Tampilkan postingan dengan label Agamaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agamaku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Agustus 2013

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

 
Si Jelita Ramadhan 1434 H, kini beringsut meninggalkan kita,
Kehadirannya tiada terasa, kita terpana
dalam nuansa tanpa kata, tanpa bahasa
Kerinduan belum sirna, Sang Jelita sudah harus tinggalkan kita
 
Sebelas bulan kita kejar dunia,
Kita umbar napsu angkara.
Sebulan penuh kita gelar puasa,
kita bakar segala dosa.
Sebelas bulan kita sebar dengki dan prasangka,
Sebulan penuh kita tebar kasih sayang sesama.
Dua belas bulan kita berinteraksi penuh salah dan khilaf,
Di Hari suci nan fitri ini, kita cuci hati, Kita buka pintu maaf.

Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin
Taqobalallahu Minna wa Minkum Taqobbal ya Kariim

جَزَكُمُ الله خَيْرًا كَثِيْرًا

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 


Senin, 05 Agustus 2013

Bolehkah Membayar Zakat Fitrah Dengan Uang?


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Zakat Fitrah lazimnya dibayar dengan bahan makanan pokok seperti beras. Namun, ada pula yang membayarnya dengan uang. Bolehkah berfitrah dengan menggunakan uang dan apakah dibolehkan di dalam ruang mesjid kita membayar zakat fitrah?

Menurut Ustaz Syaukani Arsyad dari Qur'anic Intelligence Center (QIC), mengenai Zakat fitrah, para ulama' sejak dahulu kala ada beda pendapat apakah zakat fitrah boleh dibayarkan dengan uang atau harus dengan makanan (makanan pokok)? Jumhur (kebanyakan) ulama' menyatakan bahwa zakat fitrah harus dibayar dengan makanan pokok, sebesar satu sha' (kira-kira 3 kg).

Mereka berdalil dengan banyak hadits, diantaranya:
"Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri berupa satu sho' kurma atau satu sho' gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Beliau shallallahu `alaihi wa sallam memerintahkan untuk menunaikan zakat ini sebelum orang-orang berangkat menunaikan Salat Id." (HR Bukhari No 1503).

Lantas, apakah boleh seseorang mengeluarkan zakat fitrah atau zakat yang lainnya dengan uang? Para ulama berbeda pendapat terkait masalah ini. Pendapat pertama: boleh membayar zakat fitrah dan yang lainnya dengan menggunakan qimah (mata uang). Pendapat kedua: tidak boleh membayar zakat dengan qimah (mata uang). Ketiga: diperbolehkan membayar zakat dengan qimah bila ada kemaslahatan.

Menurut Syaukani, kemaslahatan membayar zakat dalam bentuk uang pada saat ini merupakan sesuatu yang tidak bisa dipungkiri. Kebutuhan mustahik sangat beragam. Tidak hanya sebatas bahan makanan pokok. Bahkan, kadang kala memberikannya dengan bahan pokok justru merugikan penerima zakat. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan yang lain, ia harus menjual lagi harta zakat yang ia terima dengan harga di bawah standar.

Syaikh Yusuf Al-Qardhawi memberikan suatu argument yang cukup kuat alasan Rasulullah saw, pada waktu itu, memerintahkan zakat fitrah dalam bentuk makanan pokok. Kala itu, tidak semua orang memiliki dinar atau dirham. Akses mereka terhadap bahan pokok lebih mudah.

Dengan begitu, apabila Beliau saw memerintahkan zakat dalam bentuk uang tentu akan membebani umat muslim. Maka, Nabi Muhammad saw memerintahkan zakat dalam bentuk bahan makanan pokok. Berbeda halnya saat ini, situasi telah berubah. Seseorang lebih mudah mendapatkan uang daripada bahan makanan pokok. Dengan demikian, memberikan zakat dalam bentuk uang memang benar-benar memberikan maslahat. pembayarannya tentu saja dapat dilakukan di dalam masjid.

Wallahu a'lam bissawab

جَزَكُمُ الله خَيْرًا كَثِيْرًا 
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Sumber Copas: Forum KAD Thread By Fitraria.

Rabu, 24 Juli 2013

10 Keutamaan Sifat Pema'af


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 


Islam mendorong Muslim untuk memiliki sikap pemaaf. Sifat ini muncul karena keimanan, ketakwaan, pengetahuan dan wawasan mendalam seorang Muslim tentang Islam. Seorang Muslim menyadari bahwa sikap pemaaf menguntungkan, terutama mebuat hati lapang dan tidak dendam terhadap orang yang berbuat salah kepadanya, sehingga jiwanya menjadi tenang dan tentram. Apabila ia bukan pemaaf, tentu akan menjadi orang pendendam. Dendam yang tidak terbalas menjadi beban bagi dirinya. Ini penyakit berbahaya karena selalu membawa kegelisahan dan tekanan negatif bagi orang yang bersangkutan. Hanya orang-orang bodoh yang tidak memiliki sikap pemaaf. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang baik, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh." (QS 7: 199).

Sikap pemaaf yang menjadi tradisi Muslim jauh lebih baik dari sedekah yang diberikan dengan diiringi oleh ucapan atau sikap yang menyakitkan bagi orang yang menerimanya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakikan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyatun." (QS 2: 263)

Seorang Muslim bukan hanya dituntut memberikan maaf. Ia juga diperintahkan berbuat baik kepada yang pernah berbuat salah kepadanya. Mereka yang mampu berbuat demikian mendapat kedudukan tinggi, pujian dan pahala yang baik dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim." (QS 42: 40)

Suka memberi maaf kepada orang yang berbuat salah merupakan ciri orang bertakwa. Orang yang demikian akan memaafkan orang yang berbuat salah kepadanya, meskipun yang bersalah tidak pernah minta maaf kepadanya.

Allah berfirman, "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orasng-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik diwaktu lapang maupun sempit dan orang orang yang menahan amarahnya dan memmaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan," (QS 3: 1330134).  

10 Keutamaan Sifat Pema'af

10 Keutamaan Sifat Pema'af


  1. Dapat menyelesaikan perselisihan atau perseteruan. Perselisihan atau perseteruan mungkin timbul lantaran ada pihak yang melakukan perbuatan aniaya dan pihak lain merasa teraniaya. Jika pihak yang bersalah tidak mau meminta maaf, dan pihak yang merasa teraniaya juga enggan memaafkannya, maka perselisihan tersebut akan sulit diselesaikan. Tetapi dengan adanya sifat pemaaf niscaya perselisihan dan perseteruan tersebut dapat didamaikan.
  2. Dapat menghilangkan rasa benci, dengki dan dendam. Benci, dengki dan dendam mungkin timbul karena suatu perseteruan yang belum bisa diselesaikan, lalu mendorong pihak-pihak yang berseteru untuk melakukan balas dendam, mencederai dan menghancurkan pihak lawan. Jika masing-masing pihak berlapangdada serta dengan tulus mau berdamai dan saling memaafkan, insya Allah rasa benci, dendam dan dengki tersebut akan bisa dihilangkan.
  3. Dapat menyambung silaturrahim yang telah putus. Dua orang bersaudara atau bertetangga, bisa jadi terganggu komunikasinya sehingga bertahun-tahun tidak saling bertegur-sapa. Padahal, pemicunya mungkin sepele, katakanlah gara-gara masalah anak. Namun karena keduanya merasa berada di pihak yang benar dan tidak ada yang mau mengalah, akibatnya silaturrahim antara keduanya menjadi terputus.
  4. Dapat memperkokoh ukhuwah Islamiyah (persatuan dan kesatuan umat). Di dalam kehidupan umat Islam banyak terjadi perbedaan faham dan pendapat, baik di bidang fikih maupun bidang-bidang lainnya. Perbedaan-perbedaan tersebut kadang sampai menimbulkan konflik dan benturan yang cukup keras. Maka, bila setiap Muslim bersikap pemaaf terhadap saudaranya, berlapang dada dan saling menghormati pendapat yang berbeda tersebut, insya Allah persatuan dan kesatuan umat akan bisa diperkokoh.
  5. Pemaaf itu dapat menghilangkan rasa permusuhan dan memperbanyak teman. Islam melarang permusuhan antarsesama. Sebaliknya, Islam sangat menganjurkan membangun persahabatan sebanyak mungkin. Untuk itulah Islam menganjurkan sifat pemaaf dan ketulusan hati kepada para pemeluknya, karena sifat pemaaf yang tulus itu akan menghilangkan sifat benci dan dendam, menghilangkan rasa permusuhan dan mempersubur persahabatan.
  6. Melahirkan sifat tawadu’, menghilangkan sifat sombong dan angkuh. Sifat sombong dan angkuh dapat timbul pada diri seseorang, karena ia merasa lebih dari yang lain, paling baik, paling benar dan paling mampu dalam segala hal. Sifat-sifat ini sering membuat orang enggan meminta maaf, karena ia merasa tidak pernah bersalah, sehingga ia gengsi untuk meminta maaf, bahkan meminta maaf dianggapnya identik dengan kerendahan diri.
  7. Dapat menghapus dosa dan memudahkan jalan ke surga. Allah tidak akan mengampuni dosa seseorang dan tidak akan memasukkannya ke surga sebelum orang tersebut terlebih dulu menyelesaikan urusannya di dunia, sangkut pautnya dengan orang lain sehingga mereka berdamai dan saling memaafkan.
  8. Menjadikan hati tenang-tenteram. Dosa adalah sesuatu yang membuat pelakunya gelisah, tidak tenang. Apalagi kalau dia telah menyadari betul bahwa perbuatannya itu tidak benar, maka bisa dipastikan, maka hidupnya tidak akan pernah merasa tenang, setiap hari dihantui oleh rasa bersalah atau berdosa. Jika dia telah meminta maaf, dan kesalahannya dimaafkan oleh orang lain, barulah hatinya akan tenang.
  9. Sifat pemaaf itu akan melahirkan pemaaf juga. Ada orang yang ingin semua kesalahannya dimaafkan oleh orang lain, sementara dia sendiri enggan memaafkan kesalahan orang lain. Tentu orang lain akan sulit menerima hal itu. Jika kesalahan kita ingin dimaafkan oleh orang lain, maka terlebih dahulu maafkanlah kesalahan-kesalahan orang lain, niscaya orang lain akan memaafkan kesalahan kita.
  10. Sifat pemaaf itu merupakan bagian dari strategi dakwah yang jitu. Kaum kafir Quraisy demikian dahsyat memusuhi Nabi Muhammad dan umat islam. Umat Islam di masa itu, selalu diganggu, disiksa bahkan dibunuh. Tetapi, ketika kaum Muslimin berhasil menguasai Makkah dan Jazirah Arab, Nabi Muhammad SAW segera memaklumkan amnesty umum, memaafkan semua kesalahan semua orang kafir Quraisy. Tindakan Nabi itu, ternyata membuat mereka tersentuh dan terharu, sehingga kemudian mereka berbondong-bondong masuk Islam.

"Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh". 
(QS. Al-A’raf: 199)

"Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar". 
(QS. Al-Fushilat: 35)

Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya.

I love All KADers
 


 جَزَكُمُ الله خَيْرًا كَثِيْرًا 
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Baca juga yang ini:


Rabu, 10 Juli 2013

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1434 H


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 


"Walau tak sesuci air wudhu,
tak seindah hamparan sajadah,
dan tak semerdu alunan dzikir",
bila ada kata terselip dusta,
ada lisan yang tak terjaga,
ada sikap membekas lara,
ada janji tak terpenuhi,
dan hati kerap berprasangka,
semoga masih tersisa kata "maaf";

"Mohon Maaf Lahir dan Bathin",

Marhaban ya Ramadhan....
Semoga Allah SWT senantiasa bersama kita;
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1434 H.


جَزَكُمُ الله خَيْرًا كَثِيْرًا 

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Jumat, 21 Juni 2013

Silsilah Nabi Muhammad SAW



السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Silsilah Nabi Muhammad SAW banyak ditemui pada tulisan-tulisan Sejarawan terutama Sirah Nabawiyah, dan tentu saja ada penegasan-penegasan yang bersumber dari Hadist, bahwa nabi Muhammad saw adalah keturunan Ismail as.

عن واثلة بن الأسقع رضي الله عنه قال : سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول : إن الله اصطفى كنانة من ولد إسماعيل ، واصطفى قريشا  من كنانة ، واصطفى من قريش بني هاشم ، واصطفاني من بني هاشم )) أخرجه مسلم.

Dari Watsilah bin Asyqo berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda :
“Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturunan Ismail dan Allah memilih Quraisy dari keturunan Kinanah. Allah memilih Bani Hasyim dari Quraisy dan Allah memilih aku dari keluarga Bani Hasyim” ( diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2276.)

Hadith di atas, adalah informasi dari Rasulullah, mengenai silsilah beliau. Dan tidak ada maksud, untuk membangga-banggakan kemuliaan nasab yang dimilikinya.


Bani Hasyim – Suku Quraisy – Bani Kinanah

Rasulullah berasal dari Bani Hasyim, yang bertanggung-jawab dalam Pemeliharaan Ka’bah. Bani Hasyim dinisbatkan kepada anak keturunan Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr (Quraisy). Rasulullah sendiri adalah cicit dari Hasyim bin Abdu Manaf, dengan nasab : Muhammad Rasulullah bin Abdullah bin Abdu Muthalib bin Hasyim. Keluarga Bani Hasyim, merupakan bagian dari Suku Quraisy, yang merupakan anak keturunan Fihr (Quraisy) bin Malik bin Al Nadhar bin Kinanah. Sementara Suku Quraisy, merupakan pecahan dari Bani Kinanah, yang berasal dari Kinanah bin Khuzayma bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

Sebagian besar bangsa Arab, termasuk Bani Kinanah, hanya mengetahui leluhur mereka sampai kepada Adnan. Umar bin Khatab pernah berkata : “Kami mengetahui daftar nenek moyang hanya sampai kepada Adnan”, bahkan Ibnu Abbas pernah menyatakan “antara Adnan dan Ismail ada 30 generasi yang tidak diketahui”.

Nasab Muhammad Rasulullah

Melalui penelitian yang panjang, akhir-akhir ini diperoleh data mutahir mengenai leluhur Rasulullah, yang dimulai dari Adnan sampai kepada Nabi Ibrahim, yaitu : Adnan bin Add bin Humaisi‘ bin Salaman bin Aws bin Buz bin Qamwal bin Obai bin ‘Awwam bin Nashid bin Haza bin Bildas bin Yadlaf bin Tabikh bin Jahim bin Nahish bin Makhi bin Ayd bin ‘Abqar bin ‘Ubayd bin Ad-Da‘a bin Hamdan bin Sanbir bin Yathrabi bin Yahzin bin Yalhan bin Arami bin Ayd bin Deshan bin Aisar bin Afnad bin Aiham bin Muksar bin Nahith bin Zarih bin Sami bin Wazzi bin ‘Awda bin Aram bin Qaidar bin Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim (“Ar Raheeq Al Makhtum“, tulisan Syaikh Safi-ur Rahman al-Mabarakpuri).

Sehingga Nasab Rasulullah sampai kepada Nabi Ibrahim, adalah sebagai berikut :
Muhammad Rasulullah bin Abdullah bin Abdu Muthalib bin Hasyim (cikal bakal Bani Hasyim) bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr (cikal bakal Suku Quraisy) bin Malik bin Al Nadhar bin Kinanah (cikal bakal Bani Kinanah) bin Khuzayma bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnanbin Add bin Humaisi‘ bin Salaman bin Aws bin Buz bin Qamwal bin Obai bin ‘Awwam bin Nashid bin Haza bin Bildas bin Yadlaf bin Tabikh bin Jahim bin Nahish bin Makhi bin Ayd bin ‘Abqar bin ‘Ubayd bin Ad-Da‘a bin Hamdan bin Sanbir bin Yathrabi bin Yahzin bin Yalhan bin Arami bin Ayd bin Deshan bin Aisar bin Afnad bin Aiham bin Muksar bin Nahith bin Zarih bin Sami bin Wazzi bin ‘Awda bin Aram bin Qaidar bin Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim.

Pendapat Pendukung

Bible (Kejadian 25:12-15) mencatat anak-anak Ismail berdasarkan urutan kelahiran yaitu : Nebayot (anak sulung Ismael), Kedar, Adbeel, Mibsam, Misyma, Duma, Masa, Hadad, Tema, Yetur, Nafish dan Kedma.

Nabi Muhammad Saw, terlahir dari keturunan Qaidar (Kedar) bin Nabi Ismail, didukung pendapat beberapa ahli Bible, antara lain :

  • The Davis Dictionary of the Bible (1980), sponsored by the Board of Christian Education of the Presbyterian Church in the USA, menulis pada artikel Kedar sebagai berikut :
    “… A tribe descended from Ishmael (Gen. 25:13) … The people of Kedar were Pliny’s Cedrai, and from their tribe Mohammed ultimately arose.”
    “….suatu suku keturunan Ismail (Kej. 25:13)…. masyarakat keturunan Kedar ialah orang Pliny Cedrai, dan dari suku mereka itulah lalu Muhammad dilahirkan secara terhormat.”
  • The International Standard Bible Encyclopedia dari A.S. Fulton menerangkan :
    “… Of the Ishmaelite tribes, Kedar must have been one of the most important and thus in later times the name came to be applied to all the wild tribes of the desert. It is through Kedar (“Keidar” in Arabic) that Muslim genealogists trace the descent of Mohammed from Ishmael.”
  • Smith’s Bible Dictionary ikut menjelaskan :
    “Kedar (black). Second son of Ishmael (Gen. 25:13) … Mohammed traces his lineage to Abraham through the celebrated Koreish tribe, which sprang from Kedar. The Arabs in the Hejaz are called Beni Harb (men of war), and are Ishmaelites as of old, from their beginning. Palgrave says their language is as pure now as when the Koran was written (A.D. 610), having remained unchanged more than 1200 years; a fine proof of the permanency of Eastern Institutions.”

Tiada keraguan bahwa Muhammad saw adalah keturunan langsung dari nabi Ismail dan bukti ini tidak dapat dibantah sebagaimana  bukti-bukti yang meyakinkan di bawah ini.
  • Keturunan Qurays adalah suku dari Muhammad saw. Mereka percaya dan meyakini sebagai keturunan Ismail. Jika pengakuan ini salah maka keturunan asli nabi Ismail akan mengajukan keberatan, namun tidak ada kaum lain yang pernah menyatakan demikian.
    Dan tidak ada satu keberatan pun yang pernah muncul.
  • Di dalam Kejadian 17:20-21 Allah menjanjikan untuk memberkati anak cucu nabi Ismail dan akan menjadikan suatu bangsa yang besar. Jika Orang-orang Arab bukan dari keturunannya, dimanakah bangsa yang besar itu?
  • Menurut Kejadian 25: 18 keturunan nabi Ismail bertempat tinggal dari Havilah sampai Tsur yang berlawanan arah dengan Mesir. Dari petikan ini menandakan kepada bagian luar Jazirah Arabia. Bahkan Paulus mengakui bahwa Hajjar mempunyai hubungan dengan bangsa Arab. “Sekarang Hajjar adalah nama bukit Sinai di Arab”. (Galatia 4:25)

Sumber : Diolah dari berbagai Sumber 

 جَزَكُمُ الله خَيْرًا كَثِيْرًا وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
 

Rabu, 23 Januari 2013

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Pembangkit Semangat Jihad


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kamis 24 Januari 2013 bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1434 H, adalah Hari Kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, hari yang lazim disebut Maulid Nabi Besar Muhammad SAW; serta biasanya dirayakan hampir di seluruh penjuru dunia Islam, ada yang selenggarakan sangat meriah namun ada pula yang sederhana dan diam-diam.

Di beberapa daerah di Indonesia, perayaan Maulid seakan menjadi tradisi, bahkan barangkali saja ada yang mengarah ke praktik syirik dengan memberikan sesajian, berkurban bagi alam, ikhtilath atau campur baur laki-laki dan perempuan; yang tidak jarang, perayaan tersebut dapat merenggut jiwa khalayak yang mengunjungi akibat berdesak-desakan dan saling dorong saat berebut makanan sajen.

    “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Kiamat dan ia banyak menyebut (Nama) Allah" (al-Ahzab: 21)

Dunia telah melahirkan banyak tokoh hebat yang mampu membangkitkan revolusi peradaban pada zamannya. Tokoh-tokoh ini adalah figur yang kelak menjadi panutan karena dianggap mampu memberikan kebaikan bagi masyarakatnya. Kebaikan dalam hal materi, psikis, maupun idealisme dan sosial budaya. Salah satu tokoh paling populer dan sangat banyak pengikutnya adalah yang bernama Muhammad bin Abdullah, yang kemudian dikenal sebagai Muhammad Rasulullah SAW.  Dalam "The 100" buku karya astrofisikawan Michael H. Hart, edisi pertama (1978) dan edisi kedua (1992) tentang peringkat orang paling berpengaruh dalam sejarah, menempatkan Nabi Muhammad SAW, (penyebar agama Islam dan penguasa Arabia) di urutan puncak.

Para pengikut Muhammad Rasulullah SAW, adalah mereka yang juga dengan ikhlas menerima semua ajarannya, serta meyakininya tanpa ragu, mereka inilah kaum muslimin dengan Islam sebagai agamanya, agama yang diwariskan oleh Muhammad SAW. Rasa cinta yang tulus terhadap Nabi Junjungannya, diwujudkan oleh ummat Islam dengan berbagai amalan, baik lahir maupun bathin, amalan yang diperintahkan oleh Islam. 

Dalam komunitas ummat Islam, ada budaya perayaan maulid Nabi, karena bagi setiap generasi Islam sepanjang zaman, Rasulullah SAW adalah tokoh panutan yang diyakini membawa kesejahteraan dunia dan akhirat atas ijin dan perkenan Ilahi Robb melalui agama Islam. Dibalik semua perayaan yang berlangsung tersebut, ada hal yang paling penting dimaknai, agar perayaan itu bukan sekedar seremonial belaka.

Sebagai ritual keagamaan, tradisi maulid memang masih diperdebatkan boleh atau tidaknya, sunnah atau bid'ahnya. Perdebatan yang tidak terlalu prinsip sebab bukan menyangkut aqidah; melainkan bentuk dan cara, juga bukan pada esensi sejarahnya. Merayakan maulid Nabi bertujuan menghadirkan kembali riwayat ketokohan beliau untuk diketahui selanjutnya ditauladani sebagai figur yang mengajarkan agama Islam rahmatan lil'alamin.

Seremonial peringatan Maulid Nabi, baru dilakukan pada pertengahan Abad ke-6 Hijriah. Tradisi ini dimulai di Mosul oleh Syaikh Umar bin Muhammad al-Mala, kemudian dikembangkan oleh Muzhaffar al-Din bin Zaynuddin (549-630), penguasa Irbil. Tapi, esensi maulid sebagai penghadiran tokoh sejarah secara praktis sudah sangat mengakar sejak generasi pertama umat Islam. Para sahabat adalah orang-orang yang paling gemar menghadirkan sejarah Rasulullah dalam ruang kehidupan mereka, mulai dari urusan rumah tangga sampai masalah politik dan militer.

Eksistensi Rasulullah menjadi inspirasi paling sempurna bagi seorang muslim dalam menjalani realitas hidupnya. Shalah al-Din al-Ayyubi, panglima agung muslimin dan teman perjuangan Muzhaffar dalam Perang Salib, menggunakan tradisi pembacaan sejarah Nabi sebagai strategi untuk menggelegarkan motivasi jihad fisabilillah anggota pasukannya. Sejarah Nabi Muhammad SAW dengan jelas memberikan gambaran sempurna figur jiwa heroik dan ksatria. Karena itulah, al-Ayyubi berusaha menjadikan Rasulullah sebagai idola sekaligus panutan militer tentaranya melalui tradisi pembacaan sejarahnya.

Upaya al-Ayyubi membangkitkan heroisme muslimin face a face Pasukan Salib dalam bentuknya paling suspens. Dan, itu mutlak diperlukan sebagai urat nadi dari sebuah perlawanan dan perjuangan. Al-Ayyubi berhasil memenangkan Perang Salib, mengusir mereka dari Al-Quds dan daerah-daerah muslimin yang lain - mungkin salah satunya berkat pengidolaan sejarah dan motivasi historik yang terus ditanamkan dalam pikiran, jiwa dan pandangan hidup pasukannya tersebut.

Sejarah dipelajari memang untuk menghadirkan tokoh di masa lampau dalam sebuah fenomena. Ini menjadi salah satu filosofi dari displin sejarah itu sendiri. Dalam tradisi maulid, hal itu sangat kental. Bahkan, tidak hanya menghadirkan tapi juga menyegarkan kembali bahwa hanya ada satu tokoh kunci dan super idola dalam keyakinan kaum muslimin, yakni Nabi Muhammad SAW.

Menciptakan idola dari tokoh sejarah adalah hal yang cukup sulit. Tokoh sejarah hanya digambarkan dalam bentuk cerita-cerita, tidak bersentuhan secara empirik dengan realitas yang sedang kita alami. Gambaran dalam sejarah tidak sekongkrit ketika seseorang secara langsung bertemu atau merasakan sendiri bagaimana sepak terjang tokoh itu. Diperlukan penciptaan momen yang tepat agar sejarahnya hadir, menyentuh dan meninggalkan pengaruh semi-empirik terhadap seseorang.

Di sinilah, peringatan sejarah secara serentak -seperti Maulid Nabi- menemukan urgensitasnya yang paling esensial dan efektif. Seseorang lebih mudah mencintai ayah, ibu, saudara atau temannya daripada mencintai Rasulullah, karena ada interaksi langsung dengan mereka. Lebih mudah mengidolakan tokoh yang berada di sekeliling kita daripada mengidolakan tokoh sejarah seperti Rasulullah SAW. Kita bisa bersentuhan langsung dengan kiprah dan kepribadian orang-orang yang berada di sekeliling kita. Mereka lebih mudah mengisi ruang pikiran dalam hidup kita daripada tokoh sejarah.

Sulitnya menghadirkan tokoh sejarah di detak dada, diakui oleh Rasulullah sendiri. Beliau memberikan posisi istimewa untuk orang-orang yang mempercayai beliau padahal mereka tidak pernah melihat beliau. "Mereka saudara-saudaraku," sabda Beliau dalam sebuah hadits. Untuk para shahabat di sekelilingnya, Rasulullah tidak menyebut mereka "saudara", tapi "teman".

Keyakinan terhadap tokoh sejarah menjadi salah satu bagian paling inti dari agama. Dalam "al-Durr al-Mantsur", al-Suyuthi menyebutnya sebagai keimanan terhadap al-ghaib dalam arti tidak hadir dalam realitas hidup. Kepercayaan terhadap al-ghaib ini merupakan point pokok dari religiusitas seseorang.

Makna Maulid Nabi yang dalam dunia kita terus diperingati setiap tanggal kelahiran Beliau bukan lagi sebuah kesemarakan seremonial, tapi sebuah momen spiritual untuk mentasbihkan beliau sebagai figur yang mengisi pikiran, hati dan pandangan hidup kita.

Dalam setiap acara maulid, jangan dianggap hanya sebuah upacara, tapi perenungan dan pendadaran batin serta keyakinan iman agar tokoh sejarah tidak menjadi fiktif dalam diri kita, tapi betul-betul secara kongkrit tertanam, mengakar, menggerakkan detak-detak jantung dan aliran darah ini. Niscaya dengan demikian secara naluriah tergeraklah kesungguhan niat dan tekad berusaha untuk mencontoh, mentauladani akhlaq dan perilaku beliau. Dengan semangat spiritual Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, kita bangkitkan gairah jihad fisabilillah sesuai dengan tuntunan Islam.

جَزَكُمُ الله خَيْرًا كَثِيْرً
وَعَلَيْكُمْا لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sumber inspirasi: amriawan

Saya Berdoa Semoga Andika Tertarik Untuk Membaca:

Jumat, 14 Desember 2012

Perilaku Seks Remaja, 97% Dipengaruhi Pronografi di Internet


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Foto: http://www.beritabatavia.com
Barusan tadi saya melihat televisi milik Nasdem (MetroTV), ada headline News  (Jum'at, 14 Desember 2012) tentang ditahannya pelaku video porno yang beredar di Mojokerto baru-baru ini. Si cewek adalah siswi salah satu SMK swasta di kotamadya tersebut dan oleh kepala sekolah sudah dikeluarkan terhitung tanggal 5 Desember 2012; Sedangkan pelaku cowok, berusia 21 tahun juga mantan siswa SMK tersebut yang sudah keluar tahun lalu.

Berita itu, mengulas selintas tentang perilaku seks di kalangan remaja Indonesia dengan mengutip hasil survey KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) tahun 2010 lalu, yang menyimpulkan bahwa:
  • 32% remaja usia 14-18 tahun di kota-kota besar (Jakarta, Bandung dan Surabaya) sudah pernah melakukan hubungan seks.
  • 21,2% remaja putri di Indonesia pernah melakukan aborsi.
  • 97% perilaku remaja diilhami pornografi di internet.
Sungguh sebuah angka yang mengerikan bila dilihat dari jumlah penduduk Indonesia yang 250 jutaan, dan 99% diantaranya dipastikan menganut Agama alias dari keluarga yang beragama!!! Saya yakin, hasil survey KPAI tahun 2010 itu akan melonjak drastis bila dibanding dengan fenomena kehidupan remaja/generasi muda dewasa ini.

Masalah seks dan pornografi di kalangan generasi muda ini juga telah merambah lebih luas lagi, ke pedesaan dan daerah-daerah terpencil di Bumi Ibu Pertiwi tercinta. Adakah kita kaum remaja/remaji ini akan terjerumus pula di lembah nista tersebut?! Jawabannya tergantung pada komitmen dari remaja dan generasi muda itu sendiri. Sebab, kendati ortu (orang tua), lingkungan dan sistem pendidikan sudah membatasi apa yang kita (remaja) lakukan, kalau kita sebagai remaja tidak mampu mengontrol diri dan mengendalikan langkah kehidupan kita demi masa depan yang gemilang, maka hasilnya jelas akan merugikan diri sendiri. Tanpa komitment dan keteguhan dalam menjalankan tuntunan Agama, maka kita akan tetap terjerembab dalam lembah seks bebas dan pornografi!

Saya mengajak diri saya sendiri, mudah-mudahan mampu mempertahankan citra saya sebagai muslimat dan memelihara kesucian hingga pernikahan menjelang. Sebab, harga diri dan kesucian seorang wanita (juga pria), tentu akan membawa efek terhadap perjalanan hidup seseorang (dan keturunannya!) di masa depan. Saya yakin, haqul yaqin, bahwa apa yang dilarang dan diperintahkan oleh al Islam pasti pantas untuk ditaati, karena al Islam adalah Rahmat bagi seluruh ummat manusia! Semoga Allah SWT senantiasa melindungi diri saya, keluarga saya, pembaca/pengunjung Cangkrug-ane CahNdeso serta seluruh generasi muda -putera/puteri Ibu Pertiwi- dari dampak negatif internet minded. 
آمِيْن يآمُجيْبَ السَّائِليْنَ


 جَزَكُمُ الله خَيْرًا كَثِيْرًا 
وَعَلَيْكُمْا لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
 

Minggu, 02 Desember 2012

Sunnah Rasulullah: Manfaat Tidur Miring ke Kanan


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

Salah satu adab tidur adalah dianjurkan untuk miring ke kanan, dan di balik sunnah Nabi ini ternyata banyak sekali hikmah dan manfaat yang bisa kita ambil dari sisi kesehatan. Berikut Manfaat Tidur Menghadap Ke Sebelah Kanan menurut Penjelasan Medis.
  1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri
    Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi dua bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya kita menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang dan lainnya. Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktiftas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam. Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak , asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang beresiko terkena stroke, maka yang beresiko adalah otak bagian kanan, dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).

  2. Mengurangi beban jantung.
    Posisi tidur kesebelah kanan yang rata memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan (bawah). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur.

    Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang lebih condong berada di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sisi kiri menyebabkan curah jantung yang berlebihan, karena darah yang masuk ke atrium juga banyak yang disebabkan karena paru-paru kanan berada di atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapatkan pasokan darah yang lebih banyak dari paru-paru kiri.

  3. Mengistirahatkan lambung.
    Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah kanan bawah. Jika seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran chime ( makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung ) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung. Hambatan ini pada akhirnya akan meningkatkan akumulasi asam yang akan menyebabkan erosi dinding lambung. Posisi ini juga akan menyebabkan cairan usus yang bersifat basa bias masuk balik menuju lambung dengan akibat erosi dinding lambung dekat pylorus.

  4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu, pankreas.
    Adanya aliran chime yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pancreas juga akan meningkat dengan posisi mirin ke kanan.

  5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi.
    Saat tidur pergerakan usus menigkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makann yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada dibawah. Waktu yang lamam selamat tidur memungkinkan penyerapan bias optimal.

  6. Merangsang buang air besar (BAB)
    Dengan tidur miring ke sebelah kanan, proses pengisian usus besar sigmoid (sebelum anus) akan lebih cepat penuh, jika sudah penuh akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air Besar.

  7. Mengisitirahatkan kaki kiri
    Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktifitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalgi kaki posisi paling bawah dimana aliran darah balik cenderung lebih lambat. Jika tidur miring kanan , maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang.

  8. Menjaga kesehatan paru-paru
    Paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan dengan paru-paru kanan. Jika tidur miring ke sebelah kanan, jantung akan condong ke sebelah kanan. Hal ini tidak menjadi masalah karena paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika bertumpu pada sebelah kiri, jantung akan menekan paru-paru kiri yang berukuran kecil, tentu ini sangat tidak baik.

  9. Menjaga saluran pernafasan
    Tidur miring mencegah jatuhnya lidah ke pangkal yang dapat mengganggu saluran pernafasan. Tidur dengan posisi telentang, mengakibatkan saluran pernafasan terhalang oleh lidah. Yang juga mengakibatkan seseorang mendengkur. Orang yang mendengkur saat tidur menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Bahkan terkadang dapat mengakibatkan terhentinya nafas untuk beberapa detik yang akan membangunkannya dari tidur. Orang tersebut biasanya akan bangun dengan keadaan pusing karena kurangnya oksigen yang masuk ke otak. Tentunya ini sangat mengganggu kualitas tidur.
Sungguh sangat sombong manusia apabila manusia tidak mentaati Tuhannya yang Maha Hidup lagi terus menerus dan tidak tertimpa rasa kantuk dan juga tidur. Sedangkan manusia hanyalah mahluk lemah yang apabila satu kegiatan ditinggalkan (seperti tidur yang kelihatannya sepele) ternyata dapat mengakibatkan dampak buruk bagi manusia itu sendiri sampai berujung kepada kematian… maka benarlah Allah dan sangat tepatlah bahwa hanya Allah lah satu-satu Dzat Yang Maha Hidup dan Qoyyum yang tidak pernah terkena rasa kantuk dan tidak pernah tidur.

Wallahu’alam Bishawab.

جَزَكُمُ الله خَيْرًا كَثِيْرًا 
  وَعَلَيْكُمْا لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Sumber: IslamPos

Rabu, 14 November 2012

Amalan Do'a Akhir Tahun Hijriyah, Apakah Itu Bid'ah?!


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُ 

Berdoa, adalah sebuah keharusan bagi ummat Islam, sebab doa adalah sebentuk upaya yang mengiringi setiap ikhtiar/usaha yang sudah dilakukan. Berusaha, berdoa dan  kemudian kita bertawakkal kepada Allah SWT, adalah tiga serangkai sikap dan tindakan yang sebaiknya kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Akan tetapi, bila sebuah ibadah berupa "doa" yang dilakukan dengan mengkaitkannya pada amalan sunnah dalam Islam, sehubungan dengan hal-hal tertentu yang istimewa, maka sebaiknya kita telusuri lebih dahulu dasar-dasarnya, atau dalil-dalilnya yang merujuk ke arah tersebut. Karena, bila itu kita amalkan tanpa nash atau dalil yang jelas, dikhawatirkan amalan tersebut justru menjadi bid'ah yang menyesatkan.

Berkaitan dengan amalan yang sering dilakukan oleh sebagian ummat Islam tatkala menutup akhir tahun dan menyambut datangnya Tahun Baru Hijriyah, dengan doa akhir tahun, yang berbunyi:

بسم الله الرحمن الرحيم وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه.

Maka dalam update menyambut akhir tahun 1434 Hijriyah ini, saya mengcopas sebuah artikel tentang "Doa Akhir Tahun Tidak Ada Sunnahnya" dari http://nahimunkar.com/18317/doa-akhir-tahun-tidak-ada-sunnahnya-3/. Mudah-mudahan bermanfaat bagi diri saya sendiri, juga bagi pembaca blog "Trenggalek Jelita (Cangrug-ane CahNdeso)" yang beragama Islam. Berikut adalah copas tuntasnya.

-------------------------------------------------------------------------------------------------
Hukum tentang apa yang dikenal dengan do’a akhir tahun
Soal:

بسم الله الرحمن الرحيم وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه.

Aku ingin dari kebaikan antum untuk menampakkan pendapat mengenai sahnya perkataan ini dan bolehnya mengamalkannya, yaitu do’a akhir tahun. Pada akhir hari setiap tahun berwudhu dan shalat sunnat dua raka’at waktu dhuha kemudian berdoa dengan do’a ini:
Dengan nama Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Shalawat dan salam atas sayyidina Muhammad dan atas keluarganya dan sahabatnya. Ya Allah, apa yang Engkau ketahui pada tahun ini dari apa yang Engkau larang padaku darinya lalu aku belum bertaubat darinya dan Engkau belum meridhoinya, dan aku telah melupakannya sedang Engkau tidak melupakannya dan kemurahan hatiMu atasku setelah kekuasaanMu untuk menyiksaku dan ajakanMu padaku untuk bertaubat setelah keberanianku atas bermaksiat kepadaMu maka sesungguhnya akau minta ampun kepadaMu, maka ampunilah aku dengan keutamaan-Mu. Dan apa yang aku kerjakan pada tahun ini dari apa yang Engkau ridhoi dan Engkau janjikan atasnya pahala, maka aku minta kepadaMu ya Allah Ya kariem, ya Dzal Jalali wal Ikram untuk mengabulkanku, dan jangan Engkau putuskan harapanku dariMu ya Kariem. Shalawat dan salam atas sayyidina Muhammad dan keluarganya serta sahabatnya.

Dikerjakan seperti itu setelah tergelincirnya matahari, kemudian sebelum shalat ashar. Dengan demikian berdoa pada hari ini tiga kali. Apabila dikerjakan yang demikian maka menjadikan syaitan berkata; kami telah berpayah-payah beserta orang ini sepanjang tahun, lalu susah-payahku (sepanjang tahun) itu dirusak dalam satu saat (saja).

Fatwa:
Al-hamdu lillah. Shalawat dan salam atas Rasulillah, dan atas keluarganya dan sahabatnya.
Amma ba’du (setelah yang demikian) maka sungguh sebagian perkataan ini terdapat di kitab-kitab yang tidak mementingkan keshahihan hadits, seperti kitab Hasyiyah As-Syaikh Kanun ‘ala al-Banani. Telah kami teliti mengenai umumnya kitab-kitab As-Sunnah maka tidak kami dapati padanya satu dzikir pun. Maka yang benar adalah menjauhi dari do’a akhir tahun tersebut, karena sesungguhnya setiap bid’ah (ciptaan baru dalam agama) adalah sesat. Sedangkan kebaikan itu semuanya dalam ittiba’ (mengikuti Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam), dan keburukan itu semuanya dalam ibtida’ (bid’ah, ciptaan baru dalam agama).
Wallahu a’lam.

Mufti markaz Al-fatwa dengan bimbingan Dr Abdullah Al-Faqih. (Fatawa ashShabakah Al-Islamiyah, juz 115/ halaman 39/ islamweb).
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Semoga artikel ini bisa memberikan pencerahan sehingga kita terhindar dari perbuatan taqlid buta dan melestarikan bid'ah. Apabila, pada masa lalu kita tertib melakukan amalan tersebut, seharusnya sesudah membaca fatwa yang saya copas ini, kita pun akan menjadi mahfum lalu berusaha untuk kembali ke jalan yang benar. Masa lalu adalah sejarah, masa depan haruslah lebih baik dari masa lalu.


جَزَكُمُ الله خَيْرًا كَثِيْرً
 وَعَلَيْكُمْا لسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Minggu, 04 November 2012

Awas!!! Syirik Lebih Halus Daripada Rayapan Semut




Malam Minggu, 3 Nopember 2012,  seperti biasanya kalau sedang di Trenggalek dan tidak ada jadwal kegiatan di luar, saya santai bersama Ibuk dalam kamar. Ibuk Lihat tivi, saya 'pacaran' dengan Lepi kesayangan saya. Sambil surfing saya nge-kliks iklan di beberapa PTC, sekalian juga masuk forum Ter-GoKiL se-DuniA, forum.klikajadeh.net. Saya lebih menikmati suasana forum ini daripada di jejaring sosial lain.

Banyak hal yang diposting oleh civitas forum KADers, akan tetapi kali ini yang menarik perhatian saya adalah thread yang saya posting minggu lalu bertajuk "Mu'jizat dan Kekuatan Cincin Permata dan Besi Tua". Thread ini saya posting dengan maksud membedah kemusyrikan akibat kepercayaan terhadap suatu benda yang dikeramatkan; hal ini penting demi menghindari syirik!

Nah, sebagai sumber thread, saya harus merespons tanggapan dari member. Dari sekian banyak tanggapan, saya merasa perlu untuk mengangkat tanggapan dari Jenk Fitraria (Fitraria Indahsari, adalah Managing Director dari PTC Klikajadeh.com) yang menjelaskan dengan disertai nash/ayat Al Qur'an yang akurat serta hadits yang shahih menyangkut syirik dan akibatnya bagi ummat Islam. Berikut ini adalah pencerahannya yang saya copas tuntas dari thread forum KAD bertajuk "Mu'jizat dan Kekuatan Cincin Permata dan Besi Tua".
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ يَعْنِي ابْنَ أَبِي سُلَيْمَانَ الْعرْزَمِيَّ، عَنْ أَبِي عَلِيٍّ رَجُلٍ مِنْ بَنِي كَاهِلٍ قَالَ: خَطَبَنَا أَبُو مُوسَى الْأَشْعَرِيُّ فَقَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا هَذَا الشِّرْكَ؛ فَإِنَّهُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ. فَقَامَ إِلَيْهِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَزْنٍ، وَقَيْسُ بْنُ المُضَارِبِ فَقَالَا: وَاللَّهِ لَتَخْرُجَنَّ مِمَّا قُلْتَ أَوْ لَنَأْتِيَنَّ عُمَرَ مَأْذُونٌ لَنَا أَوْ غَيْرُ مَأْذُونٍ. قَالَ: بَلْ أَخْرُجُ مِمَّا قُلْتُ، خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ: «أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا هَذَا الشِّرْكَ؛ فَإِنَّهُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ» . فَقَالَ لَهُ: مَنْ شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَقُولَ وَكَيْفَ نَتَّقِيهِ، وَهُوَ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: قُولُوا: «اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ»

"(Imam Ahmad berkata:) "Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Numair, (Dia - Abdullah bin Numair berkata:), 'Telah mengabarkan kepada kami Abdul Malik yaitu Ibnu Abi Sulaiman Al-Arzami, Dari Abu Ali, seorang yang berasal dari Bani Kahil, berkata: "Abu Musa Al-Asy'ari berkhutbah di hadapan kami seraya berkata: 'Wahai sekalian manusia, takutlah kalian kepada syirik ini, karena ia lebih halus dari¬pada rayapan semut." Kemudian Abdullah bin Hazn dan Qais bin Al-Mudlarib mendatangi Abu Musa seraya berkata: "Demi Allah, engkau harus menguraikan apa yang engkau katakan atau kami akan mendatangi Umar, baik kami diizinkan atau tidak." Lalu Abu Musa berkata: "Kalau begitu aku akan menguraikan apa yang aku katakan. Pada suatu hari Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam pernah berkhutbah di hadapan kami seraya bersabda: 'Wahai sekalian manusia, takutlah pada syirik ini, karena ia lebih halus daripada rayapan semut.' Kemudian orang yang dikehendaki Allah bertanya kepada beliau: 'Bagaimana kami bisa menghindarinya, sedangkan ia lebih halus dari rayapan semut, ya Rasulullah?' Beliau menjawab: 'Ucapkanlah: "

«اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ»
"Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui dan kami memohon ampunan kepada-Mu dari apa yang kami tidak ketahui." (HSR. Ahmad IV/403 no 19606 dan at-Thabrani dalam al-Mu'jamul Ausath no. 3503)
Syirik dapat mengakibatkan keburukan di dunia dan di akhirat, di antaranya:

1. Dosa syirik adalah dosa yang tidak terampuni, jika pelakunya meninggal di atasnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta'ala:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya." (QS. Al Nisa': 48 dan 116)

2. Syirik menghalangi pelakunya dari surga dan menjadikannya kekal di dalam neraka.
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolong pun." (QS. Al Maidah: 72)

Dari Ibnu Mas'ud radliyallah 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:


مَنْ مَاتَ وَهْوَ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ
"Barangsiapa yang mati dalam keadaan menyembah selain Allah, pasti ia masuk ke dalam neraka." (HR. al Bukhari)


3. Syirik menghapus pahala amal shalih yang telah dikerjakan oleh pelakunya.


وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Al Zumar: 65)

Seseorang yang pahala amal-nya terhapus karena perbuaan syiriknya, maka Allah tidak memberikan balasan sedikitpun terhadap amal tersebut. Sebaliknya Allah akan mengadzabnya karena kedzaliman dan penghinaannya kepada Allah dengan kesyirikan yang dia lakukan.


Akibat buruk di atas pantas dijatuhkan kepada seorang musyrik, karena perbuatan syirik adalah perbuatan dzalim dan dosa yang sangat besar. "Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar." (QS. Luqman: 13)


Abdullah bin Mas’ud radliyallah 'anhu berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, “Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?” Beliau menjawab, “Engkau menjadikan sekutu bagi Allah, padahal Dialah yang telah menciptakanmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Seorang musyrik telah berlaku jahat terhadap hak Allah. Padahal Allah-lah sang pencipta, pemberi rizki, yang menghidupkan dan mematikan. Namun, seorang musyrik telah menentang dan mengingkari semua itu, bahkan dia memberikan ibadah dan penghormatan yang hanya menjadi hak Allah kepada selain-Nya yang bukan pencipta, bukan pemberi rizki, tidak menghidupkan dan mematikan.


Seorang muslim harus takut dan khawatir terhadap perbuatan syirik. Dia harus berhati-hati, jangan sampai terjerumus ke dalam perbuatan yang sangat buruk ini karena samarnya permasalah ini. Yaitu, seperti yang disampaikan Ibnu 'Abbas, bagaikan semut kecil yang merayap di atas batu hitam di malam yang kelam. (Riwayat Ibnu Abi Hatim)


Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Wahai umat manusia, takutlah kalian terhadap kesyirikan, karena syirik itu lebih samar dari merayapnya semut.” (HR. Ahmad)



"Wahai umat manusia, takutlah kalian terhadap kesyirikan, karena syirik itu lebih samar dari merayapnya semut.

Karena sulitnya selamat dari perbuatan syirik -kacuali orang yang ditolong Allah untuk menjauhinya- Abu Bakar al Shiddiq mengadu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan menyampaikan, “Wahai Rasulullah, bagaimana kita bisa selamat darinya padahal ia lebih lembut daripada semut yang kecil?

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab: "Maukah aku ajarkan kepadamu satu kalimat (doa), jika engkau membacanya pasti selamat dari syirik yang samar maupun yang jelas? Ucapkanlah :


اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك أَنْ أُشْرِكَ بِك وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُك لِمَا لَا أَعْلَمُ
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap kesyirikan yang tidak aku ketahui." (HR. Ahmad, al Thabrani dan lainnya. Dihasankan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih al Targhib wa al Tarhib. Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa: 2/158, menyebutkannya dari Abi Hatim dalam shahihnya)

Diriwayatkan juga dari Umar bin Khathab radliyallah 'anhu, beliau sering berdoa :
اللَّهُمَّ اجْعَلْ عَمَلِي كُلَّهُ صَالِحًا وَاجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصًا وَلَا تَجْعَلْ لِأَحَدِ فِيهِ شَيْئًا
"Ya Allah, jadikan amalku seluruhnya adalah shalih (sesuai tuntunan Rasulullah) dan jadikan ia ikhlash mencari ridla-Mu, jangan jadikan sedikitpun dari amal itu untuk seseorang."

Di samping dengan berlindung kepada Allah dari kesyirikan dengan doa-doa di atas, kita juga harus melakukan usaha nyata dengan menuntut ilmu dan belajar, khususnya tentang tauhid dan syirik. Dengan ilmu tersebut pandangan kita semakin tajam dan jeli, dapat melihat kesyirikan sekecil apa pun. Sebaliknya tanpa ilmu sering manusia terjerumus ke dalam kesyirikan, bahkan syirik besar, dalam keadaan tidak sadar dan merasa dirinya sedang berbuat baik.


Sebaliknya tanpa ilmu sering manusia terjerumus ke dalam kesyirikan, bahkan syirik besar, dalam keadaan tidak sadar dan merasa dirinya sedang berbuat baik.

Semoga Allah melindungi kita dari kesyirikan, yang besar maupun yang kecil, yang samar maupun yang jelas, sehingga tergolong sebagai hamba Allah mukhlisin. Harapannya, semoga dengan bersih dari syirik amal shalih kita diterima oleh Allah, segala kesalahan dan dosa kita diampuni, Allah masukkan kita ke dalam surga-Nya, dan dijauhkan dari neraka. "Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung." (QS. Ali Imran: 185)
Semoga postingan ini bermanfaat bagi saya sendiri dan juga para sahabat pembaca/pengunjung blog Trenggalek Jelita (Cangkrug-ane CahNdeso) khususnya yang beragama Islam. Aamiin ya Mujibassahilin.

Jumat, 05 Oktober 2012

Empat Perbedaan Makna Kata “Amin”


Forum KAD memang forum Ter-GoKiL se-DuniA, itulah sebabnya saya lebih betah bercanda ria di sana ketimbang di Face Book atau Tweeter. Berbagai hal dibahas dalam forum, dan semua membernya sangat familiar serta ikhlas. Dengan berbagai fiture dan fasilitas yang didukung system yang ada di Froum ini, menurut saya dalam beberapa waktu lagi akan mampu menyaingi Kaskus Forum.

Akhir bulan lalu, seorang member dengan username “ements” sudah mengangkat topik bertajuk “4 Perbedaa Kata Aamiin” dalam threadnya. Dari threadnya ini Agan Ements memperoleh 36 reputasi point hadiah dari dua member, yakni saya dan Agan Kuyabatok. Partisipant yang menuliskan respons cukup banyak, namun inti tanggapan yang saya anggap penting hanya ada beberapa. Berikut ini adalah rekaman thread tersebut sesudah saya cut seperlunya, akan tetapi untuk dialoog yang tampil di blog CahNdeso ini utuh tanpa editing, dengan partisipant Agan Ements (sebagai TS), Agan Kuyabatok dari Cilegon (Jabar), Agan Fadelan (Ustadz dari Ponpes Persis, Bangil) dan saya sendiri dengan username “maksum”. Semoga bermanfaat bagi kita sebagai ummat Islam.

  • Ements:  Dalam bahasa Arab Ada 4 perbedaan kata "AMIN", yaitu:
    1. "AMIN" (alif & mim sama" pendek) artinya: AMAN, TENTRAM
    2. "AAMIN" (alif pjg & mim pendek) artinya: MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
    3. "AMIIN" (alif pendek & mim pjg) artinya: JUJUR TERPERCAYA
    4. "AAMIIN" (alif & mim sama" pjg) artinya: YA TUHAN KABULKANLAH DOA KAMI

    Bagamana dengan "AMIEN"? Amien lazim dilafalkan oleh penyembah berhala (paganisme), berasal dari dewa matahari mesir kuno yaitu Amien-Ra ato Amun-Ra.

    InsyaAllah mudah-mudahan bermanfaat untuk semua, Aamiin.

  • Kuyabatok: iya yach...saya juga masih sering salah menuliskan, padahal kalau di Mesjid, pada saat Imam selesai membaca Al Fatihah, saya suka membetulkan kalau ada ma'mum yang salah ucap. Makasih thread nya, terkirim madu sepenuhnya.
    (Agan Kuyabatok menghadiahkan 33 Point reputasi untuk Agan Ement)
  • Maksum (saya) : Terimakasih, Gan.... ane baru tahu nih, memang bahasa Arab memiliki banyak variasi kosa kata dan lagi bukan bahasa ibu kite sehingga sukar untuk dipahami. By the way, bila menyangkut hal yang prinsip seperti pada alenia terakhir, alangkah baiknya bila Andika menyertakan pula sumber kamusnya. :cinta: 
  • Ement : Untuk sumber Kamus pada alinea terakhir emang tidak tahu sih, ini hasil diskusi dengan komunitas lintas agama dan komunitas kemanusiaan, Aspirasi Community, 'Asy-Syarifah dan Lajur Merapi. Trims Atas Koreksinya.
  • Saya : Sama-sama, Gan... ane sendiri akan selalu berusaha mencari "keabsyahan" dari sesuatu hal yang ada hubungannya dengan "Islam". Sungguh ane tertarik dan sangat peduli dengan thread Agan. Namun,... jika ane lihat nama "Amien Rais" seorang tokoh Muhammadiyah kok mau ya pakai nama yang sedemikian bila ternyata arahnya (pengertian/konotasi nama itu) ke Dewa Mesir Kuno?! Itulah yang membuat ane jadi meragukan arti/konotasi kata "Amien" di thread ini. Maaf... ane sendiri sangat dangkal pengetahuan, namun mencoba belajar kritis dan tetap pada lajur yang Islami. Toast... salam sahabat. :cinta:
  • Ement : Sip bagus Sis, wanita kritis layak diberdayakan.
    Nah untuk nama Amien Rais sendiri ada kemungkinan di ambil dari Mitodologi Mesir Kuno yaitu Amien (Dewa Matahari ) dan Rais (bagi laki-laki) itu sendiri di ambil dari Bahasa Arab yang Artina pemimpin. Mungkin harapan besar orang tuanya seorang Amien Rais menjadi pemimpin yang banyak di puja dan di puji orang serta memberikan cahaya pada aspek kehidupan. Dan hal ini terwujud sewaktu munculnya gerakan baru yang di namakan era reformasi, pada masa kejayaannya seorang Amien Rais menjadi panutan dan banyak memberikan cahaya kepada mereka yang gelap alias dibutakan oleh hukum walaupun sampai sekarang era reformasi setengah jalan.

    Sebagai tambahan Bahasa Arab belum tentu bahasa Al-Quran, kenapa demikian, karena di dalam Al-Quran itu sendiri banyak yang tidak sesuai dengan Bahasa Arab contoh kecil "Alif Laammiim".

    Hal-hal yang Islamik belum tentu berhubungan dengan Bahasa Arab melainkan aspek kehidupan yang meliputi 3 Kebutuhan dasar manusia yakni 1. Kebutuhan Jasmani, 2. Kebutuhan Rohani, dan 3. Kebutuhan Akal dimana setiap orang dalam melangkah memiliki bekal berupa Ilmu, Iman dan Akal. Letaknya dimana? Yakni di Hati, Pikiran, Perkataan dan Perbuatan yang sesuai dengan Alquran dan Al-Hadist.

    Mungkin ini yang saya ketahui dan di terapkan pada kehidupan sehari-hari, semoga membantu. Kurang lebihnya mohon maaf dan harap koreksi kembali apabila tulisan ini banyak kekeliruan.
    Salam Semesta dan Persaudaraan karena manusia bersaudara berdasarkan satu Ciptaan. :cinta: (Latest Given Reputation Points: maksum: 3 Points (Cerdas dan logis) Sep 25, 2012)
  • Saya : Terimakasih, Gan... Zajakhumulloh khoyron katsiron. Ane sangat setuju bahwa Bahasa Arab belum tentu Bahasa Al Qur'an, sebab Bahasa Al Qur'an memang bahasa sastra berkualitas tinggi, sehingga terkadang ada diselipkan simbol-simbol huruf yang tidak begitu saja bisa dimengerti oleh ummat Islam. Setuju lagi, bahwa hal-hal yang Islami belum tentu berhubungan dengan Bahasa Arab, atau tegasnya Islam tidak selalu berkonotasi pada Arabisme.. gicu kan?! Kembali pada topik tentang 4 perbedaan kata "Aamiin", barangkali ini ada hubungannya dengan lafaz dan cara kita membunyikan kata tersebut, atau tulisannya yang diliterasi dalam tulisan latin.

    Sesudah ane konsultasi sama Abah (bokap ane), pengucapan "aamiin" yang berkonotasi pada makna "YA TUHAN KABULKANLAH DOA KAMI", memang seharusnya dituliskan sebagaimana dilafalkan saat kita mengamini Imam Sholat usai membacakan Al Fatihah, yakni "Aamiin"; namun karena penulisan "Alif" (atau huruf Arab lainnya) dengan panjang 1, 2 atau tiga harkat mungkin menyulitkan dalam bahasa Indonesia, maka kemudian oleh para pakar Bahasa Indonesia ditulis saja sebagaimana biasa, yakni "amin" atau "amien". Dalam pengertian ini, kata "amin" atau "amien" yang dituliskan sudah pasti bermakna "YA TUHAN KABULKANLAH DOA KAMI".

    Akhirnya, Allah Maha Tahu, apa yang kita maksudkan... God bless you, Gan... salam sahabat... (Latest Given Reputation Points: ements: 1 Point (Cerdas dan sinergis sekaligus seorang gadis solehah)
  • Alhamdulilah masih kutemui gadis yang mencintai kebenaran Al-quran dan hadist. Salam buat ayah ya...  Salam sahabat kembali, semoga Allah SWT menjaga nilai persahabatan ini dengan saling memahami dan menasehati atas segala kelalaian yang dilakukan.:goodjob::setubuh:
  • Saya : Alhamdulillah, thanks for the reputation point. Ane merasa tersanjung, by the way.. sudah dua hari ini ane menuliskan kata "aamiin" sesuai dengan yang agan katakan loh...;). Bagi ane, dalam sebuah diskusi harus lebih mengutamakan kebenaran daripada narsis dan riya'.
    :cooool:
  • Ement: Sama-sama Sis.  Alhamdulilah, sis mau menerapkannya dalam keseharian, semoga Allah memberi jalan, penerangan batin serta istiqomah dalam beribadah pada-Nya, aamiin.
    Sepakat apa yang di katakan Agan Maksum untuk selalu mengutamakan kebenaran, karena kebenaran akan membawa hidup pada kehidupan yang sesungguhnya serta tercapainya mimpi dimana tersimpan kebahagiaan yang di cari, semoga Allah memudahkan jalan menuju cahaya-Nya pada kita semua, aamiin :goodjob:
     
  • Saya: Aamiin ya Mujiabassailin........ thanks Gan. Zajakhumulloh khoyron katsiron. Tapiii... please don't call me "Agan", okay?!
  • Fadelan: Saya mencoba meneliti dengan cara menulis dalam bentuk aslinya dibandingkan dengan kamus al Munawir :
1. "AMIN" (alif & mim sama" pendek) أََمِنْartinya: AMAN, TENTRAM
2. "AAMIN" (alif pjg & mim pendek) آمِنْartinya: MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3. "AMIIN" (alif pendek & mim pjg) أَمِيْنartinya: JUJUR TERPERCAYA
4. "AAMIIN" (alif & mim sama" pjg) آمِيْنartinya: YA TUHAN KABULKANLAH DOA KAMI

[IMG]
memang mereka (4 lafadz) berasal dari satu masdar (asal kata) أمن
(Latest Given Reputation Points: ements: 1 Point (kritis dan inovatif) Yesterday at 10:59 PM)
  • Ements : MAntap Gan, terima kasih nih atas penjelasan lebih jauhnya, semoga bermanfaat dan di sharekan ke saudara-saudara lainnya, aamiin
  • Fadelan : @maksum : sekalian koreksi kata - kata diajeng yang kurang tepat tulisannya :
آمِيْن يآمُجيْبَ السَّائِليْنَ (Aamiin ya Mujiibas Saailin)
جَزَكُمُ الله خَيْرًا كَثِيْرًا
[IMG]
Jazaakumullah Khairan Katsiraa

  • Saya : Alhamdulillahirobbil Alamiin, mengenai kata "Aamiin" ane jadi makin mantab dengan penjelasan dari Agan Fadelan yang disertai literatur teruji. Terimakasih atas koreksinya, andika memang layak menjadi "suhu" (istilah Arab kalau kagak salah disebut Ustadz, ya?!) bagi ane. جزاك اللهُ خيراً Ingin rasanya ane hadiahkan reputasi poin, sayangnya system forum membatasi hanya satu kali memberi dan harus membagikan ke 10 peserta lainnya baru kita bisa kembali memberikan pada orang yang sama.

    By the way, bunganya cantik banget bersemayam di sebuah danau yang tenang, bening dan tentu sejuk:) :cooool:
---------Topik makna kata "Aamiin" saya anggap clear sudah, bagaimana menurut Anda?!

Minggu, 19 Agustus 2012

Taqobbalallahu Minna Waminkum Taqobbal Ya Kariim

Bismillahirrokhmanirrokhim;
Assalamualaikum warokhmatullahi wabarokatuh...

Sebulan telah berlalu, puasa kita selama bulan Ramadhan 1433 Hijriah tuntas terlaksana. Semoga, apa yang kita lakukan dalam bulan Suci tahun ini menuai pahala dan ridho dari Allah SWT. Amien ya Robbal 'Alamien. Hari ini Minggu, 19 Agustus 2012 kita umat Islam merayakan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 H. Sejak selepas Maghrib tadi malam, takbir berkumandang dimana-mana, beduk ditabuh, dan umat Islam kini merayakan hari kemenangan. Hari ini merupakan hari yang dinanti-nanti setelah sebulan berpuasa.

Tiada terasa setahun telah berlalu, seakan baru kemarin kita tinggalkan Ramadhan 1432 H. Begitu cepatnya lintasan waktu meninggalkan kita, sehingga amal perbuatan yang seharusnya kita laksanakan jadi kedodoran. Banyak kekurangan, khilaf dan kesalahan, baik sengaja maupun tidak kita sengaja, yang kita ketahui ataupun terluput dari pengamatan mata hati kita sendiri. Dan, baru saja selama sebulan kita berpuasa, menahan lapar, hawa nafsu, amarah, serta seluruh kegiatan yang bisa merusak kekhusuyu'an dalam menjalankan ibadah puasa. Kini waktunya menyambut hari kemenangan. Fitrah…dalam balutan pahala serta ridho dari Allah SWT…..

Dalam hubungan dengan sahabat-sahabat blogger, serta pengunjung blog sederhana ini,  selama kurun waktu yang sudah berlalu, pastilah saya tak luput dari salah maupun alpa. Untuk itu, saya CahNdeso bersama keluarga mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqobbalallahu minna waminkum taqobbal ya Kariim. Semoga segala salah kita diampuni Allah Ghofurur Rokhim.

Mari kita awali meniti kehidupan masa akan datang dengan kefitrian yang dijanjikan Allah bagi yang sudah ikhlas melaksanakan puasa Ramadhan sebulan penuh. Hari ini, kita kembali ke fitri. Kefitrian seorang hamba yang menyadari segala kekurangannya, adalah bekal yang baik untuk memulai dinamika aktivitas kita berikutnya sekaligus sebagai hikmah agar tak mengulangi kesalahan yang pernah terjadi. Dan tak lupa saya bersama seluruh keluarga bersyukur karena kembali dipertemukan dengan hari yang mulia ini.

Semoga, kita semua akan dipertemukan lagi dengan bulan Suci Ramadhan tahun depan... bertemu lagi di tahun depannya lagi, lagi, lagi dan lagi.

Marilah, kita sama berpeluk kasih, berjabat cinta, membakar hangus semua dendam dan kesumat dengan keikhlasan memberikan maaf dan ridho.

"Ya Allah, Tuhan kami Yang Maha Esa, jadikanlah kami termasuk dalam golongan ummat Rasulullah SAW. Terimalah kami dengan segala dosa ini, dan jadikanlah kami sebagai hambamu yang senantiasa beriman lagi bertaqwa dan hanya menyembah kepada-Mu...! Amien ya Mujibassa'ilin"

Wabillahit taufiq walhidayah, wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Baca juga yang ini :

Kamis, 09 Agustus 2012

Do'aku Menjelang Puasa Hari Ke-21

Allahumma ya Allah, Iyakana' budhuwaiyakanasta'in; jagalah kami, jagalah diri dan keluarga kami, saudara kami, dan seluruh kaum muslimin wal muslimat, jagalah hati dan jiwa kami. Jagalah iman dan taqwa kami. Berkahilah kami semua.

Ya Allah ya Robb, janganlah Engkau jadikan bulan Ramadhan ini ramadhan terakhir bagi kami, anugerahilah ramadhan kami dengan keberkahan, serta sampaikan kami agar bisa bertemu Ramadhan tahun depan.. Juga tahun-tahun berikutnya, lagi dan lagi. Kami menyadari, kami belum mampu menjadikan Ramadhan ini bulan istimewa, tapi kami akan tetap berusaha dan berusaha agar sisa Ramadhan ini akan lebih sempurna dari hari-hari sebelumnya.

Ya Allah ya Robb, kami ingin pertemuan kami dengan bulan ramadhan ini, bukan diisi hanya dengan sekedar puasa atau asal puasa sekedarnya saja. Melainkan dengan cara puasa yang sebaik-baiknya, yang seshaleh-shalehnya, setaqwa-taqwanya, dan seistimewa-istimewanya. Bantulah kami ya Allah untuk bisa mencapai derajat taqwa yang setinggi-tingginya.

Amien ya Robbal Alamien.

Rabu, 01 Agustus 2012

Tujuan Utama Puasa Untuk Menjadi Insan Kamil

Tujuan utama berpuasa adalah menjadi orang yang bertaqwa, sedangkan menjadi bertaqwa adalah sebuah proses untuk kembali kepada fitrah manusia. Bertingkah laku sebagai manusia yang berbudaya tinggi, bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk seluruh alam karena kita adalah khalifah Allah di muka bumi.

Maka manifestasi sifat taqwa adalah bermanfaat, berbuat berbuat baik pada diri sendiri, berbuat baik pada orang lain, pada lingkungan, dan beramal shalih dengan mengikhlaskan ketaatan hanya kepada Allah semata. Semuanya berpadu dalam sebuah keseimbangan.

Puasa yang berhasil akan memberi efek pada 4 hal, yakni:
  1. Terjadi peningkatan kualitas diri sendiri;
  2. Kualitas hubungan dengan sesama;
  3. Kualitas hubungan terhadap lingkungannya;
  4. Kualitas hubungan dengan Allah.

Pada saat seseorang mencapai semua itu, maka sebenarnya dia telah kembali kepada fitrahnya sebagai manusia yang sesungguhnya, insan kamil.

Semoga puasa kita diterima Allah dan menganugerahi kita menjadi insan kamil. Amien, ya Mujibassa'ilin.

(Sumber: Mejlis Dzikir Al-Birru Pithu).

Kamis, 19 Juli 2012

Gadis Kecil Itu Bernama Bar’ah

Bar'ah adalah gadis kecil Mesir berumur 10 tahun. Ayahnya adalah seorang dokter dan telah pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Pada usia ini, Bar`ah telah menghafal seluruh Al Qur’an lengkap dengan tajwidnya. Dia sangat cerdas dan gurunya mengatakan bahwa dia sangat maju untuk anak seusianya. Keluarga kecilnya sangat berkomitmen untuk Islam dan ajaran-ajarannya.

Suatu hari ibunya mulai merasa sakit perut yang parah dan setelah beberapa kali diperiksakan diketahuilah ibu Bar’ah menderita kanker, dan kanker ini sudah dalam stadium akhir/kronis.

Ibu Bar’ah berinisiatif dan berusaha untuk memberitahu putrinya sejak dini agar putrinya tidak shock, terutama jika ia terbangun disuatu hari dan tidak menemukan ibunya disampingnya.

Dan inilah ucapan ibu Bar'ah kepadanya:

    “Bar`ah suatu saat ibu akan pergi ke surga, ibu ingin kamu selalu membaca Al-Quran dan menghafalkannya setiap hari karena Al Qur'an akan menjadi pelindungmu kelak..“

Gadis kecil itu tidak benar-benar mengerti apa yang ibunya beritahukan, tapi ia mulai merasakan perubahan kesehatan keadaan ibunya, terutama ketika ibunya mulai dipindahkan ke rumah sakit untuk waktu yang lama.

Setiap pulang sekolah, Bar'ah selalu menjenguk ibunya di rumah sakit dan membaca Al Quran untuk ibunya hingga ayahnya datang menjemputnya pulang di malam hari.

Hingga suatu hari pihak rumah sakit menelpon ayah Bar’ah bahwa kondisi istrinya itu sangat buruk dan ia perlu datang secepatnya. Bergegas ia menjemput Bar`ah dari sekolah dan menuju ke rumah sakit.

Saat tiba di depan rumah sakit ayah Bar'ah meminta putrinya untuk tinggal di mobil, karena khawatir akan shock jika ternyata ibunya meninggal dunia.

Dengan perasaan duka yang sangat dalam, ayah Bar'ah keluar dari mobil dan bergegas menyeberang jalan untuk masuk rumah sakit.

Amalang nian, tiba-tiba datang sebuah mobil melaju kencang dan menabrak ayah Bar’ah dan ia meninggal seketika didepan putrinya itu.
Tak terbayangkan tangis gadis kecil ini pada saat itu…!

Tragedi Bar`ah belum selesai sampai di sini. Oleh pihak rumah sakit berita kematian ayahnya sengaja disembunyikan dari ibu bar’ah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Namun lima hari setelah kematian suaminya akhirnya ibu Bar’ah pun kembali ke Sang Khalik.
Dan kini gadis kecil ini sendirian tanpa kedua orangtuanya. Maka para orangtua teman-teman sekolah Bar’ah berinisiatif membantu mencarikan kerabatnya di Mesir agar kerabatnya bisa merawatnya. Dan Bar'ah pun dipertemukan dengan kerabatnya di Mesir.

Tak lama setelah kembali ke Mesir gadis kecil Bar`ah mulai mengalami nyeri mirip dengan ibunya. Oeh keluarganya ia lalu diperiksakan ke dokter dan setelah beberapa kali tes, ternyata Bar’ah juga positif mengidap kanker.

Tapi sungguh mencengangkan tatkala ia diberitahu kalau ia menderita kanker.
Inilah perkataan Bar’ah saat itu:

    “Alhamdulillah, berarti aku tak lama lagi akan bertemu dengan kedua orangtuaku”

Semua orang yang mendengarnya menjadi terpana dan terkejut. Gadis kecil ini sedang menghadapi musibah yang bertubi-tubi dan dia tetap sabar dan ikhlas dengan apa yang ditetapkan Allah untuknya! Subhanallah ...

Banyak orang mulai mendengar tentang kisah Bar`ah ini, hingga beberapa orang di Saudi Arabia memutuskan untuk mengurusnya. Mereka akhirnya mengirim Bar'ah ke sebuah rumah sakit di Inggris untuk menjalani pengobatan.

Salah satu saluran televisi Islam, Al Hafiz sempat mendapat kontak dengan gadis kecil ini dan memintanya untuk membaca Al-Quran dan ini adalah suara yang indah yang di lantunkan oleh Bar’ah …



Hari demi hari dilewati oleh Bar'ah di rumah sakit, tapi kanker tetap semakin menyebar diseluruh tubuhnya. Hingga dokterpun memutuskan untuk mengamputasi kakinya, Bar'ah tetap sabar dan ikhlas menerima semua itu. Beberapa hari pasca operasi amputasi kakinya, kanker kini menyerang otaknya, dan dokterpun kembali melakukan operasi otak. Dan Bar'ah tetap harus tinggal di rumah sakit untuk menjalani perawatan hingga berbulan-bulan kemudian.

    "Jadikanlah sabar dan shalat Sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu amatlah berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu' "  [QS: Al-Baqarah ayat 45]

Kisah ini terjadi pada tahun 2009 dan Bar'ah kini telah kembali pada Sang Khalik. Ia menemui orang-orang yang dicintainya. Ketika kisah Bar'ah ditampilkan di berbagai televisi dan media cetak di Timur Tengah, ribuan wanita yang baru melahirkan menamakan bayi perempuannya dengan nama Bar'ah.
(Sumber: Fitraria - Forum KAD)

Baca juga yang ini :

Please Read This For Peace
(Mohon Baca Ini, Demi Persahabatan)




Disclaimer

I don't and never claim ownership or rights over images published on my blog unless specified.
All images are copyright of their respected creators. If any images that appear on my blog are in violation of copyright law, please contact me on my Chat Box/Guest Book or via my e-mail (maksumhamid [at] trenggalekjelita [dot] web [dot] id) and I will remove the offending pics as soon as possible.

Thank You So Much All Guests and Blogger Friends

I greatly appreciate your kindness to visit my blog and,
in return, I promise I will pay my own visit to your blogs or your sites as soon as possible.; Insyaallah, through this sort of social amiability and solidarity, we could find out a great
deal of thing which will be useful for advancing our human values.
For the sake of friendship and togetherness, please leave a sign of your presence on myChat Box/Guest Book or on comment, so that I can know it precisely and instantly.


Yours sincerely and best regard.
[Lina CahNdeso]

Categories

Senandung Kawula Alit (280) PNS dan Birokrasi (255) Artikel (223) Info (212) Pendidikan (163) Lowongan Kerja (161) Sains-Teknologi Informasi (151) Sejarah Trenggalek (145) Pembangunan (90) Politik (86) Bagi Pahlawan Kemerdekaan (83) Islam (70) Pra-Anggapan (70) Agamaku (69) Kriminal (69) UU-Peraturan (63) Anti Korupsi (60) Catatan Budaya (58) Antik dan Klasik (57) Olahraga (56) Numpang Niwul (54) Cinta dan Kasih Sayang (42) BisnisOnline (37) Tanggung Jawab dan Profesionalisme (37) Software (36) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (35) Sains-Teknologi (32) Biografi Tokoh Peraih Nobel (31) PTC (31) Legeslatif (30) Mesum (27) Palestina (27) Kesehatan (25) Info Beasiswa (24) Thiwul-Manco-Rengginang (22) Zionist (22) Artikel-Copas (21) Flora/Fauna (21) Trik dan Tips Blogging (21) Bencana Alam (20) Langka (20) Selebritis/Tokoh (19) Pariwisata (18) Piala Dunia 2010 (18) Kasus Korupsi (16) Sejarah Dunia (16) English Version (13) Antik dan Klasik. Dongeng (11) Fakta Unik (11) Berita CPNS (9) Fauna (8) Idul Fitri (8) Bencana (6) Bonsai (6) Film (6) Office (6) Poetry (6) Eksekutif (5) My Award (5) Antivirus (4) Biografi Tokoh Lokal (4) Kabinet (4) Puisiku (4) Guest Book (3) Lomba (3) Musibah (3) Polisi (3) Affiliasi Bisnis (2) Bank (2) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (English) (2) Ekonomi/Keuangan (2) Iklan/Pariwara (2) KIB Jilid 2 (2) Mbah Surip (2) Merapi (2) Musik (2) Pelantikan Presiden (2) Taxi (2) lebaran (2) Adipura (1) Alexa (1) Banner Sahabat (1) Biografi Tokoh Seni/Sastra Lokal (1) Catur (1) Cerpen (1) Daftar Posts (1) Dewa Ruci (1) Forex-JSS-JBP (1) GTT (1) Game (1) Google Sandbox (1) Hari Jadi (1) Irshad Manji (1) Jamu Tradisional (1) Jelajah Sepeda-Kompas (1) Jimat Trenggalek (1) Judi/Togel (1) Kuliner (1) Malaysia (1) Maria Verchenova: Russian golferMaria Verchenova: Russian golfer (1) Moammar Khadafi (1) Parcel (1) Perempuan (1) Pers (1) Pramuka (1) Psikologi (1) Resensi Buku (1) Sepak Bola (1) Sumpah Pemuda (1) TNI (1) Tradisional (1)
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes

Back To Top