser banyak hal dalam kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Dalam periode itu, Bertram tidak bisa seratus persen menuntut ilmu karena ia dipaksa membuka usaha kecil-kecilan untuk menopang kehidupannya sendiri dan kehidupan ayah dan ibunya. Untuk transportasi, Bertram cukup puas dengan sepeda motor, satu keterpaksaan yang kelak berkembang menjadi hobi beratnya di masa depan.

Di musim panas 1946, usai mengikuti kelas tambahan, ia berlibur dengan motornya ke Ottawa melewati Chicago. Ini langkah penting dalam kehidupan pribadinya karena dalam perjalanan itu ia bisa membujuk agar Dorie kembali menjadi kekasihnya. Ia kembali ke Vancouver dengan menumpang kereta api bersama motor kesayangannya. Menjelang Natal 1946, ayahnya meninggal dunia akibat serangan jantung. Perubahan dalam keluarga ini berlanjut di musim semi berikutnya ketika saudarinya, Alice, menikah dan membentuk rumah tangganya sendiri. Bertram kian konsentrasi dengan kuliahnya hingga ia memperoleh ijasah B.A dengan nilai yang sangat baik di bulan April 1947. Tawaran bekerja selama musim panas di Laboratorium Dewan Riset Nasional, Ottawa, datang menghampiri dan Bertram menerimanya dengan antusias. Ia bertugas di tempat itu seraya mengikat tali pertunangan dengan Dorie. Kuliah masternya berlanjut di Vancouver dan di Laboratorium Temperatur Rendah di Universitas Toronto.

Kala itu umurnya sudah 29 tahun dan Bertram ingin secepatnya berkarir sebagai fisikawan. Ia pun meneliti di bawah bimbingan Prof. James Reekie dan Prof. Hugh Grayson-Smith, mengenai pengaruh tekanan dan temperatur terhadap ferromagnetik. Program S2 ini dirampungkannya dalam waktu delapan bulan. Setelah itu ia menikahi Dorie di sebuah desa di Kirkfield. Dorie kemudian bekerja sebagai teknisi film di Badan Film Nasional sementara ia sendiri menjadi mahasiswa musim panas di bagian akustik Dewan Riset Nasional dan sesudah itu menempuh kuliah doktoral di Universitas Toronto. Tetapi segera muncul masalah di Laboratorium Temperatur Rendah ketika dua pembimbingnya, Grayson-Smith dan Kirkfield, pindah ke tempat lain.

Selama beberapa bulan ia sempat terombang-ambing sebelum Edward Bullard muncul di Toronto sebagai pembimbing disertasinya. Kendati Bullard kemudian pindah ke Inggris untuk menempati pos yang lebih prestisius, ini bukan persoalan lantaran ia sudah merasa sangat memahami topik yang hendak dikajinya. Disertasi Bertram bertalian dengan fisika benda padat dan ia melakukan percobaan-percobaan pada temperatur rendah maupun tinggi untuk mencapai hasil yang diinginkannya. Agar pengerjaan tulisannya bergerak pada jalur yang tepat, ia membaca banyak buku, dua yang paling penting adalah karya Frederick Seitz serta karya N.F. Mott dan H. Jones. Ia juga berkorespondensi dengan Grayson-Smith serta mengikuti kursus-kursus termodinamika, mekanika statistika dan teori kesalahan. Ia memperoleh bekal teori nuklir dari rekannya, Melvin Preston, yang baru bergabung dengan Universitas Toronto.

Dengan semua persiapan itu, di bulan Agustus 1950, ia bertolak menuju Laboratorium Chalk River di Deep River untuk memulai pekerjaan yang ditawarkannya di sana. Ia mengendarai mobil yang memuat barang-barang keluarga, meninggalkan Dorie dan bayinya, Ann, di rumah peristirahatan di Danau Balsam dekat Kirkfield. Di Chalk River ia bertemu dengan Don Hurst dan kelompok fisika neutronnya serta melihat-melihat rumah di Hillrest Ave yang diberikan kepadanya. Tak lama kemudian Dorie dan Ann serta Gordon (dalam kandungan) bergabung di rumah pemberian kantor itu. Beberapa bulan kemudian Gordon lahir dan pada saat yang sama ia lulus ujian doktor. Bertram berencana tinggal satu atau dua tahun lagi di Chalk River sebelum bergabung dengan sebuah universitas yang ternama. Namun dalam kenyataan ia tinggal di sana selama 12 tahun dan dalam kurun itu Dorie melahirkan empat anak lagi untuknya.

Riset seriusnya bermula di tahun 1951 ketika ia menyadari bahwa foton-foton dapat dipelajari melalui hempasan neutron inelastik dan bahwa percobaan pada topik ini dapat ia kerjakan di Chalk River. Dalam eksperimen pertama yang mempertemukan neutron-neutron dengan elemen-elemen yang berdaya serap tinggi, ia bisa mengkonfirmasi formula Breit-Wigner yang terkenal. Hasil percobaan yang ia lakukan bersama Myer Bloom dan D.G. Hurst ini diterbitkan dalam majalah Physical Review dan Canadian Journal of Research. Selanjutnya, melalui metode penyerapan yang sama, ia menyigi hempasan inelastik neutron dari berbagai bahan lainnya (aluminium, grafit dan berlian). Ini percobaan kuantitatif pertama di dunia mengenai spektroskopi neutron lambat dan hasilnya yang menggembirakan dipublikasikan dalam Physical Review. Bertram dan timnya terus mempertajam eksperimen mereka mengenai hempasan inelastik neutron ketika reaktor aliran tinggi NRU yang mereka pakai untuk memproduksi  neutron meledak di bulan November 1952. Percobaan pun terhenti dan perbaikan dilakukan hingga musim panas 1954.

Dalam kurun menunggu ini, Bertram diundang ke Brookhaven, Amerika Serikat, untuk melakukan riset di sana. Setelah itu ia kembali ke Deep River dan melanjutkan penelitiannya bersama orang  lain atau secara individual. Ia bermitra dengan Leon van Hove dan menggulir riset bersama mengenai korelasi generasi baru. Setelah NRU berfungsi kembali, banyak hal yang berkembang pesat di Deep River. David G. Henshaw dan Jack Freeborn bergabung di tempat ini dengan membawa monokromator logam yang canggih. Alec T. Stewart masuk dengan badan Pemotong-Filter Be/Pb dan spektrometer tiga-sumbu primitif. Di tahun 1956, tiga piranti baru itu berhasil disempurnakan sehingga pengoperasian mereka menjadi lebih fleksibel dan hasil kerja mereka lebih akurat. Di tahun 1958, Bertram dan rekan-rekannya mengaplikasikan “metode Q konstan” yang baru ditemukan ke reaktor NRU mereka. Dengan segala perbaikan itu, rangkaian riset dengan NRU di Deep River memasuki fase baru mulai tahun 1959. Spektrometer tiga-sumbu primitif bekerja hampir sempurna dan hadirnya peralatan hebat ini mendorong banyak ilmuwan dari berbagai negara bergabung dengan tim riset pimpinan Bertram.

Reputasi Bertram sendiri sudah terkerek tinggi-tinggi sebelum tibanya periode yang cemerlang itu. Pada tahun 1957, untuk pertama kalinya, ia melakukan perjalanan ke Inggris dan Eropa. Banyak seminar dan konferensi ia ikuti. Ia menyajikan tulisan ilmiah yang sangat berbobot di Konferensi Fisika dan Kimia di Varenna, Italia. Pemberhentian terakhirnya adalah sebuah pertemuan di Stockholm, Swedia, yang dihadiri para ilmuwan yang berkecimpung di bidang hempasan neutron. Setelah mempresentasikan karya ilmiahnya di hari pertama, ia terserang flu berat dan dipaksa melewatkan hari-hari terakhirnya di Eropa di rumah sakit. Pada bulan Oktober 1960, Bertram kembali menyambangi benua itu untuk menyajikan makalah ilmiah di dua konferensi IAEA di kota Wina, Austria. Tulisannya mengandung penemuan penting dalam memajukan eksperimen hempasan inelastik di masa-masa berikutnya.

Pada tahun 1958, A.D.B. David Woods bergabung dengan timnya di Deep River. Sejak itu Woods menjadi mitra risetnya yang paling kental. Selain tokoh ini, puluhan ilmuwan ternama juga meramaikan kegiatan ilmiah di Chalk River. Pada tahun 1962, di pertengahan umur 40-an, Bertram menempati posisi sebagai guru besar fisika di Universitas McMaster, Ontario. Ia sudah lama ingin berkarir di perguruan tinggi dan tahun itu dirasanya sebagai saat yang tepat untuk memulainya karena pada waktu  yang sama risetnya di Deep River sudah sukses besar dan telah berubah menjadi bidang penelitian yang sangat mapan. McMaster memiliki reaktor “kolam renang” yang menjanjikan eksperimen-eksperimen kelas satu di bidang hempasan neutron. Dengan berada di sana, ia tidak akan kehilangan masalah untuk diteliti. Selain itu, ia dan Dorie sepakat untuk tidak pindah ke perguruan tinggi besar yang berada di lingkungan kota besar. Bagi mereka, membesarkan enam anak akan lebih efektif jika dijalankan di lingkungan yang sederhana tapi berkultur maju. Laboratorium Chalk River sendiri sangat menyokong kepindahan Bertram ke McMaster dan menyiapkan program penelitian dan pelatihan bagi dirinya disertai segenap peralatan yang ia butuhkan. Pengaturan ini terasa sangat efektif di sepanjang 1960-an hingga awal tahun 1970-an.

Di McMaster, bersama sekelompok mahasiswa yang berbakat, Bertram memasang sebuah difraktometer neutron dan sebuah peralatan tiga-sumbu baru yang terus dipakai hingga saat ini. Mulai tahun 1971, semua piranti riset telah dipasok secara mandiri oleh McMaster tanpa bantuan lagi dari Laboratorium Chalk River. Sebagai guru besar fisika, Bertram mengajar tiga mata kuliah (fisika benda padat, termodinamika dan mekanika statistika) setiap tahun. Di luar itu ia juga melakukan tugas-tugas yang diberikan pihak universitas. Di bawah bimbingannya lahir 11 doktor fisika, enam di antaranya kemudian berkutat di bidang riset hempasan neutron. Di bawah arahannya juga lahir lebih banyak lagi fisikawan-fisikawan tingkat master. Sejak tahun 1960, Bertram mengidap sejumlah penyakit serius yang kambuh dalam interval beberapa tahun. Untuk mengatasi ini, ia terus berada di bawah pengawasan keluarga dan komunitas medis. Ia sering berlibur untuk mengembalikan stamina ke rumah peristirahatan keluarga di Danau Balsam di sebelah utara Ontario. Bersama anggota keluarga lainnya, ia juga kerap berkemah di tempat-tempat terbuka sampai penyakit punggungnya mencegah dia berada di areal seperti itu. Musik konser, opera dan piringan hitam pun menjadi bagian penting dari suasana waktu senggangnya.

Selama tahun 1970-an, ia berusaha mengasah kembali minat intelektualnya. Apa yang ia namakan sebagai “filosofi fisika” ia gali dan pikirkan. Ia juga merenungkan hal-hal lain seperti persediaan energi, dinamika ekonomi dan sistem etika. Ia pun berusaha keras mencari celah-celah fisika lain yang layak diteliti. Dengan semua usaha intelektual itu, Bertram tiba pada deskripsi baru mengenai isi dunia. Namun sayang tak banyak dari hasil pemikiran komprehensifnya yang terpublikasi. Ia hanya sering memperbincangkan itu dalam seminar-seminar atau pun dalam dialog tak resmi dengan para kolega.

(Dari berbagai sumber. Foto : nobelprize.org )
Niadesain.com

Senin, 01 November 2010

Jack Kilby, Pria Sederhana, Penemu Integrated Circuit (IC)

JACK  ST. CLAIR KILBY, ahli fisika Amerika, dikenal luas dalam dunia sains sebagai penemu sirkuit terintegrasi (IC), sebuah ciptaan yang mendasari lahirnya mikroelektronika modern. Atas prestasi ilmiah yang luar biasa ini ia dianugerahi setengah Hadiah Nobel Fisika di tahun 2000. Setengah lainnya dari Nobel Fisika tahun itu dibagi dua fisikawan lainnya, Herbert Kroemer dan Zhores Alferov, yang berhasil menemukan heterostruktur semikonduktor. 

Jack St. Clair Kilby lahir di Jefferson City, Missouri,  Amerika Serikat, 8 November 1923 (meninggal dunia 20 Juni 2005, dalam usia 81 di Dallas, Texas,Amerika Serikat)  Ia memperoleh gelar insinyur elektro di tahun 1947 dari Universitas Wisconsin. Setelah itu ia bekerja di Globe Union Inc., Milwauke, sebagai periset di Laboratorium Centralab. Di sini ia berhasil mengembangkan sirkuit layar sutra berbasis keramik.

Pada tahun 1958, ia pindah ke Texas Instrument (TI), Dallas. Di musim panas tahun itu juga ia mendemonstrasikan keberhasilannya menciptakan mikrochip pertama (IC) di dunia. Rangkaian riset berikutnya ia lancarkan untuk menggali manfaat mikrochip bagi dunia militer, industri dan komputer. Dari kelompok riset yang dipimpinnya kemudian lahir piranti-piranti hebat seperti kalkulator dan printer thermal. Pada tahun 1970, Kilby meninggalkan TI dan bekerja sebagai penemu independen. Di tahap ini risetnya terkonsentrasi pada usaha mengembangkan sel-sel surya melalui teknologi silikon.

Pada tahun 1978, ia menjadi profesor luar biasa di Universitas A & M, Texas. Posisi ini didudukinya hingga tahun 1984. Setelah itu ia kembali terserap ke dunia industri dan menjabat direktur di berbagai perusahaan elektronik kelas satu di Amerika.

Berbagai penghargaan telah ia peroleh berkat prestasi ilmiahnya yang luar biasa. Ia mengumpulkan tak kurang dari 10 medali sains dan masuk dalam jajaran penemu Hall of Fame berdampingan dengan Henry Ford, Thomas Edison dan Wright bersaudara yang berjasa besar bagi pengembangan industri di Amerika Serikat.

Pada tahun 1996, pasar komponen elektronik dunia bernilai hampir 1000 milyar dolar, sekitar sepersepuluh dari nilai total ini berasal dari pasar sirkuit sederhana ciptaan Kilby. Ini bukti yang gamblang betapa sebuah gagasan yang lahir dari pria sederhana bernama Jack Kilby telah mengubah dunia secara besar-besaran.

(Dari berbagai sumber. Foto : wikipedia)    

Jangan lupa, baca juga biografi berikut, agar kita bisa belajar dari mereka untuk menjadi orang sukses: 
Niadesain.com

Sabtu, 23 Oktober 2010

Joseph H. Taylor Jr, Penemu Pulsar Jenis Baru Membuka Peluang Studi Gravitasi

JOSEPH H. TAYLOR JR,   Ahli fisika Amerika, dikenal luas dalam dunia sains sebagai penemu pulsar jenis baru, sebuah temuan yang membuka kesempatan luas untuk melakukan studi gravitasi secara langsung di alam semesta. Atas capaian ilmiah yang fantastik ini ia dianugerahi Hadiah Nobel Fisika di tahun 1993 bersama rekan risetnya, Russell Alan Hulse

Joseph H. Taylor Jr lahir pada 29 Maret 1941 di kota Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat. Anak kedua dari pasangan Joseph Hooton Taylor dan Sylvia Evans. Saat berumur 7 tahun, ia dibawa orang tuanya kembali ke tanah pertanian milik keluarga di Cinnaminson Township, New Jersey, yang digarap oleh kakek dari pihak sang ibu. Mereka —enam bersaudara plus dua orang sepupu dari pihak ibu— tumbuh di lingkungan yang sehat dan bebas di bagian timur Sungai Delaware. Mereka juga mengembangkan diri sebagai pecinta buah tomat. Semasa kecil, Taylor biasa mengkoleksi batu mata-panah kuno dan, bersama saudara lelakinya, Hal, membuat antena-antena radio amatir di loteng rumah pertanian mereka yang bergaya Victoria. Satu hari mereka nekat memotong cerobong asap yang terbuat dari batu-bata hingga rata dengan genting dan aksi ini memicu kecemasan sekaligus kemarahan orang tua mereka.

Keluarga dari pihak ibu maupun pihak ayah Taylor punya akar Quaker (perkumpulan Kristen yang antikekerasan) yang sangat kukuh. Orang tua mereka hidup dalam kesederhanaan ala Quaker abad-20. Ajaran utama yang selalu mereka tebarkan adalah toleransi terhadap perbedaan-perbedaan di antara manusia serta kebahagiaan dalam menolong dan memperhatikan sesama. Rumah mereka yang besar selalu terbuka dan hangat, dan bahkan sepanjang ingatan Taylor, tidak pernah dikunci.

Semasa sekolah, bersama Hal, Taylor hampir mengisi penuh lantai tiga rumah mereka dengan transmiter dan penerima radio amatir yang terbuat dari paduan sisa perlengkapan perang dan bagian-bagian TV bekas. Mereka belajar dari pengalaman bahwa jika yang dibutuhkan adalah tegangan tinggi, mereka bisa menggunakan transformer-transformer  hingga 120 volt.

Taylor menempuh pendidikannya di jalur-jalur sekolah Quaker, yakni Sekolah Moorestown dan Akademi Haverford. Matematika adalah pelajaran yang paling ia sukai. Sementara pelajaran fisika dan kimia di masa SMA tidak membangkitkan gairahnya pada sains. Tahun-tahun semasa berada di Haverford ia isi dengan bermain basket, sepakbola, baseball, golf dan tenis. Namun sejalan dengan aktivitas di arena terbuka itu ia mulai menemukan keasyikan menelaah ilmu.

Proyek fisika dari seorang seniornya memungkinkan Taylor merakit sebuah teleskop radio, memperdalam pengetahuannya mengenai frekuensi radio elektronik serta menimbulkan penghargaannya kepada sains. Referensi yang ia gunakan dalam perakitan itu adalah buku panduan bagi pemakai radio amatir dan buku kuno tentang astronomi radio karangan Pawsey dan Bracewell. Proyek ini memang tak bisa dikategorikan sebagai penemuan baru tetapi berfungsi sebagai arena tempat Taylor melatih pemecahan masalah dan menemukan jurusan baru yang layak ditempuhnya hingga jenjang master. Ia akhirnya diterima di Universitas Harvard pada Jurusan Astronomi, Fisika dan Matematika Terapan.

Tahun pertama di sini adalah masa yang sangat berat bagi dirinya karena ia dipaksa mati-matian untuk menunjukkan bahwa sebagai mahasiswa baru ia bisa melakukan sesuatu yang berarti. Namun setiba pada penggarapan tesis, Taylor memasuki sebuah arena bergiat yang sangat menantang dan mengasyikkan. Ia memilih topik mengenai astronomi radio. Pembimbingnya adalah Alan Maxwell yang sangat jago mengenai persoalan itu berikut segala bentuk piranti pendukungnya. Maxwell memberinya fleksibilitas, memajukan studinya dengan kritik dan pujian serta mengarahkannya untuk menjadi penulis makalah ilmiah yang baik.
Saat Taylor kesulitan menelaah data tesisnya, buku Ron Bracewell yang secara kebetulan ia temukan di perpustakaan menyediakan titik cerah yang tak ia sangka-sangka. Dari buku itu ia juga mendalami teknik proses sinyal, sebuah pengetahuan yang kelak sangat ia butuhkan dalam mempelajari pulsar. Sebagai ilmuwan “berdarah” Quaker, ia tak pernah peduli dengan persoalan masa depan. Yang terpenting baginya adalah melakukan sesuatu yang menyenangkan pada saat sekarang, menghargai seseorang berdasarkan kepribadiannya bukan ketenaran atau kekuasaannya dan menekuni sebuah masalah lama dari sudut pandang yang baru. Ia menghargai inisiatif pribadi sekaligus aksi bersama antarmanusia dalam mengurai masalah-masalah keilmuan yang terkategori penting.

Selulus dari program Ph.D di Universitas Harvard, Taylor membangun karir pertama-tama di Universitas Massachusetts dan kemudian di Universitas Princeton. Di dua lingkungan yang sangat intelek ini ia menemukan kesegaran yang tiada batas dalam mengejar kebenaran dan kebahagiaan. Ia merasa sangat beruntung bisa berhubungan dengan sejumlah pribadi unik berbakat yang menjadi mitra kerjanya, terutama Dick Manchester, Russell Hulse, Peter McCulloch, Joel Weisberg, Thibault Damour serta Dan Stinebring. Taylor menikah dengan Marietta Bisson dan merasa menemukan kebahagiaan yang luar biasa dari perkawinan ini kendati ia tak dikarunia anak kandung.
(Dari berbagai sumber. Foto : nobelprize )

Artikel Biografi Tokoh Nobel yang lain:
Niadesain.com

Please Read This For Peace
(Mohon Baca Ini, Demi Persahabatan)




Disclaimer

I don't and never claim ownership or rights over images published on my blog unless specified.
All images are copyright of their respected creators. If any images that appear on my blog are in violation of copyright law, please contact me on my Chat Box/Guest Book or via my e-mail (maksumhamid [at] trenggalekjelita [dot] web [dot] id) and I will remove the offending pics as soon as possible.

Thank You So Much All Guests and Blogger Friends

I greatly appreciate your kindness to visit my blog and,
in return, I promise I will pay my own visit to your blogs or your sites as soon as possible.; Insyaallah, through this sort of social amiability and solidarity, we could find out a great
deal of thing which will be useful for advancing our human values.
For the sake of friendship and togetherness, please leave a sign of your presence on myChat Box/Guest Book or on comment, so that I can know it precisely and instantly.


Yours sincerely and best regard.
[Lina CahNdeso]

Categories

Senandung Kawula Alit (280) PNS dan Birokrasi (255) Artikel (223) Info (212) Pendidikan (163) Lowongan Kerja (161) Sains-Teknologi Informasi (151) Sejarah Trenggalek (145) Pembangunan (90) Politik (86) Bagi Pahlawan Kemerdekaan (83) Islam (70) Pra-Anggapan (70) Agamaku (69) Kriminal (69) UU-Peraturan (63) Anti Korupsi (60) Catatan Budaya (58) Antik dan Klasik (57) Olahraga (56) Numpang Niwul (54) Cinta dan Kasih Sayang (42) BisnisOnline (37) Tanggung Jawab dan Profesionalisme (37) Software (36) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (35) Sains-Teknologi (32) Biografi Tokoh Peraih Nobel (31) PTC (31) Legeslatif (30) Mesum (27) Palestina (27) Kesehatan (25) Info Beasiswa (24) Thiwul-Manco-Rengginang (22) Zionist (22) Artikel-Copas (21) Flora/Fauna (21) Trik dan Tips Blogging (21) Bencana Alam (20) Langka (20) Selebritis/Tokoh (19) Pariwisata (18) Piala Dunia 2010 (18) Kasus Korupsi (16) Sejarah Dunia (16) English Version (13) Antik dan Klasik. Dongeng (11) Fakta Unik (11) Berita CPNS (9) Fauna (8) Idul Fitri (8) Bencana (6) Bonsai (6) Film (6) Office (6) Poetry (6) Eksekutif (5) My Award (5) Antivirus (4) Biografi Tokoh Lokal (4) Kabinet (4) Puisiku (4) Guest Book (3) Lomba (3) Musibah (3) Polisi (3) Affiliasi Bisnis (2) Bank (2) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (English) (2) Ekonomi/Keuangan (2) Iklan/Pariwara (2) KIB Jilid 2 (2) Mbah Surip (2) Merapi (2) Musik (2) Pelantikan Presiden (2) Taxi (2) lebaran (2) Adipura (1) Alexa (1) Banner Sahabat (1) Biografi Tokoh Seni/Sastra Lokal (1) Catur (1) Cerpen (1) Daftar Posts (1) Dewa Ruci (1) Forex-JSS-JBP (1) GTT (1) Game (1) Google Sandbox (1) Hari Jadi (1) Irshad Manji (1) Jamu Tradisional (1) Jelajah Sepeda-Kompas (1) Jimat Trenggalek (1) Judi/Togel (1) Kuliner (1) Malaysia (1) Maria Verchenova: Russian golferMaria Verchenova: Russian golfer (1) Moammar Khadafi (1) Parcel (1) Perempuan (1) Pers (1) Pramuka (1) Psikologi (1) Resensi Buku (1) Sepak Bola (1) Sumpah Pemuda (1) TNI (1) Tradisional (1)
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes

Back To Top