Tampilkan postingan dengan label Bagi Pahlawan Kemerdekaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bagi Pahlawan Kemerdekaan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Agustus 2014

Dirgahayu Republik Indonesia.... I Love You So Much...!!!


السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ 





جَزَÙƒُÙ…ُ الله Ø®َÙŠْرًا ÙƒَØ«ِÙŠْرًا 
Ùˆَ السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ 


Selasa, 22 Juli 2014

Korupsi Terselubung dan Pembunuhan Terencana


السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ 

Beberapa bulan yang lalu, komunitas “aktor” ULP (Unit Lelang Proyek) di Kabupaten Trenggalek secara massif namun diam-diam, melakukan protes, dan beberapa di antara mereka menyatakan siap untuk dipindah-tugaskan dari posisi mereka sebagai petugas ULP. Protes mereka dilandasi oleh beredarnya rumor bahwa mereka melakukan “kongkalingkong” dalam penetapan pemenang tender proyek-proyek di daerah ini.

Rumor ini sudah lama menyergap dan menghantui proses lelang proyek APBD maupun APBN di daerah Trenggalek. Para rekanan di daerah ini dan di Jawa Timur umumnya yang beroperasi di daerah Trenggalek, tidak hanya menengarai namun mereka sangat yakin bahwa penetapan pemenang lelang proyek tidak lagi sesuai dengan prosedur yang diinstruksikan oleh peraturan  perundangan. Sebab, seringkali terjadi pemenang tender justru mengajukan penawaran yang lebuh tinggi daripada rekanan yang dikalahkan. Bahkan spesifikasi dan integritas rekanan yang menang justru memiliki banyak cacat administrasi dan faktual.

Menanggapi keinginan dari “aktor” ULP yang protes tersebut, Bupati Mulyadi dengan sigap langsung mengantisipasinya dengan menggantikan posisi mereka dan menempatkan PNS yang kredible serta dianggap lebih jujur  dan lebih bertanggungjawab. Akan tetapi, ternyata tidak semua posisi yang diganti dengan petugas baru, namun masih ada posisi-posisi kunci yang tetap dipegang oleh personil yang selama ini memiliki track record kurang baik.

Mereka yang kini duduk sebagai pejabat tersebut sebenarnya sudah pernah “bermasalah” saat menduduki jabatan di beberapa dinas di lingkungan Pemkab Trenggalek. Terlebih lagi, ternyata mereka pun memiliki andil terbesar dalam beberapa perseroan/perusahaan rekanan yang selama ini sering memenangkan tender proyek-proyek. 

Dengan jabatan mereka di lingkungan inspektorat maupun di bagian pembangunan dan atau perekonomian serta pejabat dalam SKPD tertentu, mereka secara sembunyi-sembunyi melakukan deal-deal kerjasama untuk mencapai mufakat dan kesepakatan. Sudah tentu, kesepakatan yang diwujudkan dalam bentuk keputusan pemenang tender tersebut akan menguntungkan bagi rekanan di mana mereka merupakan aktor penentu roda perusahaan. Dan ini termasuk dalam kategori kejahatan yang terselubung dalam arti bahwa orang-orang yang melakukan kejahatan ini bukanlah hanya dari satu instansi saja, akan tetapi mencakup beberapa instansi dan bergerak secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dimaksud. Dapat diibaratkan jika seorang yang melakukan korupsi dan akan tertangkap, maka orang yang akan dia jadikan teman adalah kepolisian/KPK dan apabila itu berhasil, maka selanjutnya dia akan merangkul Jaksa/Hakim dan seterusnya sehingga kejahatan ini tidak akan pernah berhenti.

Contoh yang begini tentu akan menjadi bencana di kemudian hari, sebab, korupsi tersebut bisa dikatakan pembunuhan berencana terhadap kepentingan publik,  pada proyek pembangunan jalan atau jembatan - misalnya. Para koruptor bersekongkol mulai dari perencanaan, pengajuan anggaran, pengaturan pemenang tender sampai dengan manipulasi kualitas bahan. Alhasil, jembatan atau jalan rusak sebelum usia penggunaannya habis. Alhasil, apabila terjadi bencana, jalan rusak dan jatuh korban “kecelakaan lalu lintas” atau orang mati karena jembatan roboh. Sebenarnya lebih setuju bukan kecelakaan, tapi pembunuhan terencana. Kenapa? Karena pelaku korupsi dalam hal ini tidak ambil peduli akibat dari perbuatannya yang berakibat kematian orang,. Sebagai manusia, para koruptor telah membunuh rasa kemanusiaannya sendiri, tanpa disadarinya bahwa “nafsu binatangnya” meningkat drastis, yakni memperkaya diri sendiri (dan atau kelompoknya) tanpa mempedulikan rakyat pengguna layanan publik.

Kapankah lingkaran korupsi terselubung ini bisa terkikis dari bumi Menaksopal?!

Wallahu’alam bisshawab.

جَزَÙƒُÙ…ُ الله Ø®َÙŠْرًا ÙƒَØ«ِÙŠْرًا 
Ùˆَ السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ
 

Minggu, 18 Mei 2014

Emil, Jokowi, Risma, dan Arief, Masuk Nominasi World Mayor Prize 2014


السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ
Walikota Bandung Ridwan Kamil terkejut, bingung, dan bahagia, masuk dalam daftar nominasi peraih penghargaan walikota terbaik dunia, World Mayor Prize 2014.

"Saya bingung karena baru delapan bulan bekerja sudah masuk nominasi disejajarkan dengan walikota sedunia," ujar Emil, panggilan Ridwan Kamil, di GOR KONI Bandung, Sabtu (17/5).

Emil masuk nominasi bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), WaliKota Surabaya Tri Rismaharini, dan mantan walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Pada 2012, Jokowi pernah meraih peringkat ketiga walikota terbaik saat menjabat di Solo.

Ia pun sangat berterima kasih kepada warga Kota Bandung yang telah membantu dan berkolaborasi menangani masalah di Kota Bandung. "Peran serta masyarakat Kota Bandung membantu pemerintah luar biasa sehingga walikota yang baru delapan bulan menjabat masuk walikota terbaik tingkat dunia," ujar Emil.

Emil beserta Jokowi, Risma, dan Ilham bergabung bersama dua puluh walikota lainnya asal Asia. Hanya Jokowi satu-satunya yang menjabat sebagai gubernur.

Mereka bersaing antara lain dengan walikota Ghuang Zhou, Chen Jianhua; walikota Nagpur India, Anil Sole; walikota Fukuoka Jepang, Soichiro Takashima; walikota Petaling Jaya, Malaysia, Alinah Binti Ahmad; dan walikota Seoul Korsel, Park Won-soon.

Secara keseluruhan, dari seluruh dunia ada 118 walikota yang masuk nominasi. Seperti dilansir di situs worldmayor.com, tercatat 19 walikota Amerika Utara, 16 dari Amerika Latin, 43 dari Eropa, 24 dari Asia, 7 dari Australia, dan 9 dari Afrika.

Penilaian dan voting dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung sejak 7 Januari hingga 21 Mei 2014. Kemudian pada tahap kedua, daftar nama-nama nominator akan diciutkan menjadi 25 orang dan akan diumumkan awal Juni. Pemungutan suara putaran kedua akan berlangsung antara Juni dan Oktober. Pemenang World Mayor Prize 2014 akan diumumkan pada Januari 2015.

Pemilihan walikota terbaik dunia ini digelar oleh The City Mayors Foundation, sebuah yayasan internasional yang mendedikasikan diri untuk urusan perkotaan. Terdiri atas para profesional yang bekerja sama di Eropa, Amerika Utara dan Selatan, Asia, serta Afrika, untuk mempromosikan kota-kota yang kuat dan makmur dengan dukungan pemerintahan kota yang baik.

Didirikan pada 2003, City Mayor mendorong para pemimpin kota dari seluruh dunia untuk mengembangkan solusi inovatif dan berkelanjutan untuk menata pemerintahan, masyarakat, perumahan, transportasi, pendidikan, dan lapangan kerja. City Mayors juga berupaya untuk menemukan tantangan terbaru lingkungan, teknologi, sosial, dan keamanan, yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat.

Kriteria pemimpin kota yang dicari City Mayors adalah pemimpin yang unggul dalam kualitas, seperti kepemimpinan dan visi, kemampuan manajemen dan integritas, kesadaran sosial dan ekonomi, kemampuan untuk memberikan keamanan, melindungi lingkungan serta kemauan dan kemampuan untuk mendorong hubungan baik antara masyarakat dari latar belakang budaya, ras dan sosial yang berbeda.

جَزَÙƒُÙ…ُ الله Ø®َÙŠْرًا ÙƒَØ«ِÙŠْرًا Ùˆَ السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ

 

Senin, 16 Desember 2013

Mari Kita Implementasikan UU No.14/2008 Tentang KIP


السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ 
Mengurai subtansi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, saya jadi terpaku pada Pasal 21 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan UU Nomor 14 Tahun 2008, yang menegaskan bahwa “Pejabat Pengelola  Informasi dan Dokumentasi  (PPID) harus sudah  ditunjuk paling lama 1 (satu) tahun terhitung sejak PP ini diundangkan”, yakni sejak tanggal 20 Agustus 2010; Melihat tenggat waktu tersebut, seharusnya  sudah ditunjuk PPID selambat-lambatnya tanggal 20 Agustus 2011. Akan tetapi, pada ayat (2) dari pasal yang sama dengan jelas tersirat memberi ruang untuk terjadinya pelanggaran atas ketentuan yang diatur dalam ayat (1), yaitu “Dalam hal PPID belum ditunjuk, tugas dan tanggung jawab PPID dapat dilakukan oleh unit atau dinas di bidang informasi, komunikasi, dan/atau kehumasan”.

Barangkali karena hal itulah sampai akhir tahun 2011, baru 17,78% badan publik di seluruh Indonesia yang sudah membentuk  PPID. Sedang pada tahun 2013 ini rekapitulasi PPID di seluruh Indonesia adalah sebagai berikut:



Di Provinsi Jawa Timur berdasarkan data di atas, dari 29 Kabupaten baru 13 dan dari 9 Kotamadya baru 5, yang sudah ada PPID-nya, yakni :
1.   Kota Surabaya, SK No : 188.45/4/436.1.2/2011,  tgl. 17 januari 2011
2.   Kab. Sampang, SK No : 188/144/KEP/434.013/2011,  tgl 8 April 2011
3.   Kota Malang, SK No  : 188.45/174/35.73.112/2011,  tgl 30 Mei 2011
4.   Kab. Madiun, SK No   : 188.45/447/KPTS/402.031/2011,  tgl 6 Juni 2011
5.   Kab. Blitar, SK No   : 188/261/409.012/KPTSA/2011,  tgl 2 Juli 2011
6.   Prov. Jawa Timur,  SK No   : 188/415/KPTS/013/2011, tgl 2 Agustus 2011
7.   Kab. Sumenep, SK No  : 188/100/KEP/435.013/2012,   tgl 27 Februari 2012
8.   Kab. Gresik,   SK No  : 019/441/HK/437.12/2011,   tgl 11 Agustus 2011
9.   Kota Probolinggo,   SK No  : 188.45/14/KEP/425.012/2012,  tgl 18 Januari 2012
10. Kota Batu,  Peraturan Wali Kota Batu No    :     28 Tahun 2011
11. Kab. Bangkalan, SK No   : 188.45/47/Kpts/433.013/2011, tgl. 24 Februari 2011
12. Kab. Mojokerto,  SK No     : 188.45/356/HK/416-012/2011,   tgl. 15 Juli 2011
13. Kota Mojokerto,  SK No   : 188.45/608/417.111/2012,  tgl. 15 Juli 2012
14. Kab. Sidoarjo,  SK No : 188/609/404.1.3.2/2012,  tgl. 4 Juni 2012
15. Kab. Tuban,  SK No   : 188.45/122/Kpts/414.012/2012,     tgl. 23 Juli 2012
16. Kab. Bojonegoro, SK No     : 188/54/KEP/412.11/2011,  tgl. 4 Pebruari 2011
17. Kab. Banyuwangi,  Perbup No     : 19 Tahun 2012 ,  tgl. 25 Juni 2012
18. Kab. Trenggalek, SK Bupati No: 188.45/318/406.004/2013, tgl. 20 Pebruari 2013;

Melihat jumlah PPID seluruh Indonesia tersebut, terbit dugaan:  “Jangan-jangan PPID yang sudah terbentuk  itu pun kondisinya masih jauh dari harapan”. Berdasarkan informasi dari teman-teman wartawan dan LSM yang pernah mewawancarai pihak Komisi Informasi di beberapa Provinsi, diperoleh gambaran bahwa ternyata sebagian besar PPID di beberapa provinsi itu keberadaannya masih sebatas normatif. Artinya, secara formal, berdasarkan Surat Keputusan Bupati/Walikota memang sudah ada, tetapi secara substansial kinerjanya belum bisa dirasakan, baik oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat. Keberadaan PPID hanya sekedar untuk memenuhi tuntutan peraturan perundangan yang berlaku.

Gerakan Masyarakat Sadar Informasi

PPID Trenggalek, terbentuk berkat himbauan dari AIPD dan Pattiro Jatim melalui Cati & CSO Trenggalek, yang berjuang selama hampir 8 bulan. SK Bupati Nomor: 188.45/318/406.004/2013, tgl. 20 Pebruari 2013, terbit menyusul Peraturan Bupati Tentang Pelayanan Informasi yang disyahkan oleh DPRD Trenggalek pada bulan yang sama; Kendati kumandang tentang fungsi dan tugas pokok PPID sudah bergaung di setiap SKPD dan lembaga publik lainnya, namun kinerja PPID hingga kini masih belum bisa dirasakan oleh masyarakat banyak. Sebaliknya, SK Bupati tersebut ditengarai biasa dijadikan “senjata” oleh instansi/lembaga/SKPD untuk menolak permintaan masyarakat dan/atau lembaga masyarakat yang membutuhkan informasi terkait dengan kebijakan publik dalam tupoksi mereka.

Bertitik tolak dari data dan fakta di lapangan yang seperti itu, maka Lembaga Pengembangan Masyarakat (Lepamas) Trenggalek, berusaha untuk memberikan penyuluhan dan menggiatkan dinamika kreativitas dan aktivitas masyarakat Trenggalek, agar memaksimalkan manfaat adanya UU Nomor 14/2008. Sekaligus, menggandeng berbagai  Community  Centre (CC), jaringan atau lembaga swadaya masyarakat terutama Pattiro Cati  Trenggalek, untuk mendorong Pemerintah Daerah, agar bersegera membentuk PPID pembantu di tiap SKPD, serta mewujudkan produktivitas kinerjanya. Demi percepatan pencapaian kesejahteraan Masyarakat.

Lepamas besama Forum Peduli Trenggalek, belum lama ini sudah bersepakat membentuk sebuah komunitas yang bertujuan mengoptimalkan pengembangan system kolaborasi transparansi informasi, antara masyarakat (sebagai pengguna informasi) dan lembaga publik (sebagai sumber informasi).  Diharapkan, produktivitas dan kinerja komunitas ini, bisa mempercepat eksistensi PPID sebagai pengejawantahan dari UU Nomor 14/2008.  Dan buahnya adalah akselerasi pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Hasil diskusi Forum Peduli Trenggalek menunjukkan  beberapa hal  yang menarik untuk dicermati bersama, terutama adanya  indikasi bahwa PPID yang sudah dibentuk ternyata sifatnya masih normatif, dan pencitraan belaka. Barangkali dibutuhkan waktu agak panjang untuk mewujudkan PPID secara substansial - yang tidak hanya menjadi asesoris birokrasi. Padahal, hanya dengan keberadaan PPID secara substansial, hak masyarakat untuk mendapatkan informasi publik yang berkualitas dapat diwujudkan. Oleh karena itu menjadi tanggung jawab kita secara kolaboratif untuk mendorong terwujudnya PPID -utama maupun pembantu- secara substansial di semua SKPD dan lembaga publik  yang pembiayaan operasionalnya masih bergantung APBN/APBD.

Dengan adanya lokakarya  konsolidasi CC/Jaringan Advokasi KIP di  Kabupaten  Trenggalek yang diselenggarakan oleh Pattiro Cati Trenggalek hari ini, semoga saja pihak Pemerintah Daerah/lembaga publik, merespons positif aspirasi masyarakat dan kaum intelektual  di daerah kita, yang sangat menginginkan terwujudnya Good Governance, dan penyaluran aspirasi yang sesuai prosedur perundang-undangan. Pada akhirnya masyarakat bisa meningkatkan partisipasinya dalam pembangunan yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak, utamanya di bidang infrastruktur, pendidikan maupun kesehatan.  

Mudah-mudahan dengan terjalinnya kolaborasi yang harmonis sebagaimana diharapkan, maka seluruh masyarakat dan komunitas terpelajar di daerah ini, juga akan memenuhi semua persyaratan normatif dari instansi/lembaga publik yang dimintai informasi. Serta memberitahukan/melaporkan dengan kejujuran yang bertanggungjawab, untuk apa informasi itu digunakan.

Informasi Publik, hanya akan berarti dan barokah apabila diimplementasikan demi pengabdian kepada kepentingan kesejahteraan masyarakat. 

Informasi Publik yang kita dapatkan dari  lembaga publik, akan kehilangan ruh-nya apabila digunakan demi arogansi pribadi atau sekelompok komunitas.   


(Artikel ini adalah sebagian dari materi yang saya sampaikan pada Lokakarya Penguatan Kapasitas  Community Centre di Kabupaten Trenggalek, yang diselenggarakan oleh Pattiro – Cati Trenggalek, bertempat di RM.Mekarsari pada tanggal 16 Desember 2013).

جَزَÙƒُÙ…ُ الله Ø®َÙŠْرًا ÙƒَØ«ِÙŠْرًا 
Ùˆَ السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ 

Artikel terkait :

Senin, 28 Oktober 2013

Pendidik Maju Pendidikan Maju


السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ
                                   
Oleh: Dr. Ir. H. Mulyadi, WR, MMT (Bupati Trenggalek)


Dalam buku Guns, Germs & Steel (Bedil, Kuman dan Baja), Prof. Jared Diamond  menulis tentang rangkuman riwayat umat manusia selama 13.000 tahun terakhir untuk menjawab pertanyaan Yali, warga Papua Nugini. Kepada guru besar geografi di University of California yang waktu itu melakukan penelitian evolusi burung di pantai Papua Nugini, Yali bertanya, “Kenapa kalian orang kulit putih membuat begitu banyak barang berharga dan membawanya ke Papua, tapi kami orang kulit hitam memiliki begitu sedikit barang berharga sendiri?” Pertanyaan itu memang sederhana, tetapi bagi guru besar geografi itu ternyata sukar untuk menjawabnya, karena ia harus menjelaskan hakikat kehidupan umat manusia dan penyebab terjadinya perbedaan gaya hidup umat manusia di berbagai belahan dunia.

Untuk menjawab pertanyaan Yali -- lulusan SMA yang bekerja sebagai anggota dewan di negaranya itu, Prof. Jared Diamond kemudian menulis buku Guns, Germs & steel.  Mengapa bangsa kulit putih lebih maju? Bangsa kulit putih menggunakan ilmu pengetahuan untuk menghadapi tantangan alam dan kehidupan. Mereka menggunakan pendidikan dengan mendirikan sekolah-sekolah untuk mengajarkan ilmu pengetahuan dan melakukan penelitian-penelitian. Berkat ilmu pengetahuan, mereka dapat menciptakan senjata api maupun barang-barang berharga lainnya. Berkat ilmu pengetahuan, mereka dapat menguasai ekonomi, sosial dan politik. Karena keunggulan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, bangsa kulit putih seperti Inggris, Belanda, Spanyol, Portugal, Italia dan Prancis dapat menguasai bangsa-bangsa lain seperti bangsa Amerika, Afrika, Asia, Australia dan Papua. Baru setelah Perang Dunia II, gelombang nasionalisme membuat banyak negara yang dijajah bangsa kulit putih memperoleh kemerdekaan baik melalui perang maupun jalur diplomasi.

Sejarah mencatat, bangsa yang besar adalah bangsa yang memperhatikan pendidikan bangsanya. Arnold Toynbee dalam buku   Mankind and Mother Earth, A Narrative History of the World menyebutkan, bangsa Jepang dapat maju seperti sekarang ini, karena pada abad ke-18 Kaisar Meiji melakukan restorasi. Ia mengadopsi sistem pendidikan di barat dengan memadukan nilai-nilai tradisi Jepang. Hasilnya bangsa Jepang menjadi bangsa yang maju, tetapi tetap mempertahankan tradisi yang ada.

Bangsa Eropa yang di abad pertengahan sebagai bangsa yang belum maju, sekarang menjadi bangsa-bangsa yang maju setelah mereka mengutamakan pendidikan. Pada masa abad pertengahan, masyarakat Eropa masih percaya dengan takhayul dan tidak menggunakan ilmu pengetahuan untuk memecahkan persoalan kehidupan. Mereka kemudian mempelajari buku-buku ilmu pengetahuan yang dibawa bangsa Arab sebagai terjemahan ilmu pengetahuan yang dikembangkan para ilmuwan Yunani kuno seperti Aristoteles, Socrates, Phytagoras, Archimedes dan lain-lain. Karena kemajuan pendidikan, mereka kini menjadi bangsa yang maju dan selalu menggunakan ilmu pengetahuan untuk menghadapi tantangan kehidupan.

Bangsa Amerika Serikat yang di abad ke-17 masih terbelakang dan dijajah bangsa Eropa seperti Inggris, Spanyol dan Prancis, sekarang menjadi bangsa yang maju juga berkat pendidikan mereka yang berkualitas. Sebelum kedatangan Christopher Columbus ke Amerika pada 1492, bangsa asli Amerika hidup secara sederhana dengan berburu, menangkap ikan dan bertani. Mereka banyak hidup secara nomaden. Kedatangan Columbus menimbulkan gelombang kedatangan bangsa Eropa ke Amerika dan melakukan penjajahan. Setelah Amerika Serikat mendeklarasikan kemerdekaan pada 4 Juli 1776, bangsa Amerika Serikat membangun dirinya dengan kebijakaan mengutamakan pendidikan. Sekarang bangsa Amerika Serikat dengan gagah menunjukkan kepada dunia mengenai keberhasilan mereka di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan.

Ketika Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, para pendiri republik ini sangat menyadari perlunya pendidikan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka, yaitu mewujudkan mayarakat Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera. Untuk itu, Pasal 31  UUD 1945 menyebutkan: (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional,yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang, (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang kurangnya 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan nasional dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban kesejahteraan umat manusia.

Pendidikan merupakan sarana untuk mengajarkan ilmu pengetahuan. Pendidikan merupakan segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan. Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara dan perbuatan mendidik. Pasal 1 Undang-Undang RI tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan, pendidikan adalah  usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan  proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan yang baik akan mengantarkan murid-muridnya menjadi orang yang berkualitas. Mereka dapat menggunakan ilmu pengetahuannya yang diperoleh selama masa pendidikan untuk menyelesaikan persoalan dirinya, keluarga maupun masyarakat di sekitarnya. Mereka akan menemukan cara-cara yang dapat membuat kehidupan belum baik akan menjadi lebih baik. Melalui berbagai riset, mereka dapat menciptakan berbagai teknologi tepat guna yang dapat mengantarkan bangsa Indonesia mengolah sumber daya alam yang ada sehingga berguna untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu, semakin banyak warga Indonesia yang berkualitas, maka banyak persoalan yang akan dapat dicarikan solusinya.       

Untuk menciptakan pendidikan yang baik, kualitas maupun kuantitas tenaga pendidik harus terpenuhi, sarana dan prasarana pendidikan juga harus tersedia. Pada tahun 1980-an, penyanyi Iwan Fals merilis lagu “Guru Oemar Bakri.” Lagu tersebut mengungkapkan kegetiran nasib para guru yang kesejahteraannya sangat minim. “Oemar Bakri/ Oemar Bakri pegawai negeri/Oemar Bakri... Oemar Bakri 40 tahun mengabdi/Jadi guru jujur berbakti memang makan hati/Oemar Bakri... Oemar Bakri banyak ciptakan menteri/Oemar Bakri... Bikin otak orang seperti otak Habibie/Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri seperti dikebiri//. Saat sekarang, keluhan seperti yang dinyanyikan penyanyi Iwan Fals tersebut seharusnya sudah tidak ada lagi, karena gaji guru sudah dicukupi pemerintah secara layak. Sekarang para guru justru dituntut untuk meningkatkan kualitasnya agar mampu mengajarkan ilmu yang mampu menghadapi tantangan zaman.
 
Pendidikan akan terus berkembang seiring berjalannya zaman. Di Indonesia, pendidikan masih agak sulit untuk mengimbangi perkembangan zaman, karena mutu pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan melibatkan beberapa tenaga ahli. Beberapa penerapan pola peningkatan mutu pendidikan telah banyak dilakukan seperti memperbaiki kurikulum dan beberapa proyek peningkatan kapasitas di antaranya proyek MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah), Proyek Perpustakaan, Proyek BOMM (Proyek Bantuan Meningkatkan Manajemen Mutu), Proyek BIS (Bantuan Imbal Swadaya), Proyek Peningkatan Mutu Guru, Proyek Pengadaan Buku Paket, Proyek DBL (Dana Bantuan Langsung), BOS (Bantuan Operasional Sekolah), dan BKM (Bantuan Khusus Murid). Namun, berbagai upaya tersebut ternyata masih belum dapat  memberikan efek secara langsung terhadap perbaikan mutu pendidikan tersebut.

Jika kita cermati secara sederhana, unsur pendidikan itu terdiri dari beberapa elemen. Pertama adalah kurikulum pengajaran. Hal-hal apa yang seharusnya diajarkan kepada murid dan berikan prioritas apa yang harus mereka terima. Kurikulum pendidikan di Indonesia saat ini cenderung mengutamakan untuk memberikan pendidikan secara kontekstual semata dan masih mengesampingkan pendidikan karakter.  Padahal Negara-negara maju seperti Jepang, Inggris, Jerman dan Amerika Serikat memberikan porsi utama untuk pendidikan karakter, sedangkan di Indonesia masih terpaku dengan teori-teori umum. Kedua adalah tenaga pendidik atau guru. Guru bukan hanya sekedar memberikan sesuatu kepada para siswanya, tetapi juga harus memberi contoh sesuatu yang baik. Menurut Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara, guru yang baik harus mampu berbuat, “Ing ngarso sung tulodho. Ing madyo mbangun karso. Tut Wuri handayani.” (Di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik. Di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide. Dari belakang seorang guru harus memberikan dorongan dan arahan).

Guru bukan hanya sekedar memberikan sesuatu tapi juga mencontohkan sesuatu yang baik, tetapi tidak sedikit guru yang hanya menjadi tenaga pengajar bukan tenaga pendidik. Mereka berbicara di kelas dengan memberikan ini dan itu. Menyuruh ini dan menyuruh itu. Padahal, sebagai pendidik seorang guru harus mampu menciptakan prakarsa dan ide-ide yang cemerlang. Ketiga adalah peserta didik harus diberi motivasi lebih setiap hari untuk apa mereka belajar? Kenapa mereka belajar? Motivasi sangat diperlukan untuk meningkatkan minat belajar siswa. Ketiga adalah sarana dan prasarana diharapkan tidak mempersulit berlangsungnya sebuah pendidikan. Berikan kemudahan kepada elemen pendidik dan perbaiki prasarana pendukung agar kegiatan belajar-mengajar dapat terselenggara dengan baik.

Karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah banyak aspek kehidupan termasuk cara belajar dan mengajar, pendidik harus memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai bagian tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi menghasilkan berbagai metode pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Namun syarat untuk penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan seperti konsep e-Learning dengan sarana internet harus ada sumber energi listrik, karena untuk mengoperasikan komputer dan modem memerlukan listrik. Penggunaan sistem e-Learning akan mempermudah akses informasi dan komunikasi. Bila suatu sekolah sudah peduli dengan sarana dan infrastruktur yang akan meningkatkan proses pembelajaran siswa, penerapkan konsep e-Learning secara berkala dapat dilakukan di sekolah tersebut. Konsep e-Learning dengan sarana internet dapat menyalurkan informasi pendidikan yang baik, tidak hanya untuk siswa, tapi untuk semuanya, siswa, guru, kepala sekolah termasuk orang tua. Bagi orang tua yang bingung saat mencari tahu tentang pekerjaan rumah anaknya, mereka bisa memanfaatkan E-Learning ini.
 
Namun, kurikulum dan panduan manajemen sekolah sebaik apapun kenyataannya tidak akan berarti jika tidak ditangani oleh pendidik  profesional. Akhir-akhir ini banyak pihak yang melontarkan  tuntutan terhadap profesionalisme pendidik seperti dari kalangan dunia usaha dan para anggota dewan. Pasal 42 ayat (1) UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan, pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Uraian Pasal 42 itu cukup jelas bahwa untuk menjadi guru sebagai tahapan awal harus memenuhi persyaratan kualifikasi minimal  seperti latar belakang pendidikan keguruan/umum dan memiliki akta mengajar.  Setelah pendidik  memenuhi persyaratan kualifikasi, maka pendidik berada pada tahapan kompetensi. Namun, fenomena di lapangan  menunjukkan bahwa pendidik di sekolah-sekolah masih banyak yang tidak memenuhi persyaratan tersebut. 

Adanya  Peraturan Pemerintah No: 65 tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal  Standar Pelayanan Minimal (SPM) telah mendorong lahirnyai Permendiknas No: 15 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar sebagaimana telah diubah dengan Permendiknas No: 23 tahun 2013. Peraturan tersebut membuat  sekolah harus memiliki persyaratan minimal untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan. Misalnya: di setiap SMP dan MTs tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik masing-masing satu orang untuk mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Di setiap SMP dan MTs tersedia ruang laboratorium IPA yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk 36 peserta didik dan minimal satu set peralatan praktek IPA untuk demonstrasi dan eksperimen peserta didik.  Kehadiran peraturan tentang Standar Pelayanan Minimal dalam penyelenggaraan pendidikan itu dirasakan sangat tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masa mendatang. Mudah-mudahan Standar Pelayanan Minimal tersebut dapat menjadi pemicu peningkatan kualitas pendidikan kita di masa mendatang.

Tan Malaka, salah seorang pahlawan nasional kita dalam bukunya Madilog (Materialisme Dialektika Logika) menyebutkan, kalau Indonesia tidak merdeka, maka ilmu pengetahuan akan terbelenggu. Semua negara merdeka sekarang menasionalkan, merahasiakan penemuan, guna dipakainya sendiri untuk persaingan dalam perniagaan atau peperangan. Kemerdekaan ilmu pengetahuan itu sehidup dan semati dengan kemerdekaan negara. Bagaimana dengan Indonesia sekarang yang sudah merdeka? Mudah-mudahan pendidikan Indonesia  terus berkembang dan membuat Indonesia menjadi makmur dan sejahtera.


                        Trenggalek,        September 2013

Note: Artikel ini saya tayangkan dengan seijin Bapak Dr. Ir. H. Mulyadi, WR, MMT (Bupati Trenggalek). Beliau memberikan ijin tadi pada pukul 23.27 (WIB), Minggu, 27 Oktober 2013, saat saya sowan pada Bunda Hj. Peni Sugiharti.

Moment Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, menurut saya adalah tepat untuk mengupdate blog Trenggalek Jelita dengan sebuah artikel yang berbobot hasil pemikiran salah seorang tokoh Trenggalek.                                                      

جَزَÙƒُÙ…ُ الله Ø®َÙŠْرًا ÙƒَØ«ِÙŠْرًا
Ùˆَ السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ


Kamis, 29 November 2012

Jaringan Informasi Masyarakat dan Transparansi (Jimat) Trenggalek


السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ 
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم

Jimat Trenggalek (Jaringan Informasi Masyarakat dan Transparansi Trenggalek)  adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dibentuk oleh personil CSO (Civil Society Organisation)  Pattiro (Yayasan Pusat Telaah dan Informasi Regional). Jimat Trenggalek merupakan wadah bagi semua anggota CSO yang aktif berkontribusi membantu mencerdaskan dan mendinamiskan pola pikir, sistem sosial, budaya, ekonomi serta aktivitas religius dan keimanan masyarakat, yang bermuara pada akselerasi pembangunan di daerah Kabupaten Trenggalek. Sebagai wujud dari kepedulian dan tekad tersebut, Jimat Trenggalek akan berusaha mengangkat topik-topik yang berkaitan dengan kepentingan dan hajat hidup masyarakat banyak. Serta sesuai dengan tujuan dihadirkannya CSO Pattiro di daerah ini, yakni menjembatani aspirasi masyarakat miskin untuk memperoleh hak-hak azazinya melalui APBN/APBD.

Seiring dengan berkembangnya fenomena sosial dan budaya, maka demi mencegah terjadinya degradasi terhadap nilai-nilai dan eksistensi LSM yang negatif dalam pandangan masyarakat, maka Jimat Trenggalek meresmikan keberadaan organisasi, membuat Akte Notaris Pembentukan Lembaga dan mendaftar kepada Depkumham melalui Pengadilan Negeri Trenggalek dan kepada Pemerintah Daerah cq. Kantor Kesbanglinmas.

Dalam jangka waktu tertentu, Jimat Trenggalek akan mengikuti kebijakan Pattiro, yakni sejak dibentuknya Jimat Trenggalek hingga pertengahan tahun 2015. Hal ini dikarenakan personil Jimat Trenggalek adalah CSO Pattiro, yang secara defacto maupun deyure adalah kepanjangan tangan dari Pattiro.

Selanjutnya setelah masa kerjasama berakhir, selama itu demi kepentingan masyarakat miskin dan kepentingan publik di daerah ini, dalam dinamika dan kegiatan lembaga, Jimat Trenggalek tidak terikat lagi oleh aturan dan kebijakan Pattiro. Akan tetapi selalu membuka diri sebagai mitra dinamis yang siap untuk saling bahu membahu mewujudkan masyarakat yang sejahtera, aman sentausa, sehat lahir dan bathin, serta demi mengentaskan masyarakat di daerah ini dari kemiskinan.     

Jimat Trenggalek, bertekad untuk mewujudkan diri sebagai lembaga yang komitmen dan kredibel memperjuangkan kesejahteraan masyarakat -utamanya mereka yang termaginalkan dalam hal pemenuhan hak-hak azazinya. Memberikan kontribusi maksimal sebagai penyeimbang dan pendukung kebijakan pemerintah, dalam upaya mengakselerasi pembangunan berbagai bidang, khususnya yang bertujuan mensejahterakan masyarakat melalui dana APBN/APBD, serta memerangi koruptor maupun biangkerok penyalahgunaan jabatan dan peraturan-perundangan.

Jimat Trenggalek, bertekad untuk mendorong adanya sebuah sistem pemerintahan dan politik yang sehat yang memenuhi hajat kemanusiaan dalam keberagaman demi tercapainya situasi yang kondusif dan tercapainya tujuan nasional. Salah satu strategi kami adalah dengan memberikan penerangan kepada masyarakat luas tentang keberadaan APBN/APBD dengan segala proses penyelenggaraannya. Harapan dan tujuan kami tercipta sistem transparansi yang sinergis sehingga terjadi jalinan partisipatif yang multidimensi dan serba merakyat, dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.

Semoga Allah SWT senantiasa menolong dan melindungi kami.

آمِÙŠْÙ† يآمُجيْبَ السَّائِليْÙ†َ
 Ø¬َزَÙƒُÙ…ُ الله Ø®َÙŠْرًا ÙƒَØ«ِÙŠْرً
اوَ لسَّلاَÙ…ُ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ
 
Koordinator Jimat Trenggalek,

(Rahmad Karim)
 
 
(Diposkan: Maksum_CahNdeso)

Senin, 08 Oktober 2012

Percaya Diri Menuju Sukses Kemudian Hari


Muhammad Ali (kiri) Foto: Master Amir Mosadegh
Meraih sebuah sukses bukanlah hal yang mudah dan tidak akan dapat dicapai dengan seketika atau dalam waktu singkat. Sebuah proses panjang, atau bahkan hampir sepanjang usia kita, upaya pencapaian sukses itu harus berlangsung tanpa henti. Lihatlah, orang-orang yang sukses menurut pandangan kita, ternyata ketika sudah selayaknya memasuki usia pensiun, mereka masih aktif menjalani proses untuk mencapai kesuksesan yang lebih daripada yang sudah mereka miliki. Atau setidaknya, mereka berusaha agar apa yang mereka miliki -kesuksesan yang sudah mereka capai-  dapat dipertahankan.

Bagaimanakah cara untuk mencapai sukses itu?! Alex Noble, seorang entrepeneur profesional kaliber dunia mengatakan, "Sukses adalah sebuah proses, kualitas dari pikiran dan cara sikap, affirmasi kehidupan yang keluar".

Dari kata-kata tersebut tersirat bahwa kekuatan alam bawah sadar kita yang sudah terlatih akan menjadi sebuah energi supra yang mampu mensugestif fisik kita agar produktif dan aktif untuk mencapai sukses yang kita idamkan. Dan ini bersesuaian dengan hasil dari banyak penelitian yang dilakukan oleh para pakar dan saintis.

Kualitas dari pikiran dan cara sikap, affirmasi kehidupan yang keluar sudah tentu tidak selalu positif bagi kehidupan sosial, bisa saja negatif. Semua itu tergantung pada niat dan tekad kita untuk sukses dalam hal apa. Seorang kriminal, bisa saja menjadi sukses sebagai gembong penjahat; demikian pula sebaliknya, seorang da'i bisa sukses menjadi da'i yang kondang dan berwibawa; atau seorang olahragawan mampu mencapai puncak kariernya dan bertahan selama bertahun-tahun sebagai olahragawan yang tak terkalahkan.

Ambillah contoh, Muhammad Ali (lahir sebagai Cassius Marcellus Clay, Jr. pada (lahir di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, 17 Januari 1942; umur 70 tahun lebih) adalah pensiunan petinju Amerika Serikat. Pada tahun 1999, Ali dianugerahi "Sportsman of the Century" oleh Sports Illustrated. Ali tiga kali menjadi Juara Dunia Tinju kelas Berat.

Ali lahir di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Namanya mengikuti nama ayahnya, Cassius Marcellus Clay, Sr. Ali kemudian mengubah namanya setelah bergabung dengan Nation of Islam dan akhirnya memeluk Islam Sunni pada tahun 1975.

Muhammad Ali tidak begitu saja menjadi petinju besar, dia mulai dari bawah. Dikisahkan pada usia 12 tahun, Clay, jr. melapor kepada polisi bernama Joe Martin, bahwa sepeda BMX barunya dicuri orang. Joe Martin, yang juga seorang pelatih tinju di Louisville, mengajari Clay kecil cara bertinju agar dapat menghajar si pencuri sepeda. Clay kecil sangat antusias berlatih tinju di bawah bimbingan Martin. Hingga 6 tahun kemudian setelah membabat banyak saingan di negaranya, Ali berhasil meraih medali emas kelas berat ringan Olimpiade 1960 di Roma, Italia. Berlanjut pada debut pertamanya di ring tinju profesional 29 Oktober 1960.

Lika-lika kehidupan sebagai petinju kelas berat profesional dilewati Ali dengan penuh antusias dan kerja keras. Ada sebuah peristiwa yang sungguh tidak bisa diterima nalar, yakni pada 25 Mei 1965, terjadi tanding ulang antara Ali melawan Liston. Pukulan Ali yang begitu cepat menimbulkan spekulasi di kalangan tinju dan mereka menyebut pukulan Ali sebagai 'phantom punch'. Pukulan itu begitu cepat, sehingga tidak tampak mengenai Liston yang roboh (di mata pengamat tinju dan juri/wasit, pukulan Ali tidak mengenai sasaran dan Liston sengaja merobohkan dirinya seolah terkena hantaman Ali).  Banyak isu yang berkembang, termasuk suap dan ancaman orang-orang NOI (Nation of Islam, kelompok Islam yang kontroversial, di mana Ali menjadi Anggotanya), terhadap Liston dan keluarganya, tapi Liston membantah semua itu dengan menyatakan pukulan Ali menghantamnya dengan keras. Untuk diketahui, Ali masuk Islam sejak tahun 1964, sebelum bertanding melawan Liston.

Back to the topic. Dalam berbagai kesempatan sebelum naik ring dan bertarung dengan lawannya, Ali terbiasa mengucapkan kalimat-kalimat yang terkesan sombong dan takabbur. Misalnya "Melawan saya sama dengan melawan Tuhan". Sebenarnya, mulut besar Ali bukanlah didorong oleh kesombongan dalam dirinya, melainkan bentuk upayanya untuk mensugestif seluruh eksistensi fisik dan non fisik yang ada dalam dirinya, agar mencapai yang terbaik. Ali dikenal sebagai Muslim yang taat beribadat dan tidak pernah menunjukkan/memamerkan ibadahnya pada khalayak ramai.

Pernah dalam sebuah wawancara televisi, Ali mengaku ia selalu melakukan affirmasi. "Aku petinju hebat. Apa pun yang terjadi, aku tetap petinju yang hebat. Akulah petinju terbaik di dunia ini," dan kalimat ini bergaung terus di dalam hatinya.

Ketika wartawan menanyakan alasannya, Ali menjawab, "Kalimat itu memberiku rasa percaya diri, menguatkan keinginanku dan membulatkan konsentrasiku pada target yang ingin aku capai. Jika akhirnya aku gagal, aku akan belajar dari kegagalan dan berlatih lebih giat lagi hingga berhasil."

Ali juga menambahkan,"Pikiran sangat berpengaruh, pikiran bisa menjadi penyebab kegagalan dan bisa pula menjadi pendukung keberhasilan. Pikiran adalah sumber percaya diri."

Ali pun menjadi juara tinju dunia legendaris sepanjang masa, hingga saat ini belum ada yang mampu menandinginya. Ia terbaik dalam teknis, terindah dalam gaya di setiap penampilannya sebagai petinju kelas berat, sekaligus paling "sombong" dalam perang urat syaraf. Ali sangat percaya diri, dan ini menjadi energy supra yang meledak-ledak sebagai kualitas dari pikiran dan sikap, affirmasi kehidupan yang dikeluarkannya positif, karena niatnya memang positif!



Minggu, 13 Mei 2012

Filosofi Sepeda, Sebuah Analogi Tugas dan Kewajiban

Apapun yang ada di dunia ini sebenarnya bisa di jadikan pelajaran bagi orang yang mau mengambilnya sebagai pelajaran. Seperti kata Pepatah orang Minang “Alam takambang jadi guru” yang kalau di Indonesiakan berarti “alam yang membentang luas jadi guru”.

Alkisah, seorang ustadz abal-abal (maksudnya ustadz tradisional, tanpa gelar akademis!), memberikan nasihat kepada seorang ustadz yang bergelar akademis di belakang maupun di depan namanya. Dengan sangat bijak ustadz abal-abal ini menasihati ustadz akademis dengan filosofi sepeda. Sebab dengan gelar akademis setinggi apapun yang dia miliki, tak akan memberi pengaruh  apapun kepada kepada para muridnya apabila dia tidak bisa menghormati dan menghargai perjuangan para murid yang selama ini telah berjuang bersama-sama dalam menegakkan dakwah di bumi Allah ini.

Kisahnya, pada suatu malam terjadi dialog diantara komponen-komponen sepeda; Entah bagaimana pada awalnya, mendadak semua komponen sepeda dengan perasaan marah dan jengkel mengungkapkan jasa mereka masing-masing sehingga bisa menjadi wujud sepeda.

Berkata frame : "Kalau tidak ada aku, apa kalian bisa jadi sepeda ? Coba pikir, dimana kalian akan dipasangkan kalau tidak ada frame seperti aku.”

Dengan lantang perkataan frame dibalas oleh stang, ”Memang benar saya numpang sama kamu, tapi kalo saya gak ada, memang kamu bisa jalan?"

Tidak mau kalah berkata ban, ”Saya donk yang paling berjasa, kalau gak ada ban mana bisa anda-anda semua disebut sepeda.”

Dengan perasaan sedikit tersinggung berkata rims, ” Memang betul kalau gak ada ban kita memang gak bisa jalan sich, tapi kamu kan numpang sama saya.”

Mendengar temannya semakin ribut rantai pun tak mau kalah, dia pun berkata, ”Memang anda semua gak sadar ya, kalau tidak ada saya, kalian mau mengayuh apa?”

Dengan bijaksanan akhirnya rem berkata, ”Kalian semua memang berjasa, tanpa ada kalian tentu kita tidak bisa disebut sepeda. Tapi coba saudara pikir seandainya tidak ada saya, pasti kalian akan mati semua di jalan raya atau masuk jurang.”

Lalu berturut-turut  komponen-komponen lain menyebutkan jasa-jasa mereka, sehingga masing-masing komponen tersebut jadi tahu bahwa tanpa teman-teman yang ada di sekelilingnya, mereka tidak akan sempurna dikatakan sebuah sepeda.

Setelah mendengarkan argumen komponen-komponen lain, barulah mereka tahu jasa masing-masing komponen tersebut, lalu merekapun mencari-cari siapa yang tidak berjasa kepada sepeda. Akhirnya mereka melihat pentil yang kecil yang tersembunyi di dalam ban sepeda. masing-masing mereka mempertanyakan peranan pentil dalam dunia persepedaan. Karena lama berada di tempat tersembunyi dan lingkungan tempat dia berada selalu gelap serta tidak ada kawan yang menemani, pentil pun gagap, dia tidak tahu apa kontribusi dia terhadap dunia persepedaan (biasa, hidup terasing membuat si pentil jadi minder dan kuper). Karena pentil tidak bisa menunjukkan jasa-jasanya, akhirnya komponen sepeda yang lain sepakat kalau pentil tidak memberikan kontribusi apa-apa dalam dunia persepedaan karena kecil dan tersembunyinya. Dengan kesimpulan demikian merekapun menyuruh pentil untuk pergi dari dunia persepedaan, sebab dia tidak berguna.

Dengan sedih, malam itu pentil pergi dari tempat selama ini dia bersemanyam. Hatinya gundah gulana, kemana akan pergi dan apa yang bisa ia lakukan ketika tidak lagi bersama sepeda. Pekerjaan yang dia tahu selama ini hanyalah menahan angin agar tidak keluar dari ban sepeda. Dan sekarang dia terusir dari pekerjaannya. Tapi kalau dia bertahan, harga dirinya telah terinjak-injak oleh teman2nya yang merasa paling berjasa. Daripada harga diri terinjak-injak, lebih baik pergi menjauh,  agar tidak selalu mendapat hinaan. Seperti pepatah para pejuang kita dulu, ”Lebih baik berputih tulang, daripada berputih mata”.

Besok paginya, Tuan mereka -sang pemilik sepeda-  tidak jadi pergi bekerja membawa sepeda sebagai kendaraannya. sebab ketika hendak berangkat Tuan menemukan bannya kempes. Hingga dia memutuskan untuk naik oplet saja. Dan saat itulah baru komponen-komponen sepeda yang lain itu sadar, bahwa tanpa pentil yang kecil dan seperti tidak berguna itu, ternyata mereka tidak akan berarti apa-apa, sama sekali tidak berguna!

Kesimpulannya: Hargailah perjuangan (tugas, kewajiban, manfaat dan kegunaan) orang-orang yang bersama dengan Anda, baik dia itu bawahan Anda, teman-teman Anda, ataupun dia itu adalah murid dalam pengajian Anda. Sebab meski sekecil apapun kontribusi yang selama ini ia kerjakan, misal cuma membawakan minuman dan membersihkan meja Anda, yakinlah dia juga sangat berjasa pada Anda. (see original post).

Barangkali Anda Juga Tertarik Untuk Baca:

Niadesain.com

Kamis, 09 Februari 2012

Iran, Negeri Anti Zionist dan Amerika Serikat (3)

Iran Menangkap Pesawat Siluman Milik AS

Pada awal bulan Desember 2011, Militer Iran berhasil "memaksa" mendarat sebuah pesawat siluman tak berawak milik Amerika Serikat yang berkeliaran di kawasan  udara negara Mullah itu. Tepatnya sebagaimana disiarkan TV Press Iran bahwa pasukan Iran yang tergabung dalam "unit perang elektronik" mendaratkan pesawat tak berawak pada tanggal 4 Desember saat terbang di atas kota Kashmar. Sebuah peristiwa yang menohok ulu hati Amerika Serikat, dan mencoreng pamor intelejen militer negara adidaya tersebut.

Pesawat Sentinel yang jatuh di Iran
Peristiwa berawal saat para pakar teknologi Iran telah mendeteksi sinyal tak dikenal dalam radar mereka. Kemudian, setelah diteliti dengan seksama, mereka meyakini bahwa sinyal berasal dari sebuah pesawat tak berawak yang sedang mengintai di kawasan Iran. Mereka pun berusaha untuk mengendalikan pesawat siluman tersebut sehingga berhasil dipaksa landing. Namun, pihak Amerika Serikat menolak "kepakaran" intelektual Iran, AS mengatakan pesawat mereka mengalami kegagalan terbang, alias eror!

Insiden ini membuat pemerintah Iran berang, dan melaporkannya ke Dewan Keamanan PBB. Sebagaimana dirilis oleh BBC, Iran tuntut PBB mengutuk kehadiran pesawat siluman AS

Pemerintah Iran menyerukan PBB bersikap tegas terkait dugaan pelanggaran wilayah oleh AS setelah pesawat tidak berawak AS disebut jatuh di wilayah Iran. Melalui Duta Besar Iran untuk PBB, Mohammad Khaza'i di New York, Jumat (9/12) waktu setempat, Pemerintah Iran mengharapkan PBB mengutuk Amerika Serikat sehubungan dengan tertangkapna pesawat siluman RQ-170 Sentinel.

Pernyataan Khaza'i ini menindaklanjuti langkah Iran yang telah melayangkan surat kepada Sekjen PBB agar mengutuk kehadiran pesawat siluman AS yang mereka sebut melanggar wilayah udara Iran.

"Kami menekankan bahwa langkah Iran ini merupakan hak setiap bangsa, yang wilayahnya dilanggar oleh negara lain," kata Khaza'i di New York, seperti dilaporkan kantor berita Iran, IRNA.

Sebelumnya, TV Iran menayangkan cuplikan video sebuah pesawat tak berawak AS yang disebut Teheran jatuh sekitar 225km dari perbatasan Afghanistan.

Kegagalan Terbang

Foto di atas sebagaimana ditayangkan oleh TV Press Iran, menggambarkan petugas Iran tengah memeriksa pesawat siluman RQ-170 Sentinel yang terlihat dalam keadaan tidak rusak.

Meskipun pejabat AS sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka telah kehilangan sebuah pesawat tak berawak, dengan menyatakan pesawat itu mengalami kegagalan terbang. Iran mengatakan bersikukuh pihaknya-lah yang telah melakukan pembajakan secara elektronik dan menyetir pesawat tersebut untuk mendarat.

Wartawan BBC melaporkan, dengan kondisi pesawat Sentinel yang masih dalam keadaan lengkap, tampaknya mendukung klaim Iran tersebut.

Alhamdulillah, semoga banyak lagi pesawat siluman milik Zionist maupun Amerika Serikat yang terjaring dalam perangkap Iran! 

(Don't forget to see the next posts about Iran).

Artikel Terkait:

Niadesain.com

Rabu, 08 Februari 2012

Iran, Negeri Anti Zionist dan Amerika Serikat (2)

Kekuatan Militer Iran

Iran adalah negara Islam di kawasan Timur Tengah, sebuah negara yang kecil bila dibanding dengan negara Indonesia atau Amerika Serikat. Tetapi, kehadiran Iran di panggung percaturan dunia utamanya di jazirah Arab sangat diperhitungkan. Berkali-kali digoyang Amerika dan Israel, Iran tetap berjaya dan makin tangguh. Sejak usai bentrok dengan Negeri 1001 Malam yang dipimpin Saddam Hussein pada awal 1980-an (22 September 1980 s.d. 20 Agustus 1988), kini Iran terus mengembangkan teknologi terbaru untuk menyokong kekuatan militernya.

Selama kurun waktu 1990-an hingga saat ini, banyak sekali ilmuwan dan dosen cerdas, para pakar sains dan teknologi milik Iran yang hilang tidak jelas rimbanya. Mereka lenyap begitu saja, bukan karena mati, tetapi hilang lantaran diculik dan dibinasakan. Iran menuduh agen Mossad Israel yang melakukannya.

Sementara itu, PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) sebagai organisasi yang seharusnya netral, malah cenderung berpihak kepada Amerika Serikat dan sekutunya, serta menuduh Iran mengembangkan persenjataan nuklir. Padahal sudah beberapa kali tenaga-tenaga ahli dunia mengunjungi pusat nuklir Iran di Natanz dan ternyata tidak ditemukan persenjataan nuklir sebagaimana dituduhkan PBB dan Amerika Serikat. Iran mengatakan, "Pengembangan nuklir untuk tujuan teknologi kedamaian bukan permusuhan".

Rincian Persenjataan Iran Menurut Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA)
  • Jumlah Penduduk: 65.875.224 jiwa
  • Personel Militer Aktif: 545.000 personil
  • Militer Aktif Cadangan: 350.000 personil
  • Jumlah Tanah Berbasis Senjata: 5449
  • Tank: 1.613
  • Personel Lapis Baja Operator: 640
  • Artileri: 2010
  • Peluncur Rocket: 876
  • Mortar: 5.000
  • Senjata Anti-Tank: 75
  • Senjata anti-Pesawat: 1.700
  • Jumlah Pesawat : 84
  • Helikopter: 84
  • Kapal Angkatan Laut Jumlah: 65
  • Marine: 92
  • Kapal selam: 3
  • Frigat: 3
  • Patroli Pesisir Craft: 140
  • Amfibi Craft: 13
  • Produksi Minyak: 3.956.000 bbl/ hari
  • Konsumsi Minyak: 1.630.000 bbl/ hari 
  • Cadangan Minyak Terbukti: 136.200.000.000 bbl
Kekuatan Militer dan Persenjataan Canggih Versi Iran
  • Iran meluncurkan "Karrar" atau "penyerang". Pesawat tak berawak dan pengebom jarak jauh. Memiliki daya jelajah 1.000 kilometer (km). Mampu terbang kecepatan 900 km per jam dan bisa membawa empat rudal jelajah atau dua bom seberat 250 pon (113, 4 kilo).
  • 4 kapal selam mini kelas Ghadir.
  • 12 kapal peluncur rudal dan torpedo.
  • Rudal darat bernama Qiam.
  • Rudal Fateh 110 generasi ketiga, berdaya jelajah 150-200 km.
  • Satelit-satelit orbit tinggi.
  • PLTN pertama milik Iran di kota Bushehr.
  • Rudal Shahab.
  • 17,000 pasukan dari IRGC.
  • Angkatan Bersenjata dan Pasukan Relawan (Basij).
  • 1500 unit kapal pengebom.
  • Jet pemburu.
  • Helikopter militer.
  • Perlengkapan rudal.
  • Rudal Balistik "Kautsar".
  • "Hoot", jenis terpedo bawah laut tercepat di dunia. Melaju dengan kecepatan 100 meter perdetik. Rudal Hoot mampu lolos dari deteksi radar.
  • Rudal super modern yang bisa ditembakan dari udara ke kawasan perairan.
Tidak ada yang dapat mengingkari Iran tumbuh menjadi kekuatan militer baru, meskipun Iran berada dalam tekanan embargo ekonomi dunia yang diprovokasi Barat. Iran mandiri sebagai sebuah bangsa dan negara. Hebatnya lagi, sebagian besar persenjataan modern tersebut dibuat oleh putra-putri terbaik Iran.

Presiden Iran, Ahmadinejad mengatakan, Pasukan relawan Basijij "yang mencari-kesyahidan" adalah nilai revolusi Islam. Iran akan terus mengembangkan program kemandirian militer. Sampai musuh-musuh kemanusiaan kehilangan harapan untuk menyerang Iran.

Tahun 1990-an, Iran sudah memiliki "Roket Fajr 3", roket generasi ketiga dari roket Katyusha (Roket legendaris buatan Rusia). Fajr berarti "pagi" dalam bahasa Arab.

Roket Fajr 3 mempunyai panjang 5.2 meter, diameter 240 mm dengan jangkauan 45 Km (25-30 miles), Berat roket 407 kilograms, dan dapat membawa hulu ledak seberat 45-kilogram.

Produksi roket ini dimulai pada bulan Maret 1990 oleh Shahid Bagheri Industries setelah Menteri Pertahana Iran, Akbar Torkam, memberi lampu hijau. Produksi roket ini di bantuan oleh Korea Utara.

Roket Fajr 3 digunakan oleh Angkatan Darat Iran sebagai Artileri reguler. Iran juga men-supply Roket ini ke pihak Hezbollah di lebanon. Roket yg disupply bernama Roket Khaibar-1.

Missil Tropper
Roket Fajr 3 adalah misil balistik jarak menengah, daya jangkauan diperkirakan 45-75 km. Pihak Iran mengatakan misil ini dapat mengelabui deteksi radar dan mempunyai hulu ledak dengan sistem "multiple independently targeted reentry vehicles" (MIRV). MIRV adalah hulu ledak yang dapat menyerang beberapa target dalam sekali peluncuran.
 
Saya selalu ingat, kepada almarhum Ayatullah Rohullah Khomaini, yang pernah mencari suaka di Perancis karena dimusuhi oleh Syah Reza Pahlevi. Dia menyebut Presiden Bush sebagai "The Big Sattan", artinya menurut saya sama dengan mencemoh Amerika Serikat sebagai  wujud Dajjal...!

(Don't forget to see the next posts about Iran).


Artikel Terkait:
Niadesain.com

Please Read This For Peace
(Mohon Baca Ini, Demi Persahabatan)




Disclaimer

I don't and never claim ownership or rights over images published on my blog unless specified.
All images are copyright of their respected creators. If any images that appear on my blog are in violation of copyright law, please contact me on my Chat Box/Guest Book or via my e-mail (maksumhamid [at] trenggalekjelita [dot] web [dot] id) and I will remove the offending pics as soon as possible.

Thank You So Much All Guests and Blogger Friends

I greatly appreciate your kindness to visit my blog and,
in return, I promise I will pay my own visit to your blogs or your sites as soon as possible.; Insyaallah, through this sort of social amiability and solidarity, we could find out a great
deal of thing which will be useful for advancing our human values.
For the sake of friendship and togetherness, please leave a sign of your presence on myChat Box/Guest Book or on comment, so that I can know it precisely and instantly.


Yours sincerely and best regard.
[Lina CahNdeso]

Categories

Senandung Kawula Alit (280) PNS dan Birokrasi (255) Artikel (223) Info (212) Pendidikan (163) Lowongan Kerja (161) Sains-Teknologi Informasi (151) Sejarah Trenggalek (145) Pembangunan (90) Politik (86) Bagi Pahlawan Kemerdekaan (83) Islam (70) Pra-Anggapan (70) Agamaku (69) Kriminal (69) UU-Peraturan (63) Anti Korupsi (60) Catatan Budaya (58) Antik dan Klasik (57) Olahraga (56) Numpang Niwul (54) Cinta dan Kasih Sayang (42) BisnisOnline (37) Tanggung Jawab dan Profesionalisme (37) Software (36) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (35) Sains-Teknologi (32) Biografi Tokoh Peraih Nobel (31) PTC (31) Legeslatif (30) Mesum (27) Palestina (27) Kesehatan (25) Info Beasiswa (24) Thiwul-Manco-Rengginang (22) Zionist (22) Artikel-Copas (21) Flora/Fauna (21) Trik dan Tips Blogging (21) Bencana Alam (20) Langka (20) Selebritis/Tokoh (19) Pariwisata (18) Piala Dunia 2010 (18) Kasus Korupsi (16) Sejarah Dunia (16) English Version (13) Antik dan Klasik. Dongeng (11) Fakta Unik (11) Berita CPNS (9) Fauna (8) Idul Fitri (8) Bencana (6) Bonsai (6) Film (6) Office (6) Poetry (6) Eksekutif (5) My Award (5) Antivirus (4) Biografi Tokoh Lokal (4) Kabinet (4) Puisiku (4) Guest Book (3) Lomba (3) Musibah (3) Polisi (3) Affiliasi Bisnis (2) Bank (2) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (English) (2) Ekonomi/Keuangan (2) Iklan/Pariwara (2) KIB Jilid 2 (2) Mbah Surip (2) Merapi (2) Musik (2) Pelantikan Presiden (2) Taxi (2) lebaran (2) Adipura (1) Alexa (1) Banner Sahabat (1) Biografi Tokoh Seni/Sastra Lokal (1) Catur (1) Cerpen (1) Daftar Posts (1) Dewa Ruci (1) Forex-JSS-JBP (1) GTT (1) Game (1) Google Sandbox (1) Hari Jadi (1) Irshad Manji (1) Jamu Tradisional (1) Jelajah Sepeda-Kompas (1) Jimat Trenggalek (1) Judi/Togel (1) Kuliner (1) Malaysia (1) Maria Verchenova: Russian golferMaria Verchenova: Russian golfer (1) Moammar Khadafi (1) Parcel (1) Perempuan (1) Pers (1) Pramuka (1) Psikologi (1) Resensi Buku (1) Sepak Bola (1) Sumpah Pemuda (1) TNI (1) Tradisional (1)
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes

Back To Top